alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

SMAN 1 Buluk Meraih Sukses Dengan Trisula Pendidikan

- Advertisement -

Radar Lamongan – Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan insan pendidikan di SMA Negeri 1 Bluluk untuk menghasilkan siswa berkualitas. Metode daring menjadi alternatif agar proses pembelajaran terus berjalan. Meski lokasi SMA Negeri 1 Bluluk termasuk wilayah sulit jaringan karena berada di daerah perbukitan, perkebunan tembakau, dan hutan jati, para pendidiknya tidak patah semangat.

Kepala SMA Negeri 1 Bluluk Fadli memberikan solusi melalui programnya, trisula pendidikan, tiga sumber belajar di area blankspot internet. Tiga sumber itu, sekolah, lingkungan, dan masyarakat. Sekolah menjadi sumber penting pendidikan.

Kesulitan akses internet membuat SMA Negeri 1 Bluluk berinovasi. Salah satunya, menciptakan aplikasi mandiri offline dan online yang diberi nama “SMABLU SMART” ‘’Adanya aplikasi ini merupakan bentuk upaya kita mengubah apa yang menjadi kekurangan kita bisa menjadi kelebihan kita,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Bluluk Fadli.

‘’Kami membuat aplikasi yang bisa dibuka secara online dan offline. Media pembelajaran diunduh dulu, kemudian bisa disimpan dan dibuka secara offline,’’ jelasnya. Aplikasi yang dirancang tim IT SMA Negeri 1 Bluluk itu sangat membantu siswa yang mengalami kesulitan jaringan dan biaya paket data.

Dengan aplikasi tersebut, siswa cukup sekali berinternet untuk mengunduh. Setelah itu, siswa bisa tetap belajar tanpa jaringan internet. Dalam aplikasi ini, siswa juga dapat mengakses Smablu TV yang diisi guru dan siswa. Kemudian perpustakaan digital yang berisi ratusan buku, dan media pembelajaran oleh masing – masing guru. Dengan aplikasi ini, siswa diharapkan lebih mudah belajar dan minat bacanya meningkat.

Baca Juga :  Tetap Batasi Kapasitas 30 Pengunjung
- Advertisement -

SMA negeri yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Bojonegoro ini juga berupaya memberikan kemudahan akses internet melalui kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bluluk. Yakni, menyediakan wifi gratis di kantor kecamatan dan desa.

Tidak hanya Pemerintah Kecamatan Bluluk. Juga, pemerintah desa di sekitar wilayah Bluluk. Salah satunya, Pemdes Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame. Sebab, sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Bluluk berasal dari kecamatan Sukorame.

Angely Emitasari, kepala Desa Kedungkumpul, menuturkan, siswa di desanya bisa memanfaatkan akses internet gratis yang disediakan di kantor desa. Sumber trisula lainnya, lingkungan. Sekolah menciptakan lingkungan senyaman mungkin bagi siswa untuk belajar. Konsepnya, wisata edukasi.

Sarana prasarana yang menunjang konsep wisata edukasi dilengkapi. Sehingga area sekolah bisa menjadi tempat belajar sambil rekreasi. Seperti hutan sekolah yang menjadi sarana pendidikan geografi. ‘’Kita menambahkan gazebo – gazebo di hutan sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk belajar outdoor. Selain itu hutan juga kita gunakan untuk sarana pendidikan geografi dan pengetahuan lainnya,’’ ujar Fadli.

Wilayah selatan Lamongan menyimpan banyak peninggalan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Setidaknya ada 7 prasasti yang ditemukan di wilayah sekitar Bluluk. Melalui program touring sejarah, siswa bisa belajar sejarah di sekitar wilayah Lamongan selatan.

Sungai yang ada bisa dimanfaatkan untuk media belajar fisika dan mengenal lingkungan dengan giat bersih sungai. Siswa juga diajak belajar kebudayaan daerah melalui adat istiadat daerah di sekitar sekolah.

Baca Juga :  Mamah Muda Jangan Buang Buang Tomat, Ini Alasannya

Bekali Siswa Lewat Program Double Track

Tidak semua siswa SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki program double track untuk memberdayakan lulusan SMA sederajat. Program ini membekali siswa dengan ketrampilan.

Siswa akan mendapatkan sertifikat yang diakui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan bekerja sama dengan ITS Surabaya. Sejak 2018, SMA Negeri 1 Bluluk memilih tiga dari 15 kursus yang disediakan. “Kita mengambil jurusan tata rias, tata boga dan multimedia,’’ jelas Fadli.

Program itu bisa menghasilkan output siswa – siswa yang terampil. Alfian, salah satu siswa double track, mengaku merasakan manfaat besar dari program tersebut. Dari program itu, dia bisa membuat kue – kue untuk hajatan. ‘’Sekarang kalau ada hajatan di rumah, bisa buat kue sendiri, tidak perlu memesan. Sekarang juga sudah menerima pesanan dalam skala besar,” ujarnya.

Tim tata boga SMA Negeri 1 Bluluk juga menghasilkan produk – produk kuliner baru. Contohnya milor, mi yang terbuat dari daun kelor dan smoothies kelor. Karya itu menjuarai lomba karya ilmiah remaja. Untuk kursus tata rias, SMA Negeri 1 Bluluk mendatangkan mentor – mentor perias profesional. ‘’Kalau ada pentas seni atau karnaval, tidak perlu menyewa perias. Karena siswa kita juga dibekali dengan keahlian merias,’’ ujar Fadli. 

