alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Nyaris Batal Berangkat karena Ortu Khawatir

OLIMPIADE Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP tingkat nasional di Semarang selesai digelar 31 Agustus lalu. Berikut cerita Dwi Setia Anggraeni, 14, satu-satunya pelajar SMP asal Tuban yang lolos hingga tingkat nasional dan membawa pulang medali perak pada cabor atletik.

Ketika ditemui di sekolahnya SMPN 5 Tuban, Senin (2/9), Dwi Setia Anggraeni masih mengenakan atribut kompetisi yang baru diikuti. Jersey merah putih dengan logo tulisan O2SN. Bawahannya training merah. Lengkap dengan sepatu sport dan medali perak di tangan kanannya. ‘’Baru pulang dari Semarang tadi pagi,’’ kata Nani, sapaan akrabnya yang terlihat menahan kantuk.

Selama diwawancarai wartawan koran ini, Nani yang didampingi Ngatemi, ibunya dan Kepala SMPN 5 Tuban Anik Winarni terlihat sangat percaya diri.

Kedua sosok yang dihormati tersebut seakan menjadi penyemangatnya untuk menceritakan perjalanan prestasinya sejak SD. ‘’Tidak pernah terpikirkan untuk jadi atlet. Awalnya hanya hobi olahraga,’’ ujar anak pasangan Lamso – Ngatemi ini.

Baca Juga :  Puskesmas Gondang dan 386 Rumah Tergenang Banjir

Ketika duduk di bangku kelas IV SDN Gedongombo 3, tutur Nani, guru olahraganya menawarinya untuk ikut kompetisi O2SN level kabupaten. Alasan sang guru memilih karena otot-otot tubuhnya bagus.

Karena dilatih sekadarnya untuk menghadapi kejuaraan tersebut, Nani hanya meraih juara dua tingkat kabupaten. ‘’Dari kompetisi pertama itu saya semakin termotivasi,’’ ujar dia.

Kepala SMPN 5 Tuban Anik Winarni menambahkan, sejak menjadi anak didiknya, bakat Nani sudah terlihat. Dia memiliki fisik yang lebih unggul dibanding teman-teman seusianya. Dia pun diarahkan untuk masuk ekstrakurikuler atletik.

Di luar sekolah, Nani tergabung di Ronggolawe Athletic Club. Dari latihan di sekolah dan luar sekolah, potensi bakat Nani kian terasah hingga menjai salah satu atlet kebanggaan Bumi Wali.

Pada O2SN nasional cabor atletik,

bungsu dari lima bersaudara ini meraih medali perak atau juara dua. Atletik di O2SN melombakan tiga kejuaran sekaligus. Pada lari 60 meter, Nani mencatat waktu 8.50 detik, tolak peluru (8,40 meter) dan lompat jauh (4,60 meter). Dari tiga lomba yang diikutinya, diambil nilai rata-rata.

Baca Juga :  Perkuat Objek Swafoto

Dengan raihan tersebut, dia menduduki posisi kedua di bawah Jawa Tengah. Sementara atlet dari Bangka Belitung di posisi ketiga.

Pelajar yang tinggal di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding ini mengaku beruntung karena salah satu pesaing beratnya dari salah satu provinsi di luar Jawa didiskualifikasi panitia. Alasannya, atlet tersebut pernah mendapat medali emas pada O2SN nasional tahun lalu. Nani yang awalnya menduduki posisi ketiga naik satu level.

Sebelum mendapat tiket nasional, Nani meraih medali emas di level kabupaten dan provinsi. Setelah berhasil meraih juara provinsi, praktis Nani mewakili Jawa Timur pada kompetisi nasional. Saat tahu panitia mengumumkan kompetisi level nasional diselenggarakan di Aceh, Nani nyaris tidak berangkat karena orang tuanya khawatir. Beruntung, jadwal O2SN untuk tingkat SMP dipindah ke Semarang. Dan, Aceh untuk jenjang SMA – SMK.

