alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Pendapatan Tersendat Cuaca Buruk 

- Advertisement -

LAMONGAN – Cuaca buruk masih menyelimuti kawasan Pantai Utara (Pantura) Lamongan. Kondisi ini membuat seluruh nelayan menghentikan aktivitas melaut. Angin kencang dan gelombang tinggi masih mengintai.

Imbasnya beberapa hari terakhir, nelayan harus gigit jari dan tak memiliki pemasukan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) belum berani melaut semua,’’ kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan Sukri sabtu (13/1).

Kondisi seperti ini dimanfaatkan nelayan untuk membenahi alat tangkap jaring. Serta, membenahi perahu atau kapal. Sukri menjelaskan, berdasar edaran surat dari Polairud Polres Lamongan, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir pekan ini. 

‘’Tentu kita berharap cuaca buruk cepat mereda. Kasihan para nelayan tak bisa bekerja,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Nelayan di Pantura, Lamongan Waspadai Gelombang Tinggi

Sukri mengakui kondisi ini cukup sulit dirasakan nelayan, yakni tak memiliki pemasukan. Contohnya nelayan di Desa Kranji, Kecamatan Paciran. Mayoritas kapal motor nelayan (KMN) berkapasitas 20 gross tonnage (gt), mampu menghasilkan 1 ton ikan sekali melaut. 

- Advertisement -

‘’Kalau Kranji menggunakan kapal, sedangkan di Desa Paciran menggunakan perahu di bawah 5 gt. Kondisinya sama semua,’’ ujar dia.

Ketua RN Paciran Mukhlisin Amar membenarkan jika cuaca buruk masih menghiasi laut Kecamatan Paciran. Biasanya, nelayan mampu menghasilkan 15 hingga 20 unit rajungan.

Kini tanpa melaut tak ada pemasukan diperoleh nelayan. ‘’Informasinya larangan melaut hingga hari ini (kemarin). Tapi kita masih tunggu informasi lebih lanjut,’’ ujar Mukhlisin. 

LAMONGAN – Cuaca buruk masih menyelimuti kawasan Pantai Utara (Pantura) Lamongan. Kondisi ini membuat seluruh nelayan menghentikan aktivitas melaut. Angin kencang dan gelombang tinggi masih mengintai.

Imbasnya beberapa hari terakhir, nelayan harus gigit jari dan tak memiliki pemasukan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) belum berani melaut semua,’’ kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan Sukri sabtu (13/1).

Kondisi seperti ini dimanfaatkan nelayan untuk membenahi alat tangkap jaring. Serta, membenahi perahu atau kapal. Sukri menjelaskan, berdasar edaran surat dari Polairud Polres Lamongan, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir pekan ini. 

‘’Tentu kita berharap cuaca buruk cepat mereda. Kasihan para nelayan tak bisa bekerja,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Tambak Ditanami Padi, Pasokan Ikan turun

Sukri mengakui kondisi ini cukup sulit dirasakan nelayan, yakni tak memiliki pemasukan. Contohnya nelayan di Desa Kranji, Kecamatan Paciran. Mayoritas kapal motor nelayan (KMN) berkapasitas 20 gross tonnage (gt), mampu menghasilkan 1 ton ikan sekali melaut. 

- Advertisement -

‘’Kalau Kranji menggunakan kapal, sedangkan di Desa Paciran menggunakan perahu di bawah 5 gt. Kondisinya sama semua,’’ ujar dia.

Ketua RN Paciran Mukhlisin Amar membenarkan jika cuaca buruk masih menghiasi laut Kecamatan Paciran. Biasanya, nelayan mampu menghasilkan 15 hingga 20 unit rajungan.

Kini tanpa melaut tak ada pemasukan diperoleh nelayan. ‘’Informasinya larangan melaut hingga hari ini (kemarin). Tapi kita masih tunggu informasi lebih lanjut,’’ ujar Mukhlisin. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/