alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Kapten Persela Eky Taufik Febriyanto, Ternak Lele saat Libur Kompetisi

Radar Lamongan – Penundaan Liga 1 membuat sejumlah pemain memiliki waktu longgar. Kapten Persela Lamongan Eky Taufik Febriyanto bisa lebih fokus berternak lele selama masa pandemi Covid-19 ini. Sebagai pemain sepak bola profesional, menjaga kondisi fisik menjadi hal wajib dilakukan oleh Eky.

Selain menjadwalkan latihan, Eky bisa lebih fokus dengan usahanya, budidaya ikan lele. Budidaya itu dilakukan di kampung halamannya di Jawa Tengah. Di sela-sela aktivitasnya latihan setiap hari, Eky ikut memberikan makan dan merawat ikan lele. Panen dari ikan tersebut menjadi pemasukannya selama penundaan kompetisi. Sebab, seluruh penggawa Persela hanya menerima gaji 25 persen sejak April lalu.

‘’Alhamdulillah menjadi salah satu pemasukan, selama penundaan kompetisi,’’ ujar Eky. Bapak satu anak tersebut memiliki satu tambak dan dua kolam terpal. Satu kolam terpal biasanya diisi 5 ribu bibit ikan lele. Selama menganggur dan tidak berlaga di kompetisi tertinggi di Indonesia bersama Persela, Eky sudah dua kali panen ikan lele.

Baca Juga :  Angkutan Online Harus Ikuti Aturan Daerah 

Hasil yang dirasa cukup di tengah kondisi perekonomian di Indonesia yang sedang terpuruk ini. ‘’Lumayan lah Mas hasilnya… hehehe,’’ imbuh pemain berpostur 175 sentimeter (cm) tersebut. Sebenarnya, Eky memulai budidaya lele sejak sebelum pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Inspirasi bisnis tersebut didapat dari temannya, yang terlebih dulu membudidayakan lele. Eky yang tak memiliki banyak waktu karena disibukkan jadwal padat kompetisi, memilih patungan dengan tetangga di kampung halamannya. Modal awal yang dikeluarkannya, yakni Rp 20 juta. Hasil yang didapatkan akan dibagi dengan rekan patungannya. ‘’Alhamdulillah sudah balik modal,’’ tutur Eky.

Radar Lamongan – Penundaan Liga 1 membuat sejumlah pemain memiliki waktu longgar. Kapten Persela Lamongan Eky Taufik Febriyanto bisa lebih fokus berternak lele selama masa pandemi Covid-19 ini. Sebagai pemain sepak bola profesional, menjaga kondisi fisik menjadi hal wajib dilakukan oleh Eky.

Selain menjadwalkan latihan, Eky bisa lebih fokus dengan usahanya, budidaya ikan lele. Budidaya itu dilakukan di kampung halamannya di Jawa Tengah. Di sela-sela aktivitasnya latihan setiap hari, Eky ikut memberikan makan dan merawat ikan lele. Panen dari ikan tersebut menjadi pemasukannya selama penundaan kompetisi. Sebab, seluruh penggawa Persela hanya menerima gaji 25 persen sejak April lalu.

‘’Alhamdulillah menjadi salah satu pemasukan, selama penundaan kompetisi,’’ ujar Eky. Bapak satu anak tersebut memiliki satu tambak dan dua kolam terpal. Satu kolam terpal biasanya diisi 5 ribu bibit ikan lele. Selama menganggur dan tidak berlaga di kompetisi tertinggi di Indonesia bersama Persela, Eky sudah dua kali panen ikan lele.

Baca Juga :  Lupa Matikan Obat Nyamuk, Rumah Terbakar

Hasil yang dirasa cukup di tengah kondisi perekonomian di Indonesia yang sedang terpuruk ini. ‘’Lumayan lah Mas hasilnya… hehehe,’’ imbuh pemain berpostur 175 sentimeter (cm) tersebut. Sebenarnya, Eky memulai budidaya lele sejak sebelum pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Inspirasi bisnis tersebut didapat dari temannya, yang terlebih dulu membudidayakan lele. Eky yang tak memiliki banyak waktu karena disibukkan jadwal padat kompetisi, memilih patungan dengan tetangga di kampung halamannya. Modal awal yang dikeluarkannya, yakni Rp 20 juta. Hasil yang didapatkan akan dibagi dengan rekan patungannya. ‘’Alhamdulillah sudah balik modal,’’ tutur Eky.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/