alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Paling Susah Menjaga Suara Besar

CARRISSA Eugina Wibowo pernah menjuarai lomba puisi, mendongeng, dan sempoa. Namun, dia paling suka mendongeng.

Sejumlah anak asyik bersepeda di salah satu perumahan di Kecamatan Lamongan. Namun, seorang bocah perempuan memilih duduk santai di halaman rumah.

 ‘’Ya saya ini Mas, Carrissa Eugina Wibowo,’’ ujarnya saat Jawa Pos Radar Lamongan menanyakan namanya.

Di rumahnya, beberapa piala berjejer rapi. Piala – piala itu bukan milik Carrissa semuanya. Sebagian milik kakaknya.

‘’Kalau saya ikut lomba baca puisi, mendongeng dan sempoa. Semuanya pernah juara 1 di Surabaya,’’ ujar siswa kelas 3 SD tersebut.

Baca Juga :  PPDB SMPN Berakhir, Tindak Lanjuti Kecurangan yang Dilaporkan Polisi

Carrissa belajar mendongeng sejak duduk di bangku TK. Dia mengikuti perlombaan di level Lamongan.

Saat melihat kakaknya mendapatkan piala setelah menjuarai lomba sempoa di Lamongan, Carrissa tertarik. Mulai kelas 1, dia belajar sempoa. ‘’Untuk mendongeng dan baca puisi, diajari ayah di rumah pada malam hari. Sedangkan sempoa belajar kepada orang lain,’’ ujar bocah kelahiran 19 Juli 2011 itu.

Jika diminta memilih, maka Carissa  lebih senang saat mengikuti perlombaan mendongeng. Meskipun harus memerankan suara seperti kakek, nenek, anak muda, atau ibu – ibu, dia tidak kesulitan. Dia bisa mengatur napasnya.

Jika membaca puisi, maka Carrissa harus menjaga suara agar tidak pecah. ‘’Menjaga suara besar terus, itu paling susah. Apalagi sampai selesai, serta dinamika kocal,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kedelai Impor Naik, Pembeli Tempe Menurun

Karena itu, dia lebih sering mengikuti lomba mendongeng. Carrissa pernah mendongeng Andansari Andanwangi, pusaka keris mbah Jimat dan ikan lele. Dia menceritakan sejarah kota kelahiran agar semua mengetahui asal usulnya. Prestasi yang baru diraihnya juara 1 lomba mendongeng tingkat SD/MI Se-Jawa Timur 2019 di Surabaya.

Sementara juara sempoa diraihnya tahun lalu saat mengikuti kategori basic di Surabaya. Dalam perlombaan itu, ada 80 soal yang harus dikerjakan menggunakan hitungan sempoa dengan waktu 5 menit.

‘’Di waktu itu, baru bisa menyelesaikan 45 soal dalam waktu 5 menit. Namun lainnya rata – rata menyelesaikan 40 soal,’’ ceritanya.

CARRISSA Eugina Wibowo pernah menjuarai lomba puisi, mendongeng, dan sempoa. Namun