alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Polisi Amankan Dua Kurir SS di Rumahnya

- Advertisement -

KOTA – Khairul Panca, 30, asal Desa Tanjung, Kecamatan Lamongan, ditangkap polisi di rumahnya Kamis (13/4) malam. Gara – garanya, dia diduga menjadi kurir sabu – sabu (SS). Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, mengatakan, Khairul Panca ditangkap berdasarkan hasil pengembangan kasus serupa dengan tersangka Agus. Dalam pemeriksaan, Agus mengaku mendapatkan sabu – sabu dari Panca.

‘’Panca juga mengakui kalau barang yang dimiliki Agus hasil beli darinya serta mendapatkan Rp 200 ribu,’’ ujarnya. Di rumah Panca, petugas menemukan alat hisap lengkap. Diduga, alat tersebut usai digunakan menghisap sabu – sabu. Tersangka bekerja seperti itu karena merasa sangat mudah untuk mendapatkan banyak keuntungan. 

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun Tajam, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Selain Panca, petugas juga mengamankan Dul, 18, asal Kecamatan Simokerto, Surabaya. Dia ditangkap saat ingin mengirim barang ke pelanggannya di  Kelurahan/Kecamatan Brondong. Di hadapan petugas, dia mengaku baru kali pertama melakukan pengiriman sabu – sabu dan inex. Sekali pengiriman, tersangka mendapatkan upah Rp 100 ribu. ‘’Saya juga mendapatkan upah memakai sabu – sabu dengan gratis usai pengiriman,’’ katanya. 

Dari kasus ini, barang bukti yang diamankan satu klip sabu – sabu seberat 1,11 gram dan dua butir pil inex. Rencananya, barang tersebut dikirm kepada salah seorang pelanggannya di wilayah Brondong.  ‘’Tersangka ini paling muda sendiri dibanding pelaku – pelaku lainya,’’ kata Djoko Bisono.

Baca Juga :  Mana Bisa Ada Trump dan Ing-wen

KOTA – Khairul Panca, 30, asal Desa Tanjung, Kecamatan Lamongan, ditangkap polisi di rumahnya Kamis (13/4) malam. Gara – garanya, dia diduga menjadi kurir sabu – sabu (SS). Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, mengatakan, Khairul Panca ditangkap berdasarkan hasil pengembangan kasus serupa dengan tersangka Agus. Dalam pemeriksaan, Agus mengaku mendapatkan sabu – sabu dari Panca.

‘’Panca juga mengakui kalau barang yang dimiliki Agus hasil beli darinya serta mendapatkan Rp 200 ribu,’’ ujarnya. Di rumah Panca, petugas menemukan alat hisap lengkap. Diduga, alat tersebut usai digunakan menghisap sabu – sabu. Tersangka bekerja seperti itu karena merasa sangat mudah untuk mendapatkan banyak keuntungan. 

Baca Juga :  Pernikahan Anak Dibawah Umur Meningkat Tajam

Selain Panca, petugas juga mengamankan Dul, 18, asal Kecamatan Simokerto, Surabaya. Dia ditangkap saat ingin mengirim barang ke pelanggannya di  Kelurahan/Kecamatan Brondong. Di hadapan petugas, dia mengaku baru kali pertama melakukan pengiriman sabu – sabu dan inex. Sekali pengiriman, tersangka mendapatkan upah Rp 100 ribu. ‘’Saya juga mendapatkan upah memakai sabu – sabu dengan gratis usai pengiriman,’’ katanya. 

Dari kasus ini, barang bukti yang diamankan satu klip sabu – sabu seberat 1,11 gram dan dua butir pil inex. Rencananya, barang tersebut dikirm kepada salah seorang pelanggannya di wilayah Brondong.  ‘’Tersangka ini paling muda sendiri dibanding pelaku – pelaku lainya,’’ kata Djoko Bisono.

Baca Juga :  Persiapan ke Kejurprov

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/