alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Gali Sumur Untuk Air Wudu, Malah Keluar Gas

Radar Bojonegoro – Warga Dusun Padasmalang, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, dikagetkan munculnya bau belerang dari mulut galian sumur. Juga mengeluarkan api ketika diberi percikan korek.

Hingga kemarin (13/7) api masih menyala dari mulut galian sumur. Masyarakat me nunggu hasil peninjauan pertama dari dinas terkait kemarin. Dan tindak lanjutnya hari ini (14/7).

Lokasi juga dipasang garis larangan melintas sebagai kewaspadaan warga. Kepala Desa (Kades) Kalangan Kasmani mengatakan, awal mulanya penggalian sumur untuk keperluan air bersih wudu.

Sedianya lokasi api berada di samping masjid dusun setempat. Jaraknya sekitar dua meter. Dan berada di tengah permukiman warga.

“Saat penggalian awalnya sudah akan dihentikan. Tinggal membersihkan lumpur-lumpurnya,” katanya kemarin malam. Setelah lumpur dibersihkan, keluar suara gemuruh.

Warga setempat kemudian menarik tuas namun airnya tidak keluar. Bahkan tercium bau belerang. Sehingga warga yang berada di lokasi pun menjauh.

“Lalu ada yang berani menyulut dengan korek, dan akhirnya api menyala. Kemudian dimatikan menggunakan karung tapi saya sampaikan agar api dibiarkan menyala,” ujar dia.

Baca Juga :  Mantan Muridnya SD yang Rela Bantu Mendorong

Menurut dia, lebih aman kalau apinya dibiarkan menyala. Pertimbangannya yakni gas beracun. Karena gas racunnya bisa terbakar seiring api menyala.

Sedangkan jika ditutup, gas beracunnya akan menguap dan terhirup warga sekitar. “Jadi sampai sekarang masih menyala apinya,” ucapnya.

Menurut Kasmani, saat malam kondisi lokasi terang benderang. Beruntung ukuran pipa sebagai mulut galian sumur berukuran kecil.

Andai saja memakai pipa besar, kemungkinan api yang keluar juga lebih besar dari ini. “Tadi kami bersama polsek setempat sudah memberi garis pengamanan di sekitar lokasi,” lanjut dia.

Menurut dia, kemarin tim dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) sudah meminta petunjuk arah evakuasi ideal warga setempat.

Berjaga-jaga sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sembari menunggu tindak lanjut pengamanan dari dinas terkait hari ini.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro Yudi Hendro mengatakan belum menge tahui secara pasti penyebabnya. Intinya, semburan api keluar setelah galian sumur mengeluarkan bau belerang ketika mencapai kedalaman sekitar 40 meter.

Baca Juga :  DPKCK Minta Rekanan Segera Tuntaskan Trotoar

“Setelah itu galian sumur mengeluarkan suara geluduk, geluduk, geluduk. Dan ketika diberi percikan korek keluar api,” katanya.

Menurut dia, lokasi galian sumur berada di samping masjid. Berada di sekitaran permukiman warga. Namun hingga saat ini tidak ada korban maupun luapan api yang menjalar ke masjid serta pemukiman.

“Tujuannya memang keperluan air bersih untuk wudu. Makanya di samping masjid,” ujar dia. Pihaknya belum mengetahui pasti apa penyebab dari semburan api yang keluar dari galian sumur. Juga, unsur yang terkandung dalam air sumur maupun tanah nya.

Pihaknya sebatas bersiaga membantu pemantauan tim ahli dari dinas terkait sebagai bahan kajian. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi memebenarkan adanya fenomena itu.

Timnya terjun ke lokasi kemarin. Hasil pendeteksian kandungan awal itu akan diuji. Setelahnya akan mengambil tindakan hari ini. “Sementara itu dulu, sembari menunggu perkembangan (kajian). Yang jelas besok (hari ini) kami akan menindaklanjuti ke lokasi,” tuturnya.

