alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bengawan Jero Lamongan Mulai Terendam

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rutinitas banjir di kawasan Bengawan Jero setiap musim penghujan mulai terjadi. Sejumlah dusun di kawasan itu mulai tergenang seiring tingginya intensitas curah hujan. Pantauan wartawan koran ini, akses jalan di Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi terendam hingga lutut orang dewasa. ‘’Akses jalan tergenang air mulai Kemlagilor hingga Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah,’’ tutur salah satu warga setempat, Sunandar kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/12).
Pantauan di lapangan, sungai di sebelah jalan Desa Kemlagilor meluap. Di sejumlah jembatan tumpukan sampah batang pohon pisang dan eceng gondok menumpuk.  Sunandar mengatakan, genangan air sudah terjadi sekitar tiga hari yang lalu. ‘’Setiap tahun pasti tergenang,’’ ujar kakek berkulit sawo matang itu.
Warga yang keseharian menjadi petani tambak ini mengatakan, salah satu solusi agar akses jalan tidak banjir yakni dengan meninggikan badan jalan. Menurut dia, sempat ada rencana dari pemerintahan desa (pemdes) setempat. ‘’Warga sempat dikumpulkan dan diberitahu terkait itu. Katanya pertengahan tahun depan,’’ imbuh Sunandar.
Rendaman air yang cukup tinggi, membuat banyak pengendara yang harus menuntun motornya karena mogok. Salah satunya warga asal Desa Blajo, Kalitengah Taryo yang melintas di jalan Desa Kemlagilor. ‘’Rata-rata yang lewat sini pasti mogok mas ….. hehehe,’’ ucap Taryo.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Mohamad Muslimin mengatakan sejumlah desa di Kecamatan Turi dan Kalitengah sudah mengalami banjir. ‘’Akibat curah hujan yang sangat tinggi beberapa hari terakhir,’’ terangnya saat dikonfirmasi via ponsel.
Dia mengatakan, di Desa Kemlagigede hingga Desa Tiwet hanya akses jalan yang terendam. Sedangkan, sejumlah rumah di Desa Kemlagigede sudah terendam. ‘’Untuk meminimalisasi, sudah diaktifkan masing-masing dua pompa banjir di Melik dan Kuro,’’ ujar Muslimin.
Hujan deras membuat sejumlah sungai meluap. Salah satunya Kali Plalangan. Imbasnya, salah satu titik tanggul di aliran Kali Plalangan, tepatnya di Desa Pomahanjanggan, Turi ambrol selebar 12 meter (m). ‘’Di Moropelang, Babat juga ada tanggul jebol. Kami sudah kirim sejumlah peralatan untuk meminimalisasi dampak tanggul yang jebol,’’ pungkas Muslimin.

Baca Juga :  Akhir Tahun, DPRD Fokus Pengawasan Serapan dan Kunker

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rutinitas banjir di kawasan Bengawan Jero setiap musim penghujan mulai terjadi. Sejumlah dusun di kawasan itu mulai tergenang seiring tingginya intensitas curah hujan. Pantauan wartawan koran ini, akses jalan di Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi terendam hingga lutut orang dewasa. ‘’Akses jalan tergenang air mulai Kemlagilor hingga Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah,’’ tutur salah satu warga setempat, Sunandar kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/12).
Pantauan di lapangan, sungai di sebelah jalan Desa Kemlagilor meluap. Di sejumlah jembatan tumpukan sampah batang pohon pisang dan eceng gondok menumpuk.  Sunandar mengatakan, genangan air sudah terjadi sekitar tiga hari yang lalu. ‘’Setiap tahun pasti tergenang,’’ ujar kakek berkulit sawo matang itu.
Warga yang keseharian menjadi petani tambak ini mengatakan, salah satu solusi agar akses jalan tidak banjir yakni dengan meninggikan badan jalan. Menurut dia, sempat ada rencana dari pemerintahan desa (pemdes) setempat. ‘’Warga sempat dikumpulkan dan diberitahu terkait itu. Katanya pertengahan tahun depan,’’ imbuh Sunandar.
Rendaman air yang cukup tinggi, membuat banyak pengendara yang harus menuntun motornya karena mogok. Salah satunya warga asal Desa Blajo, Kalitengah Taryo yang melintas di jalan Desa Kemlagilor. ‘’Rata-rata yang lewat sini pasti mogok mas ….. hehehe,’’ ucap Taryo.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Mohamad Muslimin mengatakan sejumlah desa di Kecamatan Turi dan Kalitengah sudah mengalami banjir. ‘’Akibat curah hujan yang sangat tinggi beberapa hari terakhir,’’ terangnya saat dikonfirmasi via ponsel.
Dia mengatakan, di Desa Kemlagigede hingga Desa Tiwet hanya akses jalan yang terendam. Sedangkan, sejumlah rumah di Desa Kemlagigede sudah terendam. ‘’Untuk meminimalisasi, sudah diaktifkan masing-masing dua pompa banjir di Melik dan Kuro,’’ ujar Muslimin.
Hujan deras membuat sejumlah sungai meluap. Salah satunya Kali Plalangan. Imbasnya, salah satu titik tanggul di aliran Kali Plalangan, tepatnya di Desa Pomahanjanggan, Turi ambrol selebar 12 meter (m). ‘’Di Moropelang, Babat juga ada tanggul jebol. Kami sudah kirim sejumlah peralatan untuk meminimalisasi dampak tanggul yang jebol,’’ pungkas Muslimin.

Baca Juga :  Tergiur Bisnis Investasi, Rp 76 Juta Raib

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/