alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Jelang Imlek, Stok Jeruk Impor Menipis

Tingginya permintaan jeruk impor menjelang perayaan Tahun Baru Imlek berakibat menipisnya stok di daerah. Karena pasokan jeruk impor dibatasi. Sehingga, stok lokal juga berkurang. Padahal, permintaan jeruk lumayan banyak dari kalangan yang akan merayakan Imlek. Maitri Rahmawati, kepala salah satu toko modern mengatakan, stok jeruk impor sudah menipis sejak minggu lalu.

Bahkan, dari dua jenis jeruk yang dijual, hanya satu tersedia. Yakni, jenis kino pakistan. Jumlahnya tidak banyak, hanya 8 kilogram (kg). Kemungkinan akan habis dalam waktu satu hari. Sedangkan untuk jeruk ponkam, stoknya sudah tidak ada sejak minggu lalu.

“Permintaan sudah ada meski belum banyak, tapi stoknya tidak ada,“ katanya kemarin (13/2). Menurut Maitri, kelangkaan stok jeruk impor sepertinya merata. Jadi masing-masing toko hanya dijatah karena ketersediaan dari pusat juga berkurang.

Baca Juga :  Cintai Batik

Kabarnya, impor buah jeruk ini memang berkurang karena kebutuhan di sejumlah negara juga tinggi. Meski stoknya menipis, jeruk impor tidak mengalami kenaikan harga. Untuk jenis kino pakistan harganya masih Rp 21.900 per kg, sedangkan ponkam harganya Rp 24.900/kg. 

Sementara, Hilda salah satu konsumen mengungkapkan, biasanya kalau jelang momen Imlek harga jeruk justru ada potongan. Tapi, karena stoknya terbatas, jadi harus berebut dengan pelanggan lainnya. 

Dia memprediksi akan terjadi kenaikan harga kalau ketersediaan stoknya masih minim. Sebab, permintaan akan terus bertambah karena sebagian umat Tionghoa masih mempercayai filosofi buah tersebut. ‘’Agak sulit memang untuk dapat buah impor di Lamongan,” ujarnya. 

Tingginya permintaan jeruk impor menjelang perayaan Tahun Baru Imlek berakibat menipisnya stok di daerah. Karena pasokan jeruk impor dibatasi. Sehingga, stok lokal juga berkurang. Padahal, permintaan jeruk lumayan banyak dari kalangan yang akan merayakan Imlek. Maitri Rahmawati, kepala salah satu toko modern mengatakan, stok jeruk impor sudah menipis sejak minggu lalu.

Bahkan, dari dua jenis jeruk yang dijual, hanya satu tersedia. Yakni, jenis kino pakistan. Jumlahnya tidak banyak, hanya 8 kilogram (kg). Kemungkinan akan habis dalam waktu satu hari. Sedangkan untuk jeruk ponkam, stoknya sudah tidak ada sejak minggu lalu.

“Permintaan sudah ada meski belum banyak, tapi stoknya tidak ada,“ katanya kemarin (13/2). Menurut Maitri, kelangkaan stok jeruk impor sepertinya merata. Jadi masing-masing toko hanya dijatah karena ketersediaan dari pusat juga berkurang.

Baca Juga :  Asal Ada Cantolan Hukum, DPRD Mendukung

Kabarnya, impor buah jeruk ini memang berkurang karena kebutuhan di sejumlah negara juga tinggi. Meski stoknya menipis, jeruk impor tidak mengalami kenaikan harga. Untuk jenis kino pakistan harganya masih Rp 21.900 per kg, sedangkan ponkam harganya Rp 24.900/kg. 

Sementara, Hilda salah satu konsumen mengungkapkan, biasanya kalau jelang momen Imlek harga jeruk justru ada potongan. Tapi, karena stoknya terbatas, jadi harus berebut dengan pelanggan lainnya. 

Dia memprediksi akan terjadi kenaikan harga kalau ketersediaan stoknya masih minim. Sebab, permintaan akan terus bertambah karena sebagian umat Tionghoa masih mempercayai filosofi buah tersebut. ‘’Agak sulit memang untuk dapat buah impor di Lamongan,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/