alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Calon Pengantin Wajib Tes Swab, Jika Positif Nikah Ditunda

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Pasangan calon pengantin (catin) wajib tes swab antigen untuk melangsungkan akad pernikahan. Syarat ketat itu hingga kini masih berlaku sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat awal Juli lalu. Bukan hanya calon mempelai pria dan perempuan saja. Tetapi, juga diwajibkan kepada satu wali nikah dan dua saksi.

Berarti ada lima orang yang harus tes swab. Tes tersebut berlaku 1×24 jam. Kantor Kemenag Bojonegoro kerap mendapat keluhan dari catin yang mengeluhkan biaya tes swab antigen. Rerata biaya per tes swab antigen Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Bila lima orang tentu hampir Rp 1 juta. Lebih mahal dibanding biaya menikah di luar kantor urusan agama (KUA) Rp 600 ribu.

Namun, nikah gratis ketika berlangsung di KUA. Adapun selama Juli lalu sekitar 117 pasangan melangsungkan akad nikah. Kasi Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Muh Abdulloh Hafith menerangkan, bahwa aturan tersebut berdasar Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas Islam Kemenag Nomor P-001/ DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Juknis Layanan Nikah Masa PPKM Darurat.

Pengetatan tersebut sebagai upaya menekan penularan Covid-19. Karena penghulu nikah ini setiap hari bisa bertemu banyak orang. Pihaknya juga merasa pengetatan tersebut memberatkan bagi keluarga keluarga kurang mampu. Karena yang wajib tes swab antigen bukan calon mempelai pria dan perempuan saja. Tetapi juga satu wali nikah dan dua saksi.

Baca Juga :  Perkembangan Covid-19 dan Penggunaan BOR Lamongan

Pihaknya pun sudah bersurat dengan Pemkab Bojonegoro yakni bupati dan dinas kesehatan (dinkes), serta DPRD terkait fasilitas tes swab antigen gratis bagi para catin. “Hingga saat ini atas biaya sendiri dari para catin. Kami sudah menyurati bupati, dinas kesehatan, dan DPRD, untuk memfasilitasi tes swab antigen gratis di puskesmas masing-masing. Tapi, dari beliau-beliau itu belum berkehendak,” jelas Hafith.

- Advertisement -

Ia menambahkan, bahwa di wilayah Kabupaten Tuban telah memfasilitasi para catin tes swab gratis di puskesmas. Karena biar bagaimanpun tidak semua catin itu dari golongan mampu dari segi ekonomi. Karena harga tes swab antigen bervariasi sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Belum lagi kalau ada wali nikah sudah tua, tentu pihak keluarga butuh sewa mobil atau mendatangkan petugas ke rumah untuk tes swab antigen. Tentunya itu kan ada biaya tambahan lagi,” terangnya.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dr. Whenny Dyah Prajanti menyampaikan, bahwa belum ada kebijakan terkait fasilitas tes swab gratis bagi para catin.

Apabila mengacu Instruksi Mendagri tentang PPKM darurat tidak tercantum aturan tersebut. “Di Inmendagri tidak ada arahan seperti itu, yang harus dilaksanakan pemkab adalah testing dan tracing dari kasuskasus positif dan suspek Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Gelar Tiga Rapat Paripurna

Kepala Puskesmas Gondang dr. Andik Sujatmika membenarkan, bahwa puskesmas belum ada arahan melayani tes swab antigen bagi para catin. Selain acuannya Inmendagri, juga ada surat edaran (SE) bupati yang menyebutkan tes swab antigen gratis di puskesmas bagi para pencari kerja ke luar kota dan anak kembali bersekolah atau berkuliah.

“Selain itu upaya testing dan tracing. Siapapun yang bergejala mengarah Covid-19 dan kontak erat dengan positif Covid-19 bisa dilayani tes swab antigen gratis,” ucapnya.

Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro Mitro’atin mengaku sering mendapat curahan hati (curhat) dari para catin harus melakukan tes swab antigen selama masa PPKM. Karena itu, politikus dari Partai Golkar itu berharap pemerintah bisa hadir meringankan beban para catin melakukan tes swab antigen.

“Saya sudah berusaha menyampaikan keluhan masyarakat itu ke Bu Ani selaku kepala dinkes. Namun, katanya masih dicarikan regulasinya. Karena menurut Inmendagri tidak aturan mengatur tes swab antigen bagi para catin,” bebernya.

Dia berharap pemkab bisa peduli dengan nasib para catin. Karena bagi warga-warga kurang mampu tentu keberatan harus mengeluarkan uang cukup banyak kurang lebih Rp 1 juta untuk tes swab antigen saja.

Radar Bojonegoro – Pasangan calon pengantin (catin) wajib tes swab antigen untuk melangsungkan akad pernikahan. Syarat ketat itu hingga kini masih berlaku sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat awal Juli lalu. Bukan hanya calon mempelai pria dan perempuan saja. Tetapi, juga diwajibkan kepada satu wali nikah dan dua saksi.

Berarti ada lima orang yang harus tes swab. Tes tersebut berlaku 1×24 jam. Kantor Kemenag Bojonegoro kerap mendapat keluhan dari catin yang mengeluhkan biaya tes swab antigen. Rerata biaya per tes swab antigen Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Bila lima orang tentu hampir Rp 1 juta. Lebih mahal dibanding biaya menikah di luar kantor urusan agama (KUA) Rp 600 ribu.

Namun, nikah gratis ketika berlangsung di KUA. Adapun selama Juli lalu sekitar 117 pasangan melangsungkan akad nikah. Kasi Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Muh Abdulloh Hafith menerangkan, bahwa aturan tersebut berdasar Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas Islam Kemenag Nomor P-001/ DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Juknis Layanan Nikah Masa PPKM Darurat.

Pengetatan tersebut sebagai upaya menekan penularan Covid-19. Karena penghulu nikah ini setiap hari bisa bertemu banyak orang. Pihaknya juga merasa pengetatan tersebut memberatkan bagi keluarga keluarga kurang mampu. Karena yang wajib tes swab antigen bukan calon mempelai pria dan perempuan saja. Tetapi juga satu wali nikah dan dua saksi.

Baca Juga :  Desain Perbaikan Tembok Gedung Pemkab Masih Belum Jelas

Pihaknya pun sudah bersurat dengan Pemkab Bojonegoro yakni bupati dan dinas kesehatan (dinkes), serta DPRD terkait fasilitas tes swab antigen gratis bagi para catin. “Hingga saat ini atas biaya sendiri dari para catin. Kami sudah menyurati bupati, dinas kesehatan, dan DPRD, untuk memfasilitasi tes swab antigen gratis di puskesmas masing-masing. Tapi, dari beliau-beliau itu belum berkehendak,” jelas Hafith.

- Advertisement -

Ia menambahkan, bahwa di wilayah Kabupaten Tuban telah memfasilitasi para catin tes swab gratis di puskesmas. Karena biar bagaimanpun tidak semua catin itu dari golongan mampu dari segi ekonomi. Karena harga tes swab antigen bervariasi sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Belum lagi kalau ada wali nikah sudah tua, tentu pihak keluarga butuh sewa mobil atau mendatangkan petugas ke rumah untuk tes swab antigen. Tentunya itu kan ada biaya tambahan lagi,” terangnya.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dr. Whenny Dyah Prajanti menyampaikan, bahwa belum ada kebijakan terkait fasilitas tes swab gratis bagi para catin.

Apabila mengacu Instruksi Mendagri tentang PPKM darurat tidak tercantum aturan tersebut. “Di Inmendagri tidak ada arahan seperti itu, yang harus dilaksanakan pemkab adalah testing dan tracing dari kasuskasus positif dan suspek Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  700 Kuota Beasiswa Tak Terserap

Kepala Puskesmas Gondang dr. Andik Sujatmika membenarkan, bahwa puskesmas belum ada arahan melayani tes swab antigen bagi para catin. Selain acuannya Inmendagri, juga ada surat edaran (SE) bupati yang menyebutkan tes swab antigen gratis di puskesmas bagi para pencari kerja ke luar kota dan anak kembali bersekolah atau berkuliah.

“Selain itu upaya testing dan tracing. Siapapun yang bergejala mengarah Covid-19 dan kontak erat dengan positif Covid-19 bisa dilayani tes swab antigen gratis,” ucapnya.

Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro Mitro’atin mengaku sering mendapat curahan hati (curhat) dari para catin harus melakukan tes swab antigen selama masa PPKM. Karena itu, politikus dari Partai Golkar itu berharap pemerintah bisa hadir meringankan beban para catin melakukan tes swab antigen.

“Saya sudah berusaha menyampaikan keluhan masyarakat itu ke Bu Ani selaku kepala dinkes. Namun, katanya masih dicarikan regulasinya. Karena menurut Inmendagri tidak aturan mengatur tes swab antigen bagi para catin,” bebernya.

Dia berharap pemkab bisa peduli dengan nasib para catin. Karena bagi warga-warga kurang mampu tentu keberatan harus mengeluarkan uang cukup banyak kurang lebih Rp 1 juta untuk tes swab antigen saja.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/