alexametrics
29.6 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Setelah SPBU, Selanjutnya Bangun Pasar

WIDANG, Radar Lamongan – Muhammadiyah Lamongan mengukir sejarah dengan memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Amal usaha baru yang terletak di Desa Bunut Kecamatan Widang Kabupaten Tuban tersebut diresmikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti kemarin (12/12), bersamaan dengan peringatan Milad 109 Muhammadiyah. Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur, Ir. H. Tamhid Mashudi; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi; jajaran forkopimda Lamongan; serta ketua PD Muhammadiyah Lamongan dan kabupaten sekitar.
Ketua PD Muhammadiyah Lamongan, H. Sodikin mengatakan, resepsi milad 109 Muhammadiyah oleh PDM Lamongan digelar sederhana dan mengedepankan protokol kesehatan (prokes), namun memunculkan amal usaha Muhammadiyah (AUM) baru yang menjadi andalan serta meningkatkan kreatifitas organisasi otonom (ortom). ‘’Ada kado AUM baru, yaitu SPBU PT. Syirkah Surya Amanah. Kalau AUM ini prospektif, ke depan ada lagi SPBU Muhammadiyah ke dua, tiga, dan empat,’’ ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, PD Muhammadiyah Lamongan juga berencana mendirikan Pasar Muhammadiyah Lamongan. ‘’Tujuannya untuk menggerakkan perekonomian sekitar, seperti misi kami lainnya di bidang ekonomi,’’ terangnya.
Bupati Yuhronur dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada PD Muhammadiyah Lamongan yang turut berkontribusi terhadap pembangunan di segala bidang. Seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sehingga angka indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Lamongan terus meningkat. ‘’Kenaikan angka IPM tentu seiring dengan apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah sejauh ini,’’ pujinya.
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Tamhid menuturkan, upaya PD Muhammadiyah Lamongan mendirikan AUM di daerah lain bisa menjadi contoh bagi PD Muhammadiyah lainnya, supaya memberi dampak positif terhadap masyarakat sekitar. ‘’PD Muhammadiyah Lamongan ‘’menjajah’’ Tuban. Tapi penjajahan Muhammadiyah ini selalu bermakna positif. Karena mengusung semangat kolektif kolegial dan filantropi,’’ terangnya.
Sedangkan Prof. Mu’ti memuji perkembangan AUM di Lamongan yang luar biasa. Dia menuturkan, banyak ayat-ayat Alquran yang menjelaskan tentang bisnis. Muhammadiyah memiliki kultur entrepreneurship. Dirunut dari sejarahnya, Muhammadiyah berawal dari sekumpulan saudagar-saudagar kelas menengah di Jogja. ‘’Mudah-mudahan SPBU ini punya keunggulan. Branding SPBU dengan konsep ihsan. Takaran jujur, service terhadap konsumen memuaskan, serta mengintegrasikannya dengan konsep ihsan. Sehingga bisa menunjukkan ke masyarakat bagaimana berniaga, berdakwah, dan menunjukkan Islam yang berkemajuan. Next, kami menantikan realisasi Pasar Muhammadiyah Lamongan yang dikonsep seperti pasar rakyat,’’ tukas guru besar di bidang pendidikan Islam ini.

Baca Juga :  Ada Gundukan di Jalan Lamongan-Surabaya, Aspal Ulang

WIDANG, Radar Lamongan – Muhammadiyah Lamongan mengukir sejarah dengan memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Amal usaha baru yang terletak di Desa Bunut Kecamatan Widang Kabupaten Tuban tersebut diresmikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti kemarin (12/12), bersamaan dengan peringatan Milad 109 Muhammadiyah. Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur, Ir. H. Tamhid Mashudi; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi; jajaran forkopimda Lamongan; serta ketua PD Muhammadiyah Lamongan dan kabupaten sekitar.
Ketua PD Muhammadiyah Lamongan, H. Sodikin mengatakan, resepsi milad 109 Muhammadiyah oleh PDM Lamongan digelar sederhana dan mengedepankan protokol kesehatan (prokes), namun memunculkan amal usaha Muhammadiyah (AUM) baru yang menjadi andalan serta meningkatkan kreatifitas organisasi otonom (ortom). ‘’Ada kado AUM baru, yaitu SPBU PT. Syirkah Surya Amanah. Kalau AUM ini prospektif, ke depan ada lagi SPBU Muhammadiyah ke dua, tiga, dan empat,’’ ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, PD Muhammadiyah Lamongan juga berencana mendirikan Pasar Muhammadiyah Lamongan. ‘’Tujuannya untuk menggerakkan perekonomian sekitar, seperti misi kami lainnya di bidang ekonomi,’’ terangnya.
Bupati Yuhronur dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada PD Muhammadiyah Lamongan yang turut berkontribusi terhadap pembangunan di segala bidang. Seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sehingga angka indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Lamongan terus meningkat. ‘’Kenaikan angka IPM tentu seiring dengan apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah sejauh ini,’’ pujinya.
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Tamhid menuturkan, upaya PD Muhammadiyah Lamongan mendirikan AUM di daerah lain bisa menjadi contoh bagi PD Muhammadiyah lainnya, supaya memberi dampak positif terhadap masyarakat sekitar. ‘’PD Muhammadiyah Lamongan ‘’menjajah’’ Tuban. Tapi penjajahan Muhammadiyah ini selalu bermakna positif. Karena mengusung semangat kolektif kolegial dan filantropi,’’ terangnya.
Sedangkan Prof. Mu’ti memuji perkembangan AUM di Lamongan yang luar biasa. Dia menuturkan, banyak ayat-ayat Alquran yang menjelaskan tentang bisnis. Muhammadiyah memiliki kultur entrepreneurship. Dirunut dari sejarahnya, Muhammadiyah berawal dari sekumpulan saudagar-saudagar kelas menengah di Jogja. ‘’Mudah-mudahan SPBU ini punya keunggulan. Branding SPBU dengan konsep ihsan. Takaran jujur, service terhadap konsumen memuaskan, serta mengintegrasikannya dengan konsep ihsan. Sehingga bisa menunjukkan ke masyarakat bagaimana berniaga, berdakwah, dan menunjukkan Islam yang berkemajuan. Next, kami menantikan realisasi Pasar Muhammadiyah Lamongan yang dikonsep seperti pasar rakyat,’’ tukas guru besar di bidang pendidikan Islam ini.

Baca Juga :  Deadline Tinggal Seminggu, Jargas Belum Tuntas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/