alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Mulai Terang, Identitas Terlapor Ujaran Kebencian

TUBAN – Perlahan tapi pasti identitas pemilik akun Adipati Ketiban Ondo, terlapor ujaran kebencian terhadap Bupati Tuban Fathul Huda mulai terungkap. Itu menyusul pernyataan Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto kepada Jawa Pos Radar Tuban Jumat (13/4). Dia menyebutkan pemilik akun merupakan warga Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang. Hanya saja, sekarang ini terlapor tidak berdomisili di Palang. 

Pada pemberitaan sebelumnya, sumber terpercaya wartawan koran ini menyebutkan keberadaan orang tersebut di wilayah Kecamatan Semanding berdasar tracking internet protocol (IP) address. Sangat mungkin terlapor banyak beraktivitas di kecamatan tersebut. Entah untuk bekerja atau bermukim. ‘’Orang Leran Kulon, Kecamatan Palang,’’ ujarnya yang kemudian sambungan sinyal terputus.

Terpisah, Kaur Binops Satreskrim Polres Tuban Iptu Tomi Rimbawan mengatakan, kasus ujaran kebencian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Hingga saat ini, menurut dia, pihaknya belum mengetahui motif di balik hinaan tersebut. Sebab, pemanggilan terlapor hingga kini belum dipenuhi yang bersangkutan. ‘’Kami (polisi) masih cari tahu alasan di balik komentar (Facebook) tersebut. Apakah memang dibuat dia sendiri atau orang lain (hack), juga belum tahu,’’ kata Tomi.

Baca Juga :  Tiga Tahun Operasional Belum Optimal

Pendalaman terhadap latar belakang terlapor juga diarahkan menggali seputar keluarganya. Sehingga, nantinya bakal diketahui motif pelaku menghujat bupati. ‘’Masih ada kemungkinan-kemungkinan yang belum terjawab karena belum ada keterangan dari terlapor, ‘’ tutur dia.

Tomi lebih lanjut mengatakan, sekarang ini satuannya fokus mencari keberadaan terlapor. Karena ujaran kebencian tersebut masih viral, dikhawatirkan orang tersebut kabur dari Tuban. 

Apakah alat bukti yang dimiliki polisi untuk menetapkan pemilik akun Adipati Ketiban Ondo sebagai tersangka cukup kuat? Perwira kelahiran Palang ini menerangkan, satuannya perlu kajian mendalam. Salah satunya keterangan saksi ahli bahasa dan pakar informasi dan teknologi (IT). ‘’Sudah ada gambaran untuk saksi ahli, tapi belum bisa kami pastikan siapa orangnya,’’ terang dia. 

Diberitakan sebelumnya, setelah menjadi bahan perbincangan warganet akibat komentarnya di kolom komentar salah satu grup Facebook yang bernada ujaran kebencian, pada 31 Maret, akun Facebook Adipati Ketiban Ondo resmi dilaporkan ke Polres Tuban. Pelapornya, lima ormas. Yakni, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban, Karang Taruna, asosiasi pemuda anti hoax dan hate speech Tuban, barisan muda nahdliyin, dan Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jatim.

Baca Juga :  Dekan FISIP Unirow: Hate Speech Bisa Jadi Bom Waktu

Ketua DPD KNPI Tuban Nashirul Umam menegaskan, perkataan pemilik akun Facebook Adipati Ketiban Ondo yang bernada caci maki merupakan bagian dari ujaran kebencian. Terlebih, hujatan dan caci maki itu ditujukan kepada seorang bupati. 

Meski sasaran ujaran kebencian itu tidak menyertakan nama lengkap, namun versi Nashirul Umam, penyebutan bupati Huda sudah menegaskan bahwa ujaran kebencian itu ditujukan kepada bupati Tuban Fathul Huda. Terlebih, perkatakan tersebut disampaikan di kolom komentar dari sebuah status yang mengunggah foto bupati Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein.

TUBAN – Perlahan tapi pasti identitas pemilik akun Adipati Ketiban Ondo, terlapor ujaran kebencian terhadap Bupati Tuban Fathul Huda mulai terungkap. Itu menyusul pernyataan Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto kepada Jawa Pos Radar Tuban Jumat (13/4). Dia menyebutkan pemilik akun merupakan warga Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang. Hanya saja, sekarang ini terlapor tidak berdomisili di Palang. 

Pada pemberitaan sebelumnya, sumber terpercaya wartawan koran ini menyebutkan keberadaan orang tersebut di wilayah Kecamatan Semanding berdasar tracking internet protocol (IP) address. Sangat mungkin terlapor banyak beraktivitas di kecamatan tersebut. Entah untuk bekerja atau bermukim. ‘’Orang Leran Kulon, Kecamatan Palang,’’ ujarnya yang kemudian sambungan sinyal terputus.

Terpisah, Kaur Binops Satreskrim Polres Tuban Iptu Tomi Rimbawan mengatakan, kasus ujaran kebencian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Hingga saat ini, menurut dia, pihaknya belum mengetahui motif di balik hinaan tersebut. Sebab, pemanggilan terlapor hingga kini belum dipenuhi yang bersangkutan. ‘’Kami (polisi) masih cari tahu alasan di balik komentar (Facebook) tersebut. Apakah memang dibuat dia sendiri atau orang lain (hack), juga belum tahu,’’ kata Tomi.

Baca Juga :  Dekan FISIP Unirow: Hate Speech Bisa Jadi Bom Waktu

Pendalaman terhadap latar belakang terlapor juga diarahkan menggali seputar keluarganya. Sehingga, nantinya bakal diketahui motif pelaku menghujat bupati. ‘’Masih ada kemungkinan-kemungkinan yang belum terjawab karena belum ada keterangan dari terlapor, ‘’ tutur dia.

Tomi lebih lanjut mengatakan, sekarang ini satuannya fokus mencari keberadaan terlapor. Karena ujaran kebencian tersebut masih viral, dikhawatirkan orang tersebut kabur dari Tuban. 

Apakah alat bukti yang dimiliki polisi untuk menetapkan pemilik akun Adipati Ketiban Ondo sebagai tersangka cukup kuat? Perwira kelahiran Palang ini menerangkan, satuannya perlu kajian mendalam. Salah satunya keterangan saksi ahli bahasa dan pakar informasi dan teknologi (IT). ‘’Sudah ada gambaran untuk saksi ahli, tapi belum bisa kami pastikan siapa orangnya,’’ terang dia. 

Diberitakan sebelumnya, setelah menjadi bahan perbincangan warganet akibat komentarnya di kolom komentar salah satu grup Facebook yang bernada ujaran kebencian, pada 31 Maret, akun Facebook Adipati Ketiban Ondo resmi dilaporkan ke Polres Tuban. Pelapornya, lima ormas. Yakni, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban, Karang Taruna, asosiasi pemuda anti hoax dan hate speech Tuban, barisan muda nahdliyin, dan Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jatim.

Baca Juga :  Tiga Tahun Operasional Belum Optimal

Ketua DPD KNPI Tuban Nashirul Umam menegaskan, perkataan pemilik akun Facebook Adipati Ketiban Ondo yang bernada caci maki merupakan bagian dari ujaran kebencian. Terlebih, hujatan dan caci maki itu ditujukan kepada seorang bupati. 

Meski sasaran ujaran kebencian itu tidak menyertakan nama lengkap, namun versi Nashirul Umam, penyebutan bupati Huda sudah menegaskan bahwa ujaran kebencian itu ditujukan kepada bupati Tuban Fathul Huda. Terlebih, perkatakan tersebut disampaikan di kolom komentar dari sebuah status yang mengunggah foto bupati Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/