Radar Bojonegoro – Warga Dusun Padasmalang, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, dikagetkan munculnya bau belerang dari mulut galian sumur. Juga mengeluarkan api ketika diberi percikan korek.

Hingga kemarin (13/7) api masih menyala dari mulut galian sumur. Masyarakat me nunggu hasil peninjauan pertama dari dinas terkait kemarin. Dan tindak lanjutnya hari ini (14/7).

Lokasi juga dipasang garis larangan melintas sebagai kewaspadaan warga. Kepala Desa (Kades) Kalangan Kasmani mengatakan, awal mulanya penggalian sumur untuk keperluan air bersih wudu.

Sedianya lokasi api berada di samping masjid dusun setempat. Jaraknya sekitar dua meter. Dan berada di tengah permukiman warga.

“Saat penggalian awalnya sudah akan dihentikan. Tinggal membersihkan lumpur-lumpurnya,” katanya kemarin malam. Setelah lumpur dibersihkan, keluar suara gemuruh.

Warga setempat kemudian menarik tuas namun airnya tidak keluar. Bahkan tercium bau belerang. Sehingga warga yang berada di lokasi pun menjauh.

“Lalu ada yang berani menyulut dengan korek, dan akhirnya api menyala. Kemudian dimatikan menggunakan karung tapi saya sampaikan agar api dibiarkan menyala,” ujar dia.

Baca Juga :  Baru Selesaikan 5 Raperda, DPRD Sibuk Kunjungan, Hearing, & Paripurna

Menurut dia, lebih aman kalau apinya dibiarkan menyala. Pertimbangannya yakni gas beracun. Karena gas racunnya bisa terbakar seiring api menyala.

Sedangkan jika ditutup, gas beracunnya akan menguap dan terhirup warga sekitar. “Jadi sampai sekarang masih menyala apinya,” ucapnya.

Menurut Kasmani, saat malam kondisi lokasi terang benderang. Beruntung ukuran pipa sebagai mulut galian sumur berukuran kecil.

Andai saja memakai pipa besar, kemungkinan api yang keluar juga lebih besar dari ini. “Tadi kami bersama polsek setempat sudah memberi garis pengamanan di sekitar lokasi,” lanjut dia.

Menurut dia, kemarin tim dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) sudah meminta petunjuk arah evakuasi ideal warga setempat.

Berjaga-jaga sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sembari menunggu tindak lanjut pengamanan dari dinas terkait hari ini.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro Yudi Hendro mengatakan belum menge tahui secara pasti penyebabnya. Intinya, semburan api keluar setelah galian sumur mengeluarkan bau belerang ketika mencapai kedalaman sekitar 40 meter.

Baca Juga :  Kali Meluber, Pemukiman Terendam

“Setelah itu galian sumur mengeluarkan suara geluduk, geluduk, geluduk. Dan ketika diberi percikan korek keluar api,” katanya.

Menurut dia, lokasi galian sumur berada di samping masjid. Berada di sekitaran permukiman warga. Namun hingga saat ini tidak ada korban maupun luapan api yang menjalar ke masjid serta pemukiman.

“Tujuannya memang keperluan air bersih untuk wudu. Makanya di samping masjid,” ujar dia. Pihaknya belum mengetahui pasti apa penyebab dari semburan api yang keluar dari galian sumur. Juga, unsur yang terkandung dalam air sumur maupun tanah nya.

Pihaknya sebatas bersiaga membantu pemantauan tim ahli dari dinas terkait sebagai bahan kajian. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi memebenarkan adanya fenomena itu.

Timnya terjun ke lokasi kemarin. Hasil pendeteksian kandungan awal itu akan diuji. Setelahnya akan mengambil tindakan hari ini. “Sementara itu dulu, sembari menunggu perkembangan (kajian). Yang jelas besok (hari ini) kami akan menindaklanjuti ke lokasi,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/