alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Pemkab Lamongan Antisipasi Kekurangan Air : Siapkan Air Bersih 24 Jam

- Advertisement -

KOTA – Meski kekurangan air belum signifikan di Lamongan, pemkab setempat melakukan siaga kekeringan sejak dini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiapkan Tim Tanggap Darurat Kekeringan. 

Tim tersebut dilengkapi dengan 3 armada tangki air bersih selama 24 jam sehari untuk memberikan jaminan ketersediaan air bersih.

“Armada dan tim tanggap darurat sudah siap untuk dropping air bersih selama 24 jam sehari selama tujuh hari penuh jika sewaktu-waktu ada permintaan dari masyarakat,’’ tandas Bupati Lamongan, Fadeli, kemarin (13/9).

Dia mencontohkan Selasa (12/9) lalu BPBD melakukan dropping air bersih di Desa Bedingin, Kecamatan Sugio sebanyak 2 rit (armada).

Dropping air bersih gratis itu dilakukan atas permintaan masyarakat melalui kepala desa (kades) dan camat di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Rehab Rumah Mbah Sawin, Kini Sudah Mulai Terlihat Hasilnya
- Advertisement -

‘’Begitu ada permintaan, seperti dari Bedingin kemarin, dropping air bersih segera dilaksanakan,’’ ujarnya.

Sementara itu, kondisi debit air waduk dan rawa sebagai tandon air di Lamongan masih ada yang terisi hingga lebih dari 60 persen.

Seperti Waduk German di Kecamatan Sugio. Dari kapasitas maksimal 1.237.500 meter kubik, kemarin masih terisi 750 ribu meter kubik atau 61 persen.

Bupati Fadeli menyebut kondisi Waduk German yang masih terisi air cukup banyak tersebut menunjukkan baiknya manajemen air di sana.

Saat ini juga sedang dibangun jaringan irigasi dari Waduk German menuju Waduk Balungganggang.

Dia minta agar manajemen air seperti di Waduk German bisa ditularkan kepada pengelola waduk lainnya.

Baca Juga :  Dokter Anto Sering Layani Pasien Lintas Kabupaten  - Propinsi 

‘’Sehingga kebutuhan masyarakat akan air baku, meski di puncak musim kemarau seperti saat ini masih bisa terpenuhi,’’ tuturnya.

Untuk rawa, debit air di Rawa Bogo di Kecamatan Karanggeneng masih ada 66 persen (501.123 meter kubik), dari kapasitas maksimal 755.250 meter kubik.

Kemudian Rawa Sibanget di Kecamatan Karanggenng juga masih terisi cukup banyak. Yakni 238.963 meter kubik (64 persen) dari kapasitas maksimal 373.750 meter kubik.            

Sedangkan BPBD mendeteksi ada 81 desa di 14 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih.

‘’Agar lebih memudahkan petugas, diharapkan warga sudah menyiapkan tandon atau tempat untuk penampungan air bila mengajukan pengiriman air bersih,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto.

KOTA – Meski kekurangan air belum signifikan di Lamongan, pemkab setempat melakukan siaga kekeringan sejak dini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiapkan Tim Tanggap Darurat Kekeringan. 

Tim tersebut dilengkapi dengan 3 armada tangki air bersih selama 24 jam sehari untuk memberikan jaminan ketersediaan air bersih.

“Armada dan tim tanggap darurat sudah siap untuk dropping air bersih selama 24 jam sehari selama tujuh hari penuh jika sewaktu-waktu ada permintaan dari masyarakat,’’ tandas Bupati Lamongan, Fadeli, kemarin (13/9).

Dia mencontohkan Selasa (12/9) lalu BPBD melakukan dropping air bersih di Desa Bedingin, Kecamatan Sugio sebanyak 2 rit (armada).

Dropping air bersih gratis itu dilakukan atas permintaan masyarakat melalui kepala desa (kades) dan camat di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  UNBK SMK Tahun Ini Tambah 20 Siswa
- Advertisement -

‘’Begitu ada permintaan, seperti dari Bedingin kemarin, dropping air bersih segera dilaksanakan,’’ ujarnya.

Sementara itu, kondisi debit air waduk dan rawa sebagai tandon air di Lamongan masih ada yang terisi hingga lebih dari 60 persen.

Seperti Waduk German di Kecamatan Sugio. Dari kapasitas maksimal 1.237.500 meter kubik, kemarin masih terisi 750 ribu meter kubik atau 61 persen.

Bupati Fadeli menyebut kondisi Waduk German yang masih terisi air cukup banyak tersebut menunjukkan baiknya manajemen air di sana.

Saat ini juga sedang dibangun jaringan irigasi dari Waduk German menuju Waduk Balungganggang.

Dia minta agar manajemen air seperti di Waduk German bisa ditularkan kepada pengelola waduk lainnya.

Baca Juga :  Pentingnya Komunikasi

‘’Sehingga kebutuhan masyarakat akan air baku, meski di puncak musim kemarau seperti saat ini masih bisa terpenuhi,’’ tuturnya.

Untuk rawa, debit air di Rawa Bogo di Kecamatan Karanggeneng masih ada 66 persen (501.123 meter kubik), dari kapasitas maksimal 755.250 meter kubik.

Kemudian Rawa Sibanget di Kecamatan Karanggenng juga masih terisi cukup banyak. Yakni 238.963 meter kubik (64 persen) dari kapasitas maksimal 373.750 meter kubik.            

Sedangkan BPBD mendeteksi ada 81 desa di 14 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih.

‘’Agar lebih memudahkan petugas, diharapkan warga sudah menyiapkan tandon atau tempat untuk penampungan air bila mengajukan pengiriman air bersih,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/