alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Kali Blawi Siaga Merah

LAMONGAN – Papan praduga tinggi muka air (TMA) Kali Blawi, Kecamatan Karangbinangun, menunjukkan tren terus naik. Pantauan Jawa Pos Radar Lamongan, TMA kali Blawi +59 peilschaal. Idealnya kali tersebut pada titik 40 peilschaal. Sehingga terjadi luapan di sejumlah kecamatan. Seperti, Karangbinangun, Glagah, Deket, Turi, dan Kalitengah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Karangbinangun ada tujuh Desa. Yakni Sukorejo dengan 34 rumah tergenang dan tambak 205 hektare. Desa Karanganom dengan 38 rumah tergenang. Fasilatas umum sekolahan MI dan tambak sekitar 125 hektare.

Desa Somowinangun  55 rumah dan tambak 175 hektare. Desa Ketapang Telu dengan 55 unit rumah. Fasilitas umum SD 2, dan MI 1, serta tambak 190 hektare. Desa Waruk Rumah 23 rumah tergenang ketinggian 5 sampai 10 sentimter (cm). Fasilatas umum MI serta tambak 146 hektare.

Baca Juga :  Sempatkan Ikut Seminar Parenting

Desa Blawi sekitar 35 rumah tergenang. Fasilatas umum MA Mambaul Ulum Blawi dan tambak 207 hektare. Desa Putatbangah ada 14 rumah tergenang dan 80 hektare tambak. “Karangbinangun memang terdampak paling parah karena muara. Dan dekat dengan pembuangan Bengawan Jero,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata.

Menurut dia, setiap hari TMA Blawi naik 0,1 sebelumnya hanya +58 peilschaal. Sehingga petugas di lapangan terus memantau. Sebab, perbaikan Kali Blawi tersebut juga belum rampung.

Padahal, kali tersebut menjadi muara seluruh anak kali. Kali Blawi lokasinya paling dekat dengan Bengawan Jero. Seluruh pembuangan wilayah hulu, seperti anak kali dan Waduk Gondang serta Waduk Prijetan juga kesana.

Baca Juga :  Gerakan Sadar Pajak 2021

Selain itu, intensitas hujan sangat tinggi. Akibatnya tidak bisa menampung air berlebih sehingga Bengawan Jero meluber airnya ke permukiman warga dan tambak.

LAMONGAN – Papan praduga tinggi muka air (TMA) Kali Blawi, Kecamatan Karangbinangun, menunjukkan tren terus naik. Pantauan Jawa Pos Radar Lamongan, TMA kali Blawi +59 peilschaal. Idealnya kali tersebut pada titik 40 peilschaal. Sehingga terjadi luapan di sejumlah kecamatan. Seperti, Karangbinangun, Glagah, Deket, Turi, dan Kalitengah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Karangbinangun ada tujuh Desa. Yakni Sukorejo dengan 34 rumah tergenang dan tambak 205 hektare. Desa Karanganom dengan 38 rumah tergenang. Fasilatas umum sekolahan MI dan tambak sekitar 125 hektare.

Desa Somowinangun  55 rumah dan tambak 175 hektare. Desa Ketapang Telu dengan 55 unit rumah. Fasilitas umum SD 2, dan MI 1, serta tambak 190 hektare. Desa Waruk Rumah 23 rumah tergenang ketinggian 5 sampai 10 sentimter (cm). Fasilatas umum MI serta tambak 146 hektare.

Baca Juga :  Anggarkan DED Cold Storage Rp 150 Juta

Desa Blawi sekitar 35 rumah tergenang. Fasilatas umum MA Mambaul Ulum Blawi dan tambak 207 hektare. Desa Putatbangah ada 14 rumah tergenang dan 80 hektare tambak. “Karangbinangun memang terdampak paling parah karena muara. Dan dekat dengan pembuangan Bengawan Jero,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata.

Menurut dia, setiap hari TMA Blawi naik 0,1 sebelumnya hanya +58 peilschaal. Sehingga petugas di lapangan terus memantau. Sebab, perbaikan Kali Blawi tersebut juga belum rampung.

Padahal, kali tersebut menjadi muara seluruh anak kali. Kali Blawi lokasinya paling dekat dengan Bengawan Jero. Seluruh pembuangan wilayah hulu, seperti anak kali dan Waduk Gondang serta Waduk Prijetan juga kesana.

Baca Juga :  Tertutup Kertas

Selain itu, intensitas hujan sangat tinggi. Akibatnya tidak bisa menampung air berlebih sehingga Bengawan Jero meluber airnya ke permukiman warga dan tambak.

Artikel Terkait

Most Read

Belum Bisa Bikin Anggaran

BRI Mencerdaskan Anak Bangsa

Nyaman Sebagai Pustakawan

Artikel Terbaru


/