alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Jalan Tol Pantura Jadi Prioritas Pemerintah

Radar Lamongan – Wilayah Lamongan direncanakan akan dilewati jalan tol. Jalan bebas hambatan itu akan berada di kawasan pantura, menghubungkan Gresik-Lamongan-Tuban. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Soto tersebut menegaskan, realisasi jalan tol tersebut menjadi salah satu prioritas dari pemerintah pusat.

‘’Sudah masuk dokumen perencanaan pusat,’’ tutur Plt Kepala Bappeda Lamongan, Suyatmoko melalui Galih Yanuar, Sekretaris Bappeda Lamongan kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (13/6).

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pembangunan jalan tol itu masuk dalam peraturan presiden nomor 80 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, dan Kawasan Bromo – Tengger – Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis.

Baca Juga :  1 Muharram 1443 H, Kembali pada Alquran

‘’Jalan tol trase Gresik – Lamongan – Tuban sudah masuk rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional, provinsi, dan Kabupaten Lamongan,’’ ujar Galih saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menerangkan, jalan tol masuk dalam RTRW Lamongan 2020 – 2039. Rencana jalan tol nantinya berkorelasi dengan pengembangan industri di Paciran, yang sudah disahkan dalam perda rencana detail tata ruang (RDTR) dan perda rencana induk pembangunan industri kabupaten (RIPIK). ‘’Tentu kedepannya untuk menopang perkembangan wilayah industri,’’ ucap Galih.

Menurut dia, pembangunan jalan tol tersebut disambut positif dan berharap realisasinya bisa disegerakan. Sebab, jalan tol mampu menumbuhkan minat investor. ‘’Banyak efek positif pertumbuhan perekonomian dengan dibangunnya jalan tol,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pengurusan UKL-UPL Bertambah

Dia mengamati, sejumlah daerah perkembangan perekonomiannya cukup pesat, setelah adanya jalan tol. Selama ini, jalur di Lamongan cukup potensial, karena masuk dalam kawasan Gerbang kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

‘’Akhirnya akan menjadi kebangkitan baru dan pertumbuhan ekonomi baru,’’ tandasnya. Meski begitu, Galih mengaku masih belum mendapatkan gambaran dari pusat, terkait titik-titik yang nantinya diplot sebagai track jalan tol. Termasuk kepastian realisasinya. Sebab, hal itu masih dikaji oleh pusat. ‘’Detailnya belum. Kami masih menunggu hasil kajian dari pusat, terkait titik-titik mana yang nantinya menjadi jalur tol,’’ ujarnya. 

Radar Lamongan – Wilayah Lamongan direncanakan akan dilewati jalan tol. Jalan bebas hambatan itu akan berada di kawasan pantura, menghubungkan Gresik-Lamongan-Tuban. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Soto tersebut menegaskan, realisasi jalan tol tersebut menjadi salah satu prioritas dari pemerintah pusat.

‘’Sudah masuk dokumen perencanaan pusat,’’ tutur Plt Kepala Bappeda Lamongan, Suyatmoko melalui Galih Yanuar, Sekretaris Bappeda Lamongan kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (13/6).

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pembangunan jalan tol itu masuk dalam peraturan presiden nomor 80 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, dan Kawasan Bromo – Tengger – Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis.

Baca Juga :  Pendataan GTT Molor

‘’Jalan tol trase Gresik – Lamongan – Tuban sudah masuk rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional, provinsi, dan Kabupaten Lamongan,’’ ujar Galih saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menerangkan, jalan tol masuk dalam RTRW Lamongan 2020 – 2039. Rencana jalan tol nantinya berkorelasi dengan pengembangan industri di Paciran, yang sudah disahkan dalam perda rencana detail tata ruang (RDTR) dan perda rencana induk pembangunan industri kabupaten (RIPIK). ‘’Tentu kedepannya untuk menopang perkembangan wilayah industri,’’ ucap Galih.

Menurut dia, pembangunan jalan tol tersebut disambut positif dan berharap realisasinya bisa disegerakan. Sebab, jalan tol mampu menumbuhkan minat investor. ‘’Banyak efek positif pertumbuhan perekonomian dengan dibangunnya jalan tol,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Tak Kenal Lelah

Dia mengamati, sejumlah daerah perkembangan perekonomiannya cukup pesat, setelah adanya jalan tol. Selama ini, jalur di Lamongan cukup potensial, karena masuk dalam kawasan Gerbang kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

‘’Akhirnya akan menjadi kebangkitan baru dan pertumbuhan ekonomi baru,’’ tandasnya. Meski begitu, Galih mengaku masih belum mendapatkan gambaran dari pusat, terkait titik-titik yang nantinya diplot sebagai track jalan tol. Termasuk kepastian realisasinya. Sebab, hal itu masih dikaji oleh pusat. ‘’Detailnya belum. Kami masih menunggu hasil kajian dari pusat, terkait titik-titik mana yang nantinya menjadi jalur tol,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/