Radar Lamongan – Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan insan pendidikan di SMA Negeri 1 Bluluk untuk menghasilkan siswa berkualitas. Metode daring menjadi alternatif agar proses pembelajaran terus berjalan. Meski lokasi SMA Negeri 1 Bluluk termasuk wilayah sulit jaringan karena berada di daerah perbukitan, perkebunan tembakau, dan hutan jati, para pendidiknya tidak patah semangat.

Kepala SMA Negeri 1 Bluluk Fadli memberikan solusi melalui programnya, trisula pendidikan, tiga sumber belajar di area blankspot internet. Tiga sumber itu, sekolah, lingkungan, dan masyarakat. Sekolah menjadi sumber penting pendidikan.

Kesulitan akses internet membuat SMA Negeri 1 Bluluk berinovasi. Salah satunya, menciptakan aplikasi mandiri offline dan online yang diberi nama “SMABLU SMART” ‘’Adanya aplikasi ini merupakan bentuk upaya kita mengubah apa yang menjadi kekurangan kita bisa menjadi kelebihan kita,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Bluluk Fadli.

‘’Kami membuat aplikasi yang bisa dibuka secara online dan offline. Media pembelajaran diunduh dulu, kemudian bisa disimpan dan dibuka secara offline,’’ jelasnya. Aplikasi yang dirancang tim IT SMA Negeri 1 Bluluk itu sangat membantu siswa yang mengalami kesulitan jaringan dan biaya paket data.

Dengan aplikasi tersebut, siswa cukup sekali berinternet untuk mengunduh. Setelah itu, siswa bisa tetap belajar tanpa jaringan internet. Dalam aplikasi ini, siswa juga dapat mengakses Smablu TV yang diisi guru dan siswa. Kemudian perpustakaan digital yang berisi ratusan buku, dan media pembelajaran oleh masing – masing guru. Dengan aplikasi ini, siswa diharapkan lebih mudah belajar dan minat bacanya meningkat.

Baca Juga :  Masjid Darussalam Gelar Salat Idul Adha
- Advertisement -

SMA negeri yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Bojonegoro ini juga berupaya memberikan kemudahan akses internet melalui kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bluluk. Yakni, menyediakan wifi gratis di kantor kecamatan dan desa.

Tidak hanya Pemerintah Kecamatan Bluluk. Juga, pemerintah desa di sekitar wilayah Bluluk. Salah satunya, Pemdes Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame. Sebab, sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Bluluk berasal dari kecamatan Sukorame.

Angely Emitasari, kepala Desa Kedungkumpul, menuturkan, siswa di desanya bisa memanfaatkan akses internet gratis yang disediakan di kantor desa. Sumber trisula lainnya, lingkungan. Sekolah menciptakan lingkungan senyaman mungkin bagi siswa untuk belajar. Konsepnya, wisata edukasi.

Sarana prasarana yang menunjang konsep wisata edukasi dilengkapi. Sehingga area sekolah bisa menjadi tempat belajar sambil rekreasi. Seperti hutan sekolah yang menjadi sarana pendidikan geografi. ‘’Kita menambahkan gazebo – gazebo di hutan sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk belajar outdoor. Selain itu hutan juga kita gunakan untuk sarana pendidikan geografi dan pengetahuan lainnya,’’ ujar Fadli.

Wilayah selatan Lamongan menyimpan banyak peninggalan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Setidaknya ada 7 prasasti yang ditemukan di wilayah sekitar Bluluk. Melalui program touring sejarah, siswa bisa belajar sejarah di sekitar wilayah Lamongan selatan.

Sungai yang ada bisa dimanfaatkan untuk media belajar fisika dan mengenal lingkungan dengan giat bersih sungai. Siswa juga diajak belajar kebudayaan daerah melalui adat istiadat daerah di sekitar sekolah.

Baca Juga :  DLH Belum Pastikan Penambahan Fasilitas Alun-Alun Bojonegoro

Bekali Siswa Lewat Program Double Track

Tidak semua siswa SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki program double track untuk memberdayakan lulusan SMA sederajat. Program ini membekali siswa dengan ketrampilan.

Siswa akan mendapatkan sertifikat yang diakui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan bekerja sama dengan ITS Surabaya. Sejak 2018, SMA Negeri 1 Bluluk memilih tiga dari 15 kursus yang disediakan. “Kita mengambil jurusan tata rias, tata boga dan multimedia,’’ jelas Fadli.

Program itu bisa menghasilkan output siswa – siswa yang terampil. Alfian, salah satu siswa double track, mengaku merasakan manfaat besar dari program tersebut. Dari program itu, dia bisa membuat kue – kue untuk hajatan. ‘’Sekarang kalau ada hajatan di rumah, bisa buat kue sendiri, tidak perlu memesan. Sekarang juga sudah menerima pesanan dalam skala besar,” ujarnya.

Tim tata boga SMA Negeri 1 Bluluk juga menghasilkan produk – produk kuliner baru. Contohnya milor, mi yang terbuat dari daun kelor dan smoothies kelor. Karya itu menjuarai lomba karya ilmiah remaja. Untuk kursus tata rias, SMA Negeri 1 Bluluk mendatangkan mentor – mentor perias profesional. ‘’Kalau ada pentas seni atau karnaval, tidak perlu menyewa perias. Karena siswa kita juga dibekali dengan keahlian merias,’’ ujar Fadli. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/