alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Awas, Macet Lebih Parah!

PUCUK, Radar Lamongan – Pengguna jalur Lamongan – Babat harus menghitung segala kemungkinan bisa melewati jalan tersebut. Sebab, kemacetan bakal lebih parah bila ada kecelakaan atau kendaraan besar yang mengalami masalah mesin di sekitar lokasi perbaikan jalan. 

Sejak Rabu malam (11/9) kendaraan dari arah Lamongan harus antre menunggu giliran untuk dapat bergerak. Panjang kemacetan mulai wilayah Kecamatan Turi, hingga Kecamatan Pucuk.

Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Danu Anandito, menyatakan, kemacetan itu masih terjadi hingga kemarin (12/9) siang. Penyebabnya, truk mengalami masalah mesin sejak Rabu. Selain itu, kemarin pagi terjadi kecelakaan di pertigaan Pucuk yang melibatkan dua truk di pertigaan Pucuk.

‘’Jadi kendaraan dari kedua arah, dari Lamongan, juga dengan sebaliknya, berjalan merambat,’’ katanya.

Menurut dia, sebagian pengemudi beristirahat di pinggir jalan. Hal itu menambah kemacetan karena ada kendaraan yang tidak bergerak.

‘’Titik kemacetan berada di wilayah Pucuk. Terdapat dua titik yang menjadikan kemacetan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Enam Kelas Rusak, SMPN 1 Purwosari Digelontor Rp 1,1 Miliar

Dari arah barat, menurut dia, kepadatan kendaraan mulai di Kecamatan Widang. Sebab, truk yang mengalami masalah itu bermuatan paku bumi. Truk tersebut tak bisa ditepikan karena bermuatan berat. 

Pengguna jalan harus menunggu perbaikan truk itu hingga selesai. ‘’Sebagian kendaraan dari arah Tuban agar melalui jalan pantura. Begitu juga sebaliknya. Mencari jalan alternatif,’’ saran Danu.

Dia menambahkan, pihaknya telah berkordinasi dengan Polres Tuban untuk mengalihkan kendaraan melalui jalur utara agar tidak terjebak macet. Kendaraan roda empat di wilayah Babat yang ingin ke Lamongan juga diarahkan melalui Kedungpring dan Sugio.

Terkait pembukaan jalan, Kasatlantas masih menunggu pihak pengerjaan. ‘’Untuk pengerjaan di sisi utara, pastinya nanti dirapatkan terlebih dahulu. Jangan sampai terjadi kepadatan seperti ini,’’ katanya.

Hendik, salah satu pengguna jalan, mengatakan, setiap pagi, sore, dan malam, kendaraan dari timur mengalami kemacetan dengan titiknya di wilayah Pucuk. Kemarin, kemacetan itu dinilainya paling parah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga :  Lulusan Madrasah, Dirikan Perpustakaan hingga TPQ

‘’Saya sudah dua jam lebih terkena kemacetan seperti ini sejak dari wilayah Turi,’’ ujarnya.

Dia tak tahu sampai di wilayah Bojonegoro jam berapa. Sebab, kemacetannya cukup panjang.

Wahyu Anang, kepala Urusan Tata Usaha Perwakilan PPK Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik, menjelaskan, saat ini dilakukan pengerjaan bahu jalan sepanjang 4,3 km dari jalur arah Lamongan di Desa Tritunggal hingga Desa Bulutrate, Kecamatan Babat. 

Selain itu, juga ada pengerjaan pengaspalan ujung pengecoran pada 10 titik untuk menyambung. ‘’Semoga saja tak sampai tanggal 20 nanti sudah selesai dan dibuka untuk dilalui kendaraan,’’ harapnya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, bahan untuk bahu jalan sudah datang di lokasi. Alat untuk pemadatan juga sudah didatangkan. Namun, sampai saat ini satu alat pengecoran tak kunjung datang. Pengerjaan bisa cepat bila ada dua alat pengecoran jalan. 

PUCUK, Radar Lamongan – Pengguna jalur Lamongan – Babat harus menghitung segala kemungkinan bisa melewati jalan tersebut. Sebab, kemacetan bakal lebih parah bila ada kecelakaan atau kendaraan besar yang mengalami masalah mesin di sekitar lokasi perbaikan jalan. 

Sejak Rabu malam (11/9) kendaraan dari arah Lamongan harus antre menunggu giliran untuk dapat bergerak. Panjang kemacetan mulai wilayah Kecamatan Turi, hingga Kecamatan Pucuk.

Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Danu Anandito, menyatakan, kemacetan itu masih terjadi hingga kemarin (12/9) siang. Penyebabnya, truk mengalami masalah mesin sejak Rabu. Selain itu, kemarin pagi terjadi kecelakaan di pertigaan Pucuk yang melibatkan dua truk di pertigaan Pucuk.

‘’Jadi kendaraan dari kedua arah, dari Lamongan, juga dengan sebaliknya, berjalan merambat,’’ katanya.

Menurut dia, sebagian pengemudi beristirahat di pinggir jalan. Hal itu menambah kemacetan karena ada kendaraan yang tidak bergerak.

‘’Titik kemacetan berada di wilayah Pucuk. Terdapat dua titik yang menjadikan kemacetan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Harga Bahan Baku Naik, Kurangi Produksi Kipas

Dari arah barat, menurut dia, kepadatan kendaraan mulai di Kecamatan Widang. Sebab, truk yang mengalami masalah itu bermuatan paku bumi. Truk tersebut tak bisa ditepikan karena bermuatan berat. 

Pengguna jalan harus menunggu perbaikan truk itu hingga selesai. ‘’Sebagian kendaraan dari arah Tuban agar melalui jalan pantura. Begitu juga sebaliknya. Mencari jalan alternatif,’’ saran Danu.

Dia menambahkan, pihaknya telah berkordinasi dengan Polres Tuban untuk mengalihkan kendaraan melalui jalur utara agar tidak terjebak macet. Kendaraan roda empat di wilayah Babat yang ingin ke Lamongan juga diarahkan melalui Kedungpring dan Sugio.

Terkait pembukaan jalan, Kasatlantas masih menunggu pihak pengerjaan. ‘’Untuk pengerjaan di sisi utara, pastinya nanti dirapatkan terlebih dahulu. Jangan sampai terjadi kepadatan seperti ini,’’ katanya.

Hendik, salah satu pengguna jalan, mengatakan, setiap pagi, sore, dan malam, kendaraan dari timur mengalami kemacetan dengan titiknya di wilayah Pucuk. Kemarin, kemacetan itu dinilainya paling parah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga :  Jalur Inventarisasi Diputuskan Rabu

‘’Saya sudah dua jam lebih terkena kemacetan seperti ini sejak dari wilayah Turi,’’ ujarnya.

Dia tak tahu sampai di wilayah Bojonegoro jam berapa. Sebab, kemacetannya cukup panjang.

Wahyu Anang, kepala Urusan Tata Usaha Perwakilan PPK Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik, menjelaskan, saat ini dilakukan pengerjaan bahu jalan sepanjang 4,3 km dari jalur arah Lamongan di Desa Tritunggal hingga Desa Bulutrate, Kecamatan Babat. 

Selain itu, juga ada pengerjaan pengaspalan ujung pengecoran pada 10 titik untuk menyambung. ‘’Semoga saja tak sampai tanggal 20 nanti sudah selesai dan dibuka untuk dilalui kendaraan,’’ harapnya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, bahan untuk bahu jalan sudah datang di lokasi. Alat untuk pemadatan juga sudah didatangkan. Namun, sampai saat ini satu alat pengecoran tak kunjung datang. Pengerjaan bisa cepat bila ada dua alat pengecoran jalan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/