alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Andalkan Koperasi, Minimal 5 Nasabah Baru Setiap Hari 

BOJONEGORO – Memasuki triwulan keempat, kebutuhan akan permodalan semakin tinggi. Bahkan, sejak bulan lalu permintaan permodalan baik petani maupun pedagang mengalami kenaikan signifikan. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat sedang lesu sehingga kucuran dana bisa menyambung untuk pemenuhan sehari-hari. 

Kepala Kantor Koperasi Syari’ah di Sumberrejo, Choirul Huda membenarkan, perputaran modal tahun ini sangat cepat.

Karena daya beli masyarakat kurang bergairah sehingga pedagang membutuhkan suntikan dana lebih untuk operasionalnya.

Selain itu, harga sejumlah komoditi barang selalu menunjukkan kenaikan. Karena itu, pedagang harus jeli dalam melakukan perputaran modal. 

Menurut Huda, selama tiga bulan rata-rata kebutuhan kredit konsumen mencapai Rp 800 juta-Rp 1 miliar.

Bahkan, target tersebut biasanya bertambah seiring dengan banyaknya permintaan.

Baca Juga :  Tuntutan Pelajaran Bikin Siswa Rentan Depresi

Karena banyak nasabah review dan disusul dengan banyaknya nasabah baru. “Presentasinya sampai 60-40 persen,” ujarnya kemarin (13/11). 

Kebutuhan akan permodalan dari masing-masing nasabah berbeda. Biasanya di kelompokkan menjadi dua, lanjut dia, nasabah produktif (petani, pedagang), dan nasabah konsumtif bukan berbentuk permodalan. 

Setiap nasabah bisa mengajukan pinjaman sesuai dengan jaminannya, mulai dari Rp 1 juta-Rp 7 juta, menyesuaikan kebutuhan juga. 

Terpisah, bagian penagihan koperasi lainnya, Galih mengungkapkan, kebutuhan akan modal memang tinggi.

Karena pelaku usaha kecil menengah (UKM) di desa mulai bermunculan. Sehingga kebutuhan akan modal menjadi bertambah.

Bahkan, berapapun dana di tawarkan tidak akan mendapat penolakan dari nasabah. “Sehingga petugas harus memiliki kontrol,” terangnya.

Baca Juga :  Perluasan Gedung Dinkes Tetap Jalan

BOJONEGORO – Memasuki triwulan keempat, kebutuhan akan permodalan semakin tinggi. Bahkan, sejak bulan lalu permintaan permodalan baik petani maupun pedagang mengalami kenaikan signifikan. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat sedang lesu sehingga kucuran dana bisa menyambung untuk pemenuhan sehari-hari. 

Kepala Kantor Koperasi Syari’ah di Sumberrejo, Choirul Huda membenarkan, perputaran modal tahun ini sangat cepat.

Karena daya beli masyarakat kurang bergairah sehingga pedagang membutuhkan suntikan dana lebih untuk operasionalnya.

Selain itu, harga sejumlah komoditi barang selalu menunjukkan kenaikan. Karena itu, pedagang harus jeli dalam melakukan perputaran modal. 

Menurut Huda, selama tiga bulan rata-rata kebutuhan kredit konsumen mencapai Rp 800 juta-Rp 1 miliar.

Bahkan, target tersebut biasanya bertambah seiring dengan banyaknya permintaan.

Baca Juga :  1.028 Warga Terjangkit HIV/AIDS

Karena banyak nasabah review dan disusul dengan banyaknya nasabah baru. “Presentasinya sampai 60-40 persen,” ujarnya kemarin (13/11). 

Kebutuhan akan permodalan dari masing-masing nasabah berbeda. Biasanya di kelompokkan menjadi dua, lanjut dia, nasabah produktif (petani, pedagang), dan nasabah konsumtif bukan berbentuk permodalan. 

Setiap nasabah bisa mengajukan pinjaman sesuai dengan jaminannya, mulai dari Rp 1 juta-Rp 7 juta, menyesuaikan kebutuhan juga. 

Terpisah, bagian penagihan koperasi lainnya, Galih mengungkapkan, kebutuhan akan modal memang tinggi.

Karena pelaku usaha kecil menengah (UKM) di desa mulai bermunculan. Sehingga kebutuhan akan modal menjadi bertambah.

Bahkan, berapapun dana di tawarkan tidak akan mendapat penolakan dari nasabah. “Sehingga petugas harus memiliki kontrol,” terangnya.

Baca Juga :  Peserta UNBK SMP/MTs Capai 17 Ribu

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/