OLIMPIADE Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP tingkat nasional di Semarang selesai digelar 31 Agustus lalu. Berikut cerita Dwi Setia Anggraeni, 14, satu-satunya pelajar SMP asal Tuban yang lolos hingga tingkat nasional dan membawa pulang medali perak pada cabor atletik.

Ketika ditemui di sekolahnya SMPN 5 Tuban, Senin (2/9), Dwi Setia Anggraeni masih mengenakan atribut kompetisi yang baru diikuti. Jersey merah putih dengan logo tulisan O2SN. Bawahannya training merah. Lengkap dengan sepatu sport dan medali perak di tangan kanannya. ‘’Baru pulang dari Semarang tadi pagi,’’ kata Nani, sapaan akrabnya yang terlihat menahan kantuk.

Selama diwawancarai wartawan koran ini, Nani yang didampingi Ngatemi, ibunya dan Kepala SMPN 5 Tuban Anik Winarni terlihat sangat percaya diri.

Kedua sosok yang dihormati tersebut seakan menjadi penyemangatnya untuk menceritakan perjalanan prestasinya sejak SD. ‘’Tidak pernah terpikirkan untuk jadi atlet. Awalnya hanya hobi olahraga,’’ ujar anak pasangan Lamso – Ngatemi ini.

Baca Juga :  Pemain Daftar Seleksi Persibo Bojonegoro Membeludak

Ketika duduk di bangku kelas IV SDN Gedongombo 3, tutur Nani, guru olahraganya menawarinya untuk ikut kompetisi O2SN level kabupaten. Alasan sang guru memilih karena otot-otot tubuhnya bagus.

Karena dilatih sekadarnya untuk menghadapi kejuaraan tersebut, Nani hanya meraih juara dua tingkat kabupaten. ‘’Dari kompetisi pertama itu saya semakin termotivasi,’’ ujar dia.

Kepala SMPN 5 Tuban Anik Winarni menambahkan, sejak menjadi anak didiknya, bakat Nani sudah terlihat. Dia memiliki fisik yang lebih unggul dibanding teman-teman seusianya. Dia pun diarahkan untuk masuk ekstrakurikuler atletik.

Di luar sekolah, Nani tergabung di Ronggolawe Athletic Club. Dari latihan di sekolah dan luar sekolah, potensi bakat Nani kian terasah hingga menjai salah satu atlet kebanggaan Bumi Wali.

Pada O2SN nasional cabor atletik,

bungsu dari lima bersaudara ini meraih medali perak atau juara dua. Atletik di O2SN melombakan tiga kejuaran sekaligus. Pada lari 60 meter, Nani mencatat waktu 8.50 detik, tolak peluru (8,40 meter) dan lompat jauh (4,60 meter). Dari tiga lomba yang diikutinya, diambil nilai rata-rata.

Baca Juga :  Rekap Kecamatan Berakhir 1 Mei

Dengan raihan tersebut, dia menduduki posisi kedua di bawah Jawa Tengah. Sementara atlet dari Bangka Belitung di posisi ketiga.

Pelajar yang tinggal di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding ini mengaku beruntung karena salah satu pesaing beratnya dari salah satu provinsi di luar Jawa didiskualifikasi panitia. Alasannya, atlet tersebut pernah mendapat medali emas pada O2SN nasional tahun lalu. Nani yang awalnya menduduki posisi ketiga naik satu level.

Sebelum mendapat tiket nasional, Nani meraih medali emas di level kabupaten dan provinsi. Setelah berhasil meraih juara provinsi, praktis Nani mewakili Jawa Timur pada kompetisi nasional. Saat tahu panitia mengumumkan kompetisi level nasional diselenggarakan di Aceh, Nani nyaris tidak berangkat karena orang tuanya khawatir. Beruntung, jadwal O2SN untuk tingkat SMP dipindah ke Semarang. Dan, Aceh untuk jenjang SMA – SMK.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/