alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Dua Megaproyek Jalan Tetap Berlanjut

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua megaproyek pembangunan jalan bakal dilakukan tahun depan. Yakni, pembuatan jalur lingkar (ring road) selatan dan pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Babat. Dua megaproyek itu dipastikan tetap berlanjut.

’’Ring road masih studi kelayakan. Menunggu (studi kelayakan, Red) itu selesai dulu,’’ ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro I Nyoman Sudana kemarin (13/8).

Nyoman menjelaskan, saat ini sejumlah jalan yang akan digunakan ring road sedang dibangun. Yakni dilakukan pelebaran. Jalan itu ada di wilayah Kecamatan Kapas, Dander, dan Kalitidu. ’’Proses saat ini dilakukan. Sambil menunggu selesainya studi kelayakan,’’ jelas pria pernah menjabat Inspektur Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Nol Pelamar, Sementara Andalkan Dokter Spesialis Non-PNS

Meski begitu, pihaknya masih belum bisa memastikan pelaksanaan pembangunan ring road itu. Sebab, pembangunannya menunggu proses studi kelayakan selesai.

Rencananya ring road akan dibangun di kawasan proliman di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas. Namun, pemkab setempat juga memiliki opsi lain.

Yakni melewati Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Jalur ring road ini rencananya menembus sisi barat sampai di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu. Ring road akan melintas mulai Kapas-Dander-Kalitidu.  

Sedangkan, proyek pelebaran jalan pelaksanaannya akan dimulai tahun depan. Namun, proses awal, yakni perencanaan dimulai tahun ini. Persisnya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan 2019. ’’Perencanaan dilakukan oleh pusat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional,’’ ujar Nyoman.

Sedangkan, pelaksanaan pelebaran jalan tersebut dilakukan pemkab. Pelaksanaan pelebaran baru akan dilakukan tahun depan. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu selama dua tahun.

Baca Juga :  Raperda PPA di Bojonegoro Jangan Sampai Jadi Macan Kertas

Nyoman menjelaskan, pemkab dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah melakukan MoU terkait hal itu. Sehingga, pelaksanaan pembangunan jalan bisa dilakukan dengan lancar. ’’Yang MoU dinas PU,’’ ungkap dia.  Namun, Nyoman tidak mengetahui detail pasti berapa anggaran yang digunakan untuk pelebaran jalan itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional VIII Kristanto Yuda mengatakan, pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Babat memang diminta oleh pemkab setempat. Namun, desain pelebaran jalan itu tetap dari Kementerian PUPR. Setelah desain perencanaan selesai dibuat, pemkab bisa melaksanakan pembangunannya.

’’Setelah selesai dibangun akan dikembalikan lagi ke pusat. Sebab, jalan itu berstatus jalan nasional. Dikelola oleh pusat,’’ terangnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua megaproyek pembangunan jalan bakal dilakukan tahun depan. Yakni, pembuatan jalur lingkar (ring road) selatan dan pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Babat. Dua megaproyek itu dipastikan tetap berlanjut.

’’Ring road masih studi kelayakan. Menunggu (studi kelayakan, Red) itu selesai dulu,’’ ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro I Nyoman Sudana kemarin (13/8).

Nyoman menjelaskan, saat ini sejumlah jalan yang akan digunakan ring road sedang dibangun. Yakni dilakukan pelebaran. Jalan itu ada di wilayah Kecamatan Kapas, Dander, dan Kalitidu. ’’Proses saat ini dilakukan. Sambil menunggu selesainya studi kelayakan,’’ jelas pria pernah menjabat Inspektur Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Mahasiswa Harus Cerdas Berduit

Meski begitu, pihaknya masih belum bisa memastikan pelaksanaan pembangunan ring road itu. Sebab, pembangunannya menunggu proses studi kelayakan selesai.

Rencananya ring road akan dibangun di kawasan proliman di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas. Namun, pemkab setempat juga memiliki opsi lain.

Yakni melewati Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Jalur ring road ini rencananya menembus sisi barat sampai di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu. Ring road akan melintas mulai Kapas-Dander-Kalitidu.  

Sedangkan, proyek pelebaran jalan pelaksanaannya akan dimulai tahun depan. Namun, proses awal, yakni perencanaan dimulai tahun ini. Persisnya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan 2019. ’’Perencanaan dilakukan oleh pusat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional,’’ ujar Nyoman.

Sedangkan, pelaksanaan pelebaran jalan tersebut dilakukan pemkab. Pelaksanaan pelebaran baru akan dilakukan tahun depan. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu selama dua tahun.

Baca Juga :  Kata Gadis Ini, Harus Pandai Adaptasi Pada Tempat Kerja

Nyoman menjelaskan, pemkab dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah melakukan MoU terkait hal itu. Sehingga, pelaksanaan pembangunan jalan bisa dilakukan dengan lancar. ’’Yang MoU dinas PU,’’ ungkap dia.  Namun, Nyoman tidak mengetahui detail pasti berapa anggaran yang digunakan untuk pelebaran jalan itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional VIII Kristanto Yuda mengatakan, pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Babat memang diminta oleh pemkab setempat. Namun, desain pelebaran jalan itu tetap dari Kementerian PUPR. Setelah desain perencanaan selesai dibuat, pemkab bisa melaksanakan pembangunannya.

’’Setelah selesai dibangun akan dikembalikan lagi ke pusat. Sebab, jalan itu berstatus jalan nasional. Dikelola oleh pusat,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/