alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Serapan Pekerja Proyek JTB Perlu Akomodir Kebutuhan Warga

Radar Bojonegoro – Penyerapan pekerja dari warga desa ring satu proyek minyak dan gas (migas) Jambaran Tiung Biru (JTB) masih belum maksimal. Perlu akomodir kebutuhan warga karena sempat ada protes warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, ingin dipekerjakan sektor migas ini.

Kasi Hubungan Perindustrian Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bojonegoro Rafiudin Fatoni menjelaskan, sempat ada protes dari warga sekitar ring satu proyek JTB, yakni Desa Pelem. Terkadang protes warga terkait jatah pekerja tidak dimasukkan. “Karena memang perusahaan juga memperhitungkannya agar tidak over,” ujarnya kemarin (12/9).

Menurut dia, pihak perusahaan sudah berusaha memenuhi kebutuhan pekerja. Rerata pekerja sektor migas JTB merupakan warga desa berada di wilayah ring satu. “Data subkon dan pekerja banyak dari ring satu,” ujarnya.

Baca Juga :  Keberangkatan Haji Diestimasikan Bulan Juli

Sebelumnya, Riono warga Desa Pelem membenarkan bahwa beberapa warga desanya pernah melakukan protes terkait serapan pekerja, bahkan sampai memblokir jalan. Warga yang protes minta dipekerjakan dalam proyek JTB. “Iya sempat ada demo menuntut dipekerjakan di salah satu PT di proyek JTB,” ujarnya.

Menurut Riono, perseroan terbatas (PT) menggarap proyek JTB cukup banyak, sehingga diharapkan berimbas penyerapan pekerja lokal. Pihaknya berharap ada semacam pelatihan atau kursus agar pekerja terserap bisa menempati posisi yang baik.

“Tidak hanya dimasukkan sebagai kategori pekerja tidak mempunyai skill,” terangnya. Sementara itu Kepala Desa Pelem Kecamatan Purwosari belum menjawab saat dihubungi sambungan telepon dan pesan WhatsApp terkait protes serapan pekerja warga desanya. (luk)

Baca Juga :  Penerangan Jalan Umum Dianggarkan Rp 1,5 M

Radar Bojonegoro – Penyerapan pekerja dari warga desa ring satu proyek minyak dan gas (migas) Jambaran Tiung Biru (JTB) masih belum maksimal. Perlu akomodir kebutuhan warga karena sempat ada protes warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, ingin dipekerjakan sektor migas ini.

Kasi Hubungan Perindustrian Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bojonegoro Rafiudin Fatoni menjelaskan, sempat ada protes dari warga sekitar ring satu proyek JTB, yakni Desa Pelem. Terkadang protes warga terkait jatah pekerja tidak dimasukkan. “Karena memang perusahaan juga memperhitungkannya agar tidak over,” ujarnya kemarin (12/9).

Menurut dia, pihak perusahaan sudah berusaha memenuhi kebutuhan pekerja. Rerata pekerja sektor migas JTB merupakan warga desa berada di wilayah ring satu. “Data subkon dan pekerja banyak dari ring satu,” ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Prioritas Kedua Ditarget Usai Sebelum Ramadan

Sebelumnya, Riono warga Desa Pelem membenarkan bahwa beberapa warga desanya pernah melakukan protes terkait serapan pekerja, bahkan sampai memblokir jalan. Warga yang protes minta dipekerjakan dalam proyek JTB. “Iya sempat ada demo menuntut dipekerjakan di salah satu PT di proyek JTB,” ujarnya.

Menurut Riono, perseroan terbatas (PT) menggarap proyek JTB cukup banyak, sehingga diharapkan berimbas penyerapan pekerja lokal. Pihaknya berharap ada semacam pelatihan atau kursus agar pekerja terserap bisa menempati posisi yang baik.

“Tidak hanya dimasukkan sebagai kategori pekerja tidak mempunyai skill,” terangnya. Sementara itu Kepala Desa Pelem Kecamatan Purwosari belum menjawab saat dihubungi sambungan telepon dan pesan WhatsApp terkait protes serapan pekerja warga desanya. (luk)

Baca Juga :  Kali Gandong Meluap, Dua Desa Banjir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/