alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Proyek Trotoar Hindari Dampak Bisnis

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proses pembangunan trotoar di 11 titik di kawasan perkotaan tentu akan berdampak terhadap para pemilik toko, ritel, perkantoran, dan warung. Karena itu, pemilik took yang bertepatan di pinggir jalan meminta perbaikan trotoar tertata dan bertahap. Bukan dibongkar satu sisi ruas jalan keseluruhan, baru kemudian dibangun.

Sebab, proses pembongkaran trotoar di berbagai sudut jalan perkotaan Bojonegoro sejak Senin (9/9) lalu, beberapa ruas sudah digali. Akibat pembongkaran itu dinilai berdampak pada penjual.

Eni Sumiyati, salah satu pemilik warung makan di Jalan Diponegoro mengeluh atas pembongkaran tersebut. Penurunan penjualan tentu ia rasakan. Biasanya sehari-hari ia mampu menghabiskan 10 kilogram beras, kini hanya habis 5 kilogram. Karena ketika pelanggannya hendak parkir di depan warung juga cukup kesulitan.

“Kami sih tentunya pengin pembangunan trotoarnya segera rampung, karena kami mengalami penurunan penjualan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (12/9).

Baca Juga :  Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Ia menganggap pembangunan trotoar itu seharusnya dibangun secara bertahap tiap sisi ruas jalan. Bukan malah langsung dibongkar satu sisi ruas jalan, baru kemudian dibangun. Tapi, mau bagaimana lagi, Eni sapaannya, merasa hanya bisa mengeluh dan tak mungkin bisa berbuat banyak.

“Yah ditunggu saja. Semoga bisa segera selesai pembangunannya dan bisa bermanfaat dengan baik trotoarnya,” katanya.

Terpisah, salah satu karyawan toko ban di Jalan Gajah Mada, Aang Filyanto juga mengeluhkan hal yang sama. Apalagi tidak ada jembatan yang dibangun untuk menyeberang ke toko ban tersebut usai trotoar di atas drainase itu dibongkar. Penurunan penjualan tentu terasa. Turun sekitar 10-15 persen.

Tetapi, dia mengatakan toko ban tersebut masih punya cabang di Jalan Panglima Polim. “Penurunan pasti ada, tapi ya enggak apa-apa, mungkin pelanggan kami juga bergeser ke cabang kami di Panglima Polim,” jelasnya ditemui kemarin (12/9).

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Prasarana Lingkungan Dinas Permukiman, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Fitra Malabuana mengatakan, setiap pekerjaan fasilitas umum tentu berimbas pada masyarakat. Sehingga, tidak bisa dihindari. Hanya meminimalisasi saja.

Baca Juga :  Rekap Kecamatan Berakhir 1 Mei

Terkait tahap pembangunan trotoarnya ia serahkan semuanya kepada pemenang tender atau pihak kontraktor. “Kalau saya sih penginnya bisa lekas rampung, karena kurang tiga bulan lagi. Jadi lebih cepat lebih baik,” jelasnya.

Juga terkait penggantian paving menjadi granit itu pihaknya sudah memperkirakan agar akar pohon di trotoar ke depannya tidak merusak konstruksi trotoar. Rencananya, usai paving dibongkar, pihak kontraktor akan memasang wiremesh besi. Lalu dicor sebelum keramik granitnya dipasang. Jadi, diharapkan kualitas trotoar itu lebih kuat beberapa tahun ke depan.

“Sebelum dipasang keramik granit, nanti dipelat besi dulu lalu dicor biar lebih kuat,” ujar Fitra, sapaannya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro juga berusaha menghubungi salah satu kontraktor pemenang tender pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada dengan pagu anggaran senilai Rp 4,9 miliar. Adapun pemenang tendernya ialah CV Mitra Tangguh asal Surabaya. Namun, beberapa kali ditelepon, nomor telepon tersebut tidak aktif.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proses pembangunan trotoar di 11 titik di kawasan perkotaan tentu akan berdampak terhadap para pemilik toko, ritel, perkantoran, dan warung. Karena itu, pemilik took yang bertepatan di pinggir jalan meminta perbaikan trotoar tertata dan bertahap. Bukan dibongkar satu sisi ruas jalan keseluruhan, baru kemudian dibangun.

Sebab, proses pembongkaran trotoar di berbagai sudut jalan perkotaan Bojonegoro sejak Senin (9/9) lalu, beberapa ruas sudah digali. Akibat pembongkaran itu dinilai berdampak pada penjual.

Eni Sumiyati, salah satu pemilik warung makan di Jalan Diponegoro mengeluh atas pembongkaran tersebut. Penurunan penjualan tentu ia rasakan. Biasanya sehari-hari ia mampu menghabiskan 10 kilogram beras, kini hanya habis 5 kilogram. Karena ketika pelanggannya hendak parkir di depan warung juga cukup kesulitan.

“Kami sih tentunya pengin pembangunan trotoarnya segera rampung, karena kami mengalami penurunan penjualan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (12/9).

Baca Juga :  Investor Tunda Operasional

Ia menganggap pembangunan trotoar itu seharusnya dibangun secara bertahap tiap sisi ruas jalan. Bukan malah langsung dibongkar satu sisi ruas jalan, baru kemudian dibangun. Tapi, mau bagaimana lagi, Eni sapaannya, merasa hanya bisa mengeluh dan tak mungkin bisa berbuat banyak.

“Yah ditunggu saja. Semoga bisa segera selesai pembangunannya dan bisa bermanfaat dengan baik trotoarnya,” katanya.

Terpisah, salah satu karyawan toko ban di Jalan Gajah Mada, Aang Filyanto juga mengeluhkan hal yang sama. Apalagi tidak ada jembatan yang dibangun untuk menyeberang ke toko ban tersebut usai trotoar di atas drainase itu dibongkar. Penurunan penjualan tentu terasa. Turun sekitar 10-15 persen.

Tetapi, dia mengatakan toko ban tersebut masih punya cabang di Jalan Panglima Polim. “Penurunan pasti ada, tapi ya enggak apa-apa, mungkin pelanggan kami juga bergeser ke cabang kami di Panglima Polim,” jelasnya ditemui kemarin (12/9).

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Prasarana Lingkungan Dinas Permukiman, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Fitra Malabuana mengatakan, setiap pekerjaan fasilitas umum tentu berimbas pada masyarakat. Sehingga, tidak bisa dihindari. Hanya meminimalisasi saja.

Baca Juga :  Baru Tiga Parpol Serahkan LPPDK

Terkait tahap pembangunan trotoarnya ia serahkan semuanya kepada pemenang tender atau pihak kontraktor. “Kalau saya sih penginnya bisa lekas rampung, karena kurang tiga bulan lagi. Jadi lebih cepat lebih baik,” jelasnya.

Juga terkait penggantian paving menjadi granit itu pihaknya sudah memperkirakan agar akar pohon di trotoar ke depannya tidak merusak konstruksi trotoar. Rencananya, usai paving dibongkar, pihak kontraktor akan memasang wiremesh besi. Lalu dicor sebelum keramik granitnya dipasang. Jadi, diharapkan kualitas trotoar itu lebih kuat beberapa tahun ke depan.

“Sebelum dipasang keramik granit, nanti dipelat besi dulu lalu dicor biar lebih kuat,” ujar Fitra, sapaannya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro juga berusaha menghubungi salah satu kontraktor pemenang tender pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada dengan pagu anggaran senilai Rp 4,9 miliar. Adapun pemenang tendernya ialah CV Mitra Tangguh asal Surabaya. Namun, beberapa kali ditelepon, nomor telepon tersebut tidak aktif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/