alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Sablon Digital Ramaikan Persaingan

BISNIS – Pelaku usaha sablon di Bojonegoro cukup menjamur. Ada yang memilih sablon manual maupun sablon digital. Para pengusaha sablon digital lebih diminati konsumen karena bisa mengandalkan pesanan bijian dan full color. 

Sehingga konsumen pun terus berdatangan. Adapun keunggulan lainnya yaitu cepat. Meski begitu, pasar sablon manual juga masih tumbuh. Hal ini ditopang banyaknya permintaan pasar.

Rahmat, salah satu karyawan sablon digital mengungkapkan, prospek sablon digital cukup bagus. Karena, gambar sablon digital itu lebih nyata dan cepat pengerjaannya.

Jadi, konsumen kalau punya desain sebanyak apapun warnanya, pasti bisa puas dengan hasil sablon digital. 

Setidaknya, tiap harinya ada pesanan sekitar 10 kaus. Kalau ada komunitas yang pesan bisa lebih dari itu, karena pesannya lusinan.

Baca Juga :  Cetak Generasi Unggul, Prestasi, Berkarakter, Berbudaya Berdasar Iman-Taqwa

Per kausnya, dia membandrol harga Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu. “Harga tersebut satu sisi kaus saja,” katanya kemarin (13/2). Rahmat menambahkan, konsumen paling banyak dari kalangan remaja dan orang tua.

Konsumen suka menyablon foto keluarga atau foto dengan pasangannya. Sehingga, Rahmat optimistis, kebutuhan konsumen sangat terwakili dengan adanya sablon digital. 

‘’Rencananya juga ingin buka cabang di Cepu atau Tuban secepatnya,” jelasnya. Dia juga banyak melobi komunitas-komunitas dan perusahaan yang tertarik menyablon kaus. 

Putri salah satu karyawan sablon digital mengatakan, sablon digital hingga saat ini masih tetap diminati berbagai kalangan. Dia menyebutkan, konsumen di tempatnya mulai dari anak kecil hingga orang tua. 

Baca Juga :  Kasus Covid Anak Hanya Tercatat 5 Orang

Karena dengan sablon digital lebih cepat prosesnya dan sebanyak apapun warnanya tidak memengaruhi harga seperti sablon manual. ‘’Biasanya anak-anak kecil kan pesan gambar-gambar kartun kesukaannya,” katanya.

Menurut Putri, harga sablon digital dihitung berdasarkan warna kaus dan ukuran kaus. “Kalau kaus warna gelap tentu lebih mahal dari kaus warna putih. Sebab warna gelap dua kali ngeprint-nya,” tuturnya memastikan, sehari sedikitnya ada 10 kaus sablon. 

BISNIS – Pelaku usaha sablon di Bojonegoro cukup menjamur. Ada yang memilih sablon manual maupun sablon digital. Para pengusaha sablon digital lebih diminati konsumen karena bisa mengandalkan pesanan bijian dan full color. 

Sehingga konsumen pun terus berdatangan. Adapun keunggulan lainnya yaitu cepat. Meski begitu, pasar sablon manual juga masih tumbuh. Hal ini ditopang banyaknya permintaan pasar.

Rahmat, salah satu karyawan sablon digital mengungkapkan, prospek sablon digital cukup bagus. Karena, gambar sablon digital itu lebih nyata dan cepat pengerjaannya.

Jadi, konsumen kalau punya desain sebanyak apapun warnanya, pasti bisa puas dengan hasil sablon digital. 

Setidaknya, tiap harinya ada pesanan sekitar 10 kaus. Kalau ada komunitas yang pesan bisa lebih dari itu, karena pesannya lusinan.

Baca Juga :  Kasus Covid Anak Hanya Tercatat 5 Orang

Per kausnya, dia membandrol harga Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu. “Harga tersebut satu sisi kaus saja,” katanya kemarin (13/2). Rahmat menambahkan, konsumen paling banyak dari kalangan remaja dan orang tua.

Konsumen suka menyablon foto keluarga atau foto dengan pasangannya. Sehingga, Rahmat optimistis, kebutuhan konsumen sangat terwakili dengan adanya sablon digital. 

‘’Rencananya juga ingin buka cabang di Cepu atau Tuban secepatnya,” jelasnya. Dia juga banyak melobi komunitas-komunitas dan perusahaan yang tertarik menyablon kaus. 

Putri salah satu karyawan sablon digital mengatakan, sablon digital hingga saat ini masih tetap diminati berbagai kalangan. Dia menyebutkan, konsumen di tempatnya mulai dari anak kecil hingga orang tua. 

Baca Juga :  SDN 2 Kauman Daftar Tryout

Karena dengan sablon digital lebih cepat prosesnya dan sebanyak apapun warnanya tidak memengaruhi harga seperti sablon manual. ‘’Biasanya anak-anak kecil kan pesan gambar-gambar kartun kesukaannya,” katanya.

Menurut Putri, harga sablon digital dihitung berdasarkan warna kaus dan ukuran kaus. “Kalau kaus warna gelap tentu lebih mahal dari kaus warna putih. Sebab warna gelap dua kali ngeprint-nya,” tuturnya memastikan, sehari sedikitnya ada 10 kaus sablon. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/