alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Banjir, 22 Peserta Absen Ujian Paket C

LAMONGAN – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) paket C memasuki hari kedua. Namun, terdapat salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang warga belajarnya tidak hadir mencapai 22 orang.

Alasannya, lokasi ujian tergenang banjir dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa. Berdasarkan data Disdik Lamongan ada 15 PKBM penyelenggara. Termasuk satu pondok pesantren (ponpes).

“Sebenarnya ujian masih berlangsung, tapi di antara genangan air, jadi banyak memilih izin,” kata Kasi Keaksaraan dan Kesetaraan Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Waji kemarin (13/4).

Menurut dia, pelaksanaan ujian masih berlanjut meski banjir. Karena sekolahnya lumayan tinggi sehingga tidak ada masalah dengan jaringan dan listrik. Tapi, karena warga belajar di PKBM Flamboyan Kalitengah khususnya, rerata berasal dari wilayah terdampak banjir. Sehingga ada kemungkinan mereka enggan berangkat.

Baca Juga :  Passing Grade Seleksi CPNS Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

Menurutnya, warga belajar tidak hadir ini rugi. Karena dari pusat tidak ada jadwal susulan. Dia belum menerima, biasanya susulan hanya dua hari saja. Kalau tidak hadir otomatis harus mengikuti tahun depan.

Padahal, pembelajaran kesetaraan ini disamakan dengan pendidikan formal. Mereka belajar selama tiga tahun, dengan kurikulum KTSP 2006. Setiap tahun, buku ajar juga menyesuaikan dengan pendidikan formal.

Bahkan sebagian sudah kurikulum 2013. Karena itu, soal yang diujikan juga menggunakan nalar tinggi. Serta seluruhnya sudah berbasis komputer. “Kalau USBN masih kertas karena keterbatasan sarpras,”terangnya.

Waji menuturkan, jumlah peserta tidak hadir total masih sama dengan sebelumnya yakni 85 orang. Mereka memilih absen karena beberapa alasan. Misalnya mengundurkan diri, meninggal dunia, tidak mendapatkan izin perusahaan, dan tanpa keterangan.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Masih 81 Persen

Padahal, sebelum pelaksanaan setiap PKBM sudah mengirimkan izin ke perusahaan. Supaya karyawannya diberikan toleransi waktu untuk mengikuti ujian. Apalagi sejumlah perusahaan sekarang membutuhkan karyawan dengan kualifikasi pendidikan tinggi.

Hal.itu terbukti dengan meningkatnya jumlah warga belajar paket C. Sebelumnya hanya 470 warga belajar, sekarang ada 539 orang. Kenaikan dipengaruhi minat mengantongi ijazah bertambah. Beberapa peserta paket tahun ini merupakan warga binaan. Sehingga PKBM terus mengajak warga belajar usianya sudah tua untuk menyelesaikan pendidikannya.

LAMONGAN – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) paket C memasuki hari kedua. Namun, terdapat salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang warga belajarnya tidak hadir mencapai 22 orang.

Alasannya, lokasi ujian tergenang banjir dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa. Berdasarkan data Disdik Lamongan ada 15 PKBM penyelenggara. Termasuk satu pondok pesantren (ponpes).

“Sebenarnya ujian masih berlangsung, tapi di antara genangan air, jadi banyak memilih izin,” kata Kasi Keaksaraan dan Kesetaraan Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Waji kemarin (13/4).

Menurut dia, pelaksanaan ujian masih berlanjut meski banjir. Karena sekolahnya lumayan tinggi sehingga tidak ada masalah dengan jaringan dan listrik. Tapi, karena warga belajar di PKBM Flamboyan Kalitengah khususnya, rerata berasal dari wilayah terdampak banjir. Sehingga ada kemungkinan mereka enggan berangkat.

Baca Juga :  Aktivasi Tunggu Petunjuk Gubernur

Menurutnya, warga belajar tidak hadir ini rugi. Karena dari pusat tidak ada jadwal susulan. Dia belum menerima, biasanya susulan hanya dua hari saja. Kalau tidak hadir otomatis harus mengikuti tahun depan.

Padahal, pembelajaran kesetaraan ini disamakan dengan pendidikan formal. Mereka belajar selama tiga tahun, dengan kurikulum KTSP 2006. Setiap tahun, buku ajar juga menyesuaikan dengan pendidikan formal.

Bahkan sebagian sudah kurikulum 2013. Karena itu, soal yang diujikan juga menggunakan nalar tinggi. Serta seluruhnya sudah berbasis komputer. “Kalau USBN masih kertas karena keterbatasan sarpras,”terangnya.

Waji menuturkan, jumlah peserta tidak hadir total masih sama dengan sebelumnya yakni 85 orang. Mereka memilih absen karena beberapa alasan. Misalnya mengundurkan diri, meninggal dunia, tidak mendapatkan izin perusahaan, dan tanpa keterangan.

Baca Juga :  Wabah Meluas Hingga 13 Kecamatan di Lamongan

Padahal, sebelum pelaksanaan setiap PKBM sudah mengirimkan izin ke perusahaan. Supaya karyawannya diberikan toleransi waktu untuk mengikuti ujian. Apalagi sejumlah perusahaan sekarang membutuhkan karyawan dengan kualifikasi pendidikan tinggi.

Hal.itu terbukti dengan meningkatnya jumlah warga belajar paket C. Sebelumnya hanya 470 warga belajar, sekarang ada 539 orang. Kenaikan dipengaruhi minat mengantongi ijazah bertambah. Beberapa peserta paket tahun ini merupakan warga binaan. Sehingga PKBM terus mengajak warga belajar usianya sudah tua untuk menyelesaikan pendidikannya.

Artikel Terkait

Most Read

Pesta Gol: 7 Persela v Persegres 1

Keluhkan Tak Ada Materi ANBK Khusus SD LB

Curi Poin Penuh dari Magetan

Artikel Terbaru


/