alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Kerap Macet, Berlakukan Buka-Tutup Jalan

BOJONEGORO – Pelebaran Jalan Bojonegoro-Cepu, tepatnya di kawasan Desa Sudu, Kecamatan Gayam, berlangsung hingga malam. Pelebaran jalan itu membuat arus lalu lintas di kawasan itu mengalami kemacetan.

“Kita berlakukan buka-tutup,” ujar PPK Jalan Nasional di Bojonegoro Kristanto Yuda kemarin (13/5).

Yuda menjelaskan, sesuai target jalan itu nantinya akan selesai H-10. Saat itu semua ruas jalan akan dibuka. Sehingga, pengguna jalan atau pemudik bisa dengan mudah melintas. “Saat ini masih kita kebut terus pengerjaannya,” terangnya.

Yuda menjelaskan, pengerjaan pelebaran itu berlangsung lama. Sebab, tidak hanya pelebaran. Tapi, juga jalan itu ditinggikan. Sebab, jika tidak ditinggikan jalan itu akan ambles lagi. “Kita tinggikan 40 sentimeter (cm),” jelasnya.

Baca Juga :  Anggun, Manajer Toko Pembuat Tas Rajut

Pelebaran jalan itu juga tidak banyak. Hanya 1,5 meter. Dari ukuran semula 6 meter menjadi 7,5 meter. Yuda menjelaskan, kontur tanah di kawasan itu tidak stabil. Sehingga, kondisi jalan menjadi bergelombang. Kondisi itu membuat pengguna jalan tidak nyaman. Sehingga, diperlukan pelebaran dan peninggian jalan.

Pengerjaan jalan itu sudah dilakukan sejak bulan lalu. Pengerjaan berjalan agak lambat karena itu jalur utama Bojonegoro-Ngawi dan Bojonegro-Blora. Kemacetan akibat perbaikan jalan itu tidak bisa dihindarkan.

Untuk jalan lainnya, terus dilakukan perbaikan ringan. Sehingga, H-10 mendatang semua jalan mulus. Selain pelebaran jalan di kawasan Desa Sudu, saat ini juga memperbaharui markah jalan. Markah jalan nasional kini bercat kuning.

Baca Juga :  Bojonegoro Dinobatkan Pemilik Komitmen Tertinggi Belanja Produk Dalam Negeri

“Saat ini jalan nasional memang diperintahkan memberikan markah kuning,” jelasnya.

Menurut Yuda, perubahan warna markah itu hanya untuk membedakan antara jalan nasional dan yang bukan. Sebab, selama ini masih belum ada pembeda antara mana jalan nasional, provinsi, dan nasional.

BOJONEGORO – Pelebaran Jalan Bojonegoro-Cepu, tepatnya di kawasan Desa Sudu, Kecamatan Gayam, berlangsung hingga malam. Pelebaran jalan itu membuat arus lalu lintas di kawasan itu mengalami kemacetan.

“Kita berlakukan buka-tutup,” ujar PPK Jalan Nasional di Bojonegoro Kristanto Yuda kemarin (13/5).

Yuda menjelaskan, sesuai target jalan itu nantinya akan selesai H-10. Saat itu semua ruas jalan akan dibuka. Sehingga, pengguna jalan atau pemudik bisa dengan mudah melintas. “Saat ini masih kita kebut terus pengerjaannya,” terangnya.

Yuda menjelaskan, pengerjaan pelebaran itu berlangsung lama. Sebab, tidak hanya pelebaran. Tapi, juga jalan itu ditinggikan. Sebab, jika tidak ditinggikan jalan itu akan ambles lagi. “Kita tinggikan 40 sentimeter (cm),” jelasnya.

Baca Juga :  Prediksi Silpa Belum Pasti

Pelebaran jalan itu juga tidak banyak. Hanya 1,5 meter. Dari ukuran semula 6 meter menjadi 7,5 meter. Yuda menjelaskan, kontur tanah di kawasan itu tidak stabil. Sehingga, kondisi jalan menjadi bergelombang. Kondisi itu membuat pengguna jalan tidak nyaman. Sehingga, diperlukan pelebaran dan peninggian jalan.

Pengerjaan jalan itu sudah dilakukan sejak bulan lalu. Pengerjaan berjalan agak lambat karena itu jalur utama Bojonegoro-Ngawi dan Bojonegro-Blora. Kemacetan akibat perbaikan jalan itu tidak bisa dihindarkan.

Untuk jalan lainnya, terus dilakukan perbaikan ringan. Sehingga, H-10 mendatang semua jalan mulus. Selain pelebaran jalan di kawasan Desa Sudu, saat ini juga memperbaharui markah jalan. Markah jalan nasional kini bercat kuning.

Baca Juga :  Deg – degan di Atas 

“Saat ini jalan nasional memang diperintahkan memberikan markah kuning,” jelasnya.

Menurut Yuda, perubahan warna markah itu hanya untuk membedakan antara jalan nasional dan yang bukan. Sebab, selama ini masih belum ada pembeda antara mana jalan nasional, provinsi, dan nasional.

Artikel Terkait

Most Read

Daya Beli Konsumen Lokal Rendah

Piala Dunia untuk Celeng

Cukup Perawatan Wisata Religi

Uji Coba Jargas di Rumah Warga

Artikel Terbaru


/