alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Jelang Panen, Persawahan Diterjang Hujan Disertai Angin

Radar Bojonegoro – Hujan disertai angin menyebabkan tanaman padi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno roboh. Diperkirakan 80 hektare lahan terdampak. Bulir padi terancam tak terisi penuh, karena terendam air. Sehingga, berdampak menurunnya kualitas hasil panen dan memengaruhi harga jual.

Memasuki peralihan musim ini, petani diminta waspada dengan kondisi cuaca yang tek menentu. Nur Hasyim, Kepala Dusun (Kasun) Kadung, Desa Kadungrejo, Kecamatan Bau reno menjelaskan, petani menata kembali padi yang roboh setelah diterpa angin dan hujan pada sabtu (11/9).

Kejadian itu mengharuskan petani menambah tenaga lagi agar padi tidak busuk. “Kejadiannya saat habis magrib, saat pagi tiba, petani pergi kesawah dan melihat padi yang ditanam banyak yang roboh,” ujarnya kemarin (12/9).

Baca Juga :  Proyek Tak Rampung, Kontraktor Diputus Kontrak

Menurut Hasyim, dari total 465 hektare sawah di desanya, dari jumlah tersebut sekitar 80 hektare padi roboh. Kondisi alam yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab robohnya tanaman, sehingga petani terpakasa menali padi yang roboh agar berdiri tegak. “Terutama untuk padi yang masih muda,” terangnya.

Hasyim menjelaskan, padi yang roboh tentu berdampak pada kualitas padi, sehingga memengaruhi harga saat panen. Saat ini Desa Kadungrejo sedang musim pertama tanam padi, lahan di wilayah bantaran Bengawan Solo itu hanya dua kali musim tanam.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardian Orianto menjelaskan, kondisi cuaca saat ini berpotensi hujan sedang sampai lebat. Selain itu disertai petir dan angin kencang. Hal itu perlu menjadi kewaspadaan bagi masyarakat, terutama daerah yang rawan bencana.

Baca Juga :  Kolam Air Mancur Dipenuhi Lumut

“Saat ini dan kemarin (11/9) wilayah timur, barat, dan selatan berpotensi hujan dan angin kencang,” ujarnya. Ardian menjelaskan, terus melakukan pemantauan di 28 kecamatan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan kondisi alam. Sedangkan untuk tanaman yang roboh di Baureno, para petani agar hati-hati saat pergi kesawah, terlebih saat hujan datang. “Perlu waspada pada petir yang menyambar dan angin kencang,” pesannya. (luk)

Radar Bojonegoro – Hujan disertai angin menyebabkan tanaman padi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno roboh. Diperkirakan 80 hektare lahan terdampak. Bulir padi terancam tak terisi penuh, karena terendam air. Sehingga, berdampak menurunnya kualitas hasil panen dan memengaruhi harga jual.

Memasuki peralihan musim ini, petani diminta waspada dengan kondisi cuaca yang tek menentu. Nur Hasyim, Kepala Dusun (Kasun) Kadung, Desa Kadungrejo, Kecamatan Bau reno menjelaskan, petani menata kembali padi yang roboh setelah diterpa angin dan hujan pada sabtu (11/9).

Kejadian itu mengharuskan petani menambah tenaga lagi agar padi tidak busuk. “Kejadiannya saat habis magrib, saat pagi tiba, petani pergi kesawah dan melihat padi yang ditanam banyak yang roboh,” ujarnya kemarin (12/9).

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Timang-Timang Lanjutan Proyek Pelebaran Jalan

Menurut Hasyim, dari total 465 hektare sawah di desanya, dari jumlah tersebut sekitar 80 hektare padi roboh. Kondisi alam yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab robohnya tanaman, sehingga petani terpakasa menali padi yang roboh agar berdiri tegak. “Terutama untuk padi yang masih muda,” terangnya.

Hasyim menjelaskan, padi yang roboh tentu berdampak pada kualitas padi, sehingga memengaruhi harga saat panen. Saat ini Desa Kadungrejo sedang musim pertama tanam padi, lahan di wilayah bantaran Bengawan Solo itu hanya dua kali musim tanam.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardian Orianto menjelaskan, kondisi cuaca saat ini berpotensi hujan sedang sampai lebat. Selain itu disertai petir dan angin kencang. Hal itu perlu menjadi kewaspadaan bagi masyarakat, terutama daerah yang rawan bencana.

Baca Juga :  Pertamina EP Cepu Dilengkapi HSSE Mobile Demo Room

“Saat ini dan kemarin (11/9) wilayah timur, barat, dan selatan berpotensi hujan dan angin kencang,” ujarnya. Ardian menjelaskan, terus melakukan pemantauan di 28 kecamatan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan kondisi alam. Sedangkan untuk tanaman yang roboh di Baureno, para petani agar hati-hati saat pergi kesawah, terlebih saat hujan datang. “Perlu waspada pada petir yang menyambar dan angin kencang,” pesannya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/