alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Pj Kades – Sekdes Jadi Tersangka

Radar Lamongan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan menetapkan Bulhar, 55, Pj Kades Sumberjo, Kecamatan Pucuk dan Sekdes Ahmad Andis, 32, sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa setempat kemarin sore (13/8). Sebelum menjadi tersangka, keduanya memenuhi panggilan sebagai saksi dengan menjalani pemeriksaan sekitar empat jam.

‘’Keduanya telah dilakukan pemeriksaan dengan panggilan saksi dan ditetapkan sebagai tersangka,’’ kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan M Subhan. Menurut dia, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa dan dana BUMDes 2019 Rp 269 juta.

Beberapa hari terakhir, 15 orang dijadikan saksi. Subhan menjelaskan, ada dugaan sebelas proyek desa dikurangi volumenya. Salah satunya, proyek jalan. Barang bukti yang diamankan di antaranya sejumlah dokumen, kuitansi, dan rencana anggaran biaya.

Baca Juga :  Antibodi Pendonor Rendah, Stok Plasma Konvalesen Kosong

‘’Untuk sebelas titik lokasi itu, penghitungan hanya sementara ya, belum semuanya,’’ ujarnya. Terkait BUMDes, Subhan menyatakan, selama satu tahun da nanya diduga mengendap di kedua tersangka dan tidak digulirkan ke warga.

Setelah dihitung, kerugiannya sekitar Rp 50 juta dari peminjaman bibit, pupuk dan lainnya. ‘’Semua ini data sementara, sehingga dilakukan pendalaman lagi,’’ katanya. Kedua tersangka bakal dijerat pasal 2, 3, dan 8 Undang – Undang Tipikor. Ancaman hukumannya, dua tahun penjara.

Radar Lamongan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan menetapkan Bulhar, 55, Pj Kades Sumberjo, Kecamatan Pucuk dan Sekdes Ahmad Andis, 32, sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa setempat kemarin sore (13/8). Sebelum menjadi tersangka, keduanya memenuhi panggilan sebagai saksi dengan menjalani pemeriksaan sekitar empat jam.

‘’Keduanya telah dilakukan pemeriksaan dengan panggilan saksi dan ditetapkan sebagai tersangka,’’ kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan M Subhan. Menurut dia, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa dan dana BUMDes 2019 Rp 269 juta.

Beberapa hari terakhir, 15 orang dijadikan saksi. Subhan menjelaskan, ada dugaan sebelas proyek desa dikurangi volumenya. Salah satunya, proyek jalan. Barang bukti yang diamankan di antaranya sejumlah dokumen, kuitansi, dan rencana anggaran biaya.

Baca Juga :  Sepatu Kasual Lebih Dilirik 

‘’Untuk sebelas titik lokasi itu, penghitungan hanya sementara ya, belum semuanya,’’ ujarnya. Terkait BUMDes, Subhan menyatakan, selama satu tahun da nanya diduga mengendap di kedua tersangka dan tidak digulirkan ke warga.

Setelah dihitung, kerugiannya sekitar Rp 50 juta dari peminjaman bibit, pupuk dan lainnya. ‘’Semua ini data sementara, sehingga dilakukan pendalaman lagi,’’ katanya. Kedua tersangka bakal dijerat pasal 2, 3, dan 8 Undang – Undang Tipikor. Ancaman hukumannya, dua tahun penjara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/