alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Masih Zona Oranye, Lamongan Lanjutkan PPKM

Radar Lamongan – Status kedaruratan Lamongan berubah dari zona merah menjadi zona oranye (resiko sedang). Skornya, 1,94. Kabid Kesehatan Masyarakat Abdullah Wasian mengatakan, perubahan status itu karena ada peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19 hingga 86 persen.

Angka tersebut di atas rata-rata provinsi (84 persen) dan nasional (82 persen). Selain itu, pasien aktif minggu ini di angka 7,16 persen, masih di bawah rata – rata provinsi (7,61 persen) dan nasional (14,8 persen).

Wasian menjelaskan, meski status kedaruratan berubah ke resiko sedang, pengetatan dengan PPKM darurat terus dilanjutkan. Alasannya, pemberlakuan PPKM tersebut menurunkan resiko warga yang terpapar.

Sehingga, dinilai berdampak baik terhadap perkembangan kasus di Lamongan. Bahkan kecamatan zona merah berkurang signifikan, dari sebelumnya 16 menjadi enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Paciran, Babat, Kedungpring, Sukodadi, Lamongan, dan Deket.

Baca Juga :  Alun-Alun Bakal Dirombak, ini Salah Satu Fasilitas yang Hilang

Enam kecamatan itu menjadi fokus ke depan untuk penurunan kasusnya dan meningkatkan angka kesembuhan. Sedangkan kecamatan yang masih berstatus zona oranye diharapkan bisa berubah ke kuning dan kecamatan zona kuning berubah ke hijau.

Wasian menambahkan, vaksinasi terus dilakukan. Target hariannya, 23 ribu vaksin. “Realisasinya kita juga dibantu dari aparat polisi dan TNI untuk memercepat pelaksanaan di lapangan,” jelasnya. Selain itu, ketersediaan BOR di Lamongan terus ditambah. “Guna meningkatkan pelayanan kepada pasien maka penambahan bed terus dilakukan agar pelayanan bisa maksimal,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlahnya secara detail. 

Radar Lamongan – Status kedaruratan Lamongan berubah dari zona merah menjadi zona oranye (resiko sedang). Skornya, 1,94. Kabid Kesehatan Masyarakat Abdullah Wasian mengatakan, perubahan status itu karena ada peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19 hingga 86 persen.

Angka tersebut di atas rata-rata provinsi (84 persen) dan nasional (82 persen). Selain itu, pasien aktif minggu ini di angka 7,16 persen, masih di bawah rata – rata provinsi (7,61 persen) dan nasional (14,8 persen).

Wasian menjelaskan, meski status kedaruratan berubah ke resiko sedang, pengetatan dengan PPKM darurat terus dilanjutkan. Alasannya, pemberlakuan PPKM tersebut menurunkan resiko warga yang terpapar.

Sehingga, dinilai berdampak baik terhadap perkembangan kasus di Lamongan. Bahkan kecamatan zona merah berkurang signifikan, dari sebelumnya 16 menjadi enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Paciran, Babat, Kedungpring, Sukodadi, Lamongan, dan Deket.

Baca Juga :  Pelebaran Jalan Bojonegoro - Balen Telan Anggaran Rp 88 Miliar

Enam kecamatan itu menjadi fokus ke depan untuk penurunan kasusnya dan meningkatkan angka kesembuhan. Sedangkan kecamatan yang masih berstatus zona oranye diharapkan bisa berubah ke kuning dan kecamatan zona kuning berubah ke hijau.

Wasian menambahkan, vaksinasi terus dilakukan. Target hariannya, 23 ribu vaksin. “Realisasinya kita juga dibantu dari aparat polisi dan TNI untuk memercepat pelaksanaan di lapangan,” jelasnya. Selain itu, ketersediaan BOR di Lamongan terus ditambah. “Guna meningkatkan pelayanan kepada pasien maka penambahan bed terus dilakukan agar pelayanan bisa maksimal,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlahnya secara detail. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/