alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Kembangkan Pembenihan Jagung Hibrida, Tingkatkan Nilai Jual Petani

Radar Tuban – Upaya Pemerintah Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kesejahteraan petani patut untuk diapresisasi. Salah satunya melalui program pengembangan kawasan pembenihan berbasis korporasi petani.

Kemarin (12/8), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE bersama Wabup H. Riyadi, SH, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon, Plt Kepala Dinas Pertanian Tuban, Kartono, Direktur Pembenihan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Takdir Mulyadi, serta Direktur PT TWINN (Tunas Widji Inti Nayottama) Rakimin melakukan panen perdana benih jagung hibrida RK457 di Desa Leran, Kecamatan Senori. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kelompok tani setempat.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat diwawancarai usai acara mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat membantu perekonomian petani. Dijelaskannya, petani dengan menanam jagung benih seperti ini lebih menguntungkan. Mereka akan mendapat pendapatan dua kali lipat daripada menanam jagung konsumsi. Jika jagung biasa hasil panen kering gelondong (tongkol kering) dibeli kisaran harga Rp 2.500 per Kg, jagung benih ini dibeli kisaran harga Rp 5.000 per Kg. ‘’Dengan begini kesejahteraan ekonomi petani juga akan meningkat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kepincut Panjat Tebing

Mas Bupati juga menyampaikan, dirinya berjanji akan terus mendukung penuh program tersebut untuk terus dilakukan dan dikembangkan. Pemerintah daerah sangat mendukung karena bisa meningkatkan pendapatan petani. ‘’Kita akan tingkatkan dan promosikan untuk bisa ditiru wilayah lain. Insya Allah APBD pemerintah daerah sangat mendukung untuk program meningkatkan kesejahteraan petani ini,’’ ungkap pejabat nomor satu di Tuban ini.

Plt Kepala Dinas Pertanian Tuban Kartono menjelaskan, program pengembangan kawasan pembenihan berbasis korporasi petani ini merupakan hasil replikasi dari program serupa di Kecamatan Jatirogo yang sudah sukses. Kemudian, tahun ini Disperta Tuban melakukan serupa di Kecamatan Senori melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

‘’Replikasi yang awalnya di Jatirogo untuk pembenihan jagung itu bantuan dari pusat. Di sana hasilnya bagus, kemudian kita kembangkan di sini. Dibanding jagung konsumsi biasa, perbandingannya keuntungan petani menjadi dua kali lipatnya,’’ kata dia.

Dalam program ini, Dinas Pertanian juga menggandeng kerja sama dengan PT TWINN. Dikatakan Kartono, di kawasan persawahan tadah hujan ini, petani menanam jagung benih yang proses awalnya mendapatkan pendampingan dan bantuan dari Dinas Pertanian Tuban. Kemudian hasil panen dibeli langsung oleh PT TWINN untuk diproses dan dipasarkan menjadi benih jagung. ‘’Dengan ini kesejahteraan petani bisa terjamin,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Predator Anak Tinggal Menunggu Vonis Hukuman

Direktur PT TWINN, Rakimin sebagai perusahaan pembeli benih jagung hasil petani menjelaskan, kegiatan ini merupakan replikasi dari Kecamatan Jatirogo yang dimulai tahun 2019. ‘’Ini adalah hasil rakitan putra bangsa. Kedepan akan kita tingkatkan untuk prosesing pembenihan sampai pembenihan di Tuban. Jadi dari Tuban untuk Tuban,’’ kata dia 

Dia lebih lanjut menyampaikan, kapasitas produksi benih jagung perusahaannya saat ini sebanyak 2.500 ton per tahun. Sedangkan dari Tuban mampu menghasilkan 1.000 ton per tahun. Sementara, potensi luas lahan Tuban untuk tanaman jagung sebanyak 12 ribu hektare. Menurutnya, jika diambil 2.000 hektare hasilnya bisa 4.000 ton per tahun. ‘’Atau setara sekitar Rp 40 miliar per tahun,’’ tuturnya.

Radar Tuban – Upaya Pemerintah Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kesejahteraan petani patut untuk diapresisasi. Salah satunya melalui program pengembangan kawasan pembenihan berbasis korporasi petani.

Kemarin (12/8), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE bersama Wabup H. Riyadi, SH, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon, Plt Kepala Dinas Pertanian Tuban, Kartono, Direktur Pembenihan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Takdir Mulyadi, serta Direktur PT TWINN (Tunas Widji Inti Nayottama) Rakimin melakukan panen perdana benih jagung hibrida RK457 di Desa Leran, Kecamatan Senori. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kelompok tani setempat.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat diwawancarai usai acara mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat membantu perekonomian petani. Dijelaskannya, petani dengan menanam jagung benih seperti ini lebih menguntungkan. Mereka akan mendapat pendapatan dua kali lipat daripada menanam jagung konsumsi. Jika jagung biasa hasil panen kering gelondong (tongkol kering) dibeli kisaran harga Rp 2.500 per Kg, jagung benih ini dibeli kisaran harga Rp 5.000 per Kg. ‘’Dengan begini kesejahteraan ekonomi petani juga akan meningkat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Awas Macet Total!

Mas Bupati juga menyampaikan, dirinya berjanji akan terus mendukung penuh program tersebut untuk terus dilakukan dan dikembangkan. Pemerintah daerah sangat mendukung karena bisa meningkatkan pendapatan petani. ‘’Kita akan tingkatkan dan promosikan untuk bisa ditiru wilayah lain. Insya Allah APBD pemerintah daerah sangat mendukung untuk program meningkatkan kesejahteraan petani ini,’’ ungkap pejabat nomor satu di Tuban ini.

Plt Kepala Dinas Pertanian Tuban Kartono menjelaskan, program pengembangan kawasan pembenihan berbasis korporasi petani ini merupakan hasil replikasi dari program serupa di Kecamatan Jatirogo yang sudah sukses. Kemudian, tahun ini Disperta Tuban melakukan serupa di Kecamatan Senori melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

‘’Replikasi yang awalnya di Jatirogo untuk pembenihan jagung itu bantuan dari pusat. Di sana hasilnya bagus, kemudian kita kembangkan di sini. Dibanding jagung konsumsi biasa, perbandingannya keuntungan petani menjadi dua kali lipatnya,’’ kata dia.

Dalam program ini, Dinas Pertanian juga menggandeng kerja sama dengan PT TWINN. Dikatakan Kartono, di kawasan persawahan tadah hujan ini, petani menanam jagung benih yang proses awalnya mendapatkan pendampingan dan bantuan dari Dinas Pertanian Tuban. Kemudian hasil panen dibeli langsung oleh PT TWINN untuk diproses dan dipasarkan menjadi benih jagung. ‘’Dengan ini kesejahteraan petani bisa terjamin,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Permudah Pendaftaran Bagi Masyarakat

Direktur PT TWINN, Rakimin sebagai perusahaan pembeli benih jagung hasil petani menjelaskan, kegiatan ini merupakan replikasi dari Kecamatan Jatirogo yang dimulai tahun 2019. ‘’Ini adalah hasil rakitan putra bangsa. Kedepan akan kita tingkatkan untuk prosesing pembenihan sampai pembenihan di Tuban. Jadi dari Tuban untuk Tuban,’’ kata dia 

Dia lebih lanjut menyampaikan, kapasitas produksi benih jagung perusahaannya saat ini sebanyak 2.500 ton per tahun. Sedangkan dari Tuban mampu menghasilkan 1.000 ton per tahun. Sementara, potensi luas lahan Tuban untuk tanaman jagung sebanyak 12 ribu hektare. Menurutnya, jika diambil 2.000 hektare hasilnya bisa 4.000 ton per tahun. ‘’Atau setara sekitar Rp 40 miliar per tahun,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

NJOP dan Harga Tanah Njomplang

Rumah Pintar dan Rumah Inovasi Cerdas 

Mayoritas untuk Minoritas

Polisi Intensif Kejar Pelaku Lain

Artikel Terbaru


/