alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Harga Melambung, Pedagang Ikan Libur Berjualan

SEMENTARA itu, pasokan ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan juga merosot. Sehingga para pedagang ikan mengeluh karena harga melambung  dan pembeli minim. Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Sutamadji membenarkan, sejak dua bulan terakhir harga ikan terus melambung tinggi dan tidak ada penurunan sama sekali. Sebab petani tambak masih banyak yang belum panen ikan. KOndisi itu memicu kenaikan harga ikan. ‘’Saat ini ikan yang masuk ke pasar kurang lebih 50 ton setiap hari. Bahkan dua minggu lalu hanya 30 ton setiap hari,’’ ungkapnya selasa (13/2). 

Menurut dia, kenaikan pasokan sekitar 20 ton ton tersebut bukan karena telah mulai masa panen, tetapi karena ada petani tambah yang lebih awal melakukan panen untuk mengejar harga ikan yang mahal saat ini. Terbukti, ikan masih kecil atau belum cukup umur yang masuk ke pasar ikan. ‘’Kemungkinan panen raya baru awal April mendatang,’’ ujarnya 

Baca Juga :  Komiditas Mahal, Ditentukan dari Panjang Sirip Atas

Salah satu pedagang ikan di Pasar Ikan Lamongan, Ashan mengatakan, kelangkaan ikan sudah sekitar tiga bulan lalu. Banyak pedagang yang berhenti berjualan sementara karena minim ikan serta harga yang sangat mahal, sehingga tidak mampu kulakan. Selain itu, jumlah pembeli juga berkurang hingga 50 persen karena harga ikan mahal. ‘’Kebanyakan pembeli beralih mengkonsumsi selain ikan, seperti ayam atau telor yang harganya lebih murah,’’ ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, ikan Bandeng mencapai Rp 16 ribu per kg,  sedangkan ikan Mujair 1 kg berisi lima sampai enam ekor seharga Rp 30 ribu. Harga tersebut naik 50 hingga 100 persen. ‘’Pengiriman ikan ke luar kota juga mengalami penurunan hingga 50 persen,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Musyrik Bisnis

SEMENTARA itu, pasokan ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan juga merosot. Sehingga para pedagang ikan mengeluh karena harga melambung  dan pembeli minim. Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Sutamadji membenarkan, sejak dua bulan terakhir harga ikan terus melambung tinggi dan tidak ada penurunan sama sekali. Sebab petani tambak masih banyak yang belum panen ikan. KOndisi itu memicu kenaikan harga ikan. ‘’Saat ini ikan yang masuk ke pasar kurang lebih 50 ton setiap hari. Bahkan dua minggu lalu hanya 30 ton setiap hari,’’ ungkapnya selasa (13/2). 

Menurut dia, kenaikan pasokan sekitar 20 ton ton tersebut bukan karena telah mulai masa panen, tetapi karena ada petani tambah yang lebih awal melakukan panen untuk mengejar harga ikan yang mahal saat ini. Terbukti, ikan masih kecil atau belum cukup umur yang masuk ke pasar ikan. ‘’Kemungkinan panen raya baru awal April mendatang,’’ ujarnya 

Baca Juga :  Arahan Bupati, Relokasi Harus Bulan Ini

Salah satu pedagang ikan di Pasar Ikan Lamongan, Ashan mengatakan, kelangkaan ikan sudah sekitar tiga bulan lalu. Banyak pedagang yang berhenti berjualan sementara karena minim ikan serta harga yang sangat mahal, sehingga tidak mampu kulakan. Selain itu, jumlah pembeli juga berkurang hingga 50 persen karena harga ikan mahal. ‘’Kebanyakan pembeli beralih mengkonsumsi selain ikan, seperti ayam atau telor yang harganya lebih murah,’’ ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, ikan Bandeng mencapai Rp 16 ribu per kg,  sedangkan ikan Mujair 1 kg berisi lima sampai enam ekor seharga Rp 30 ribu. Harga tersebut naik 50 hingga 100 persen. ‘’Pengiriman ikan ke luar kota juga mengalami penurunan hingga 50 persen,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Seminggu Rusak, Proyek Japordes Disoal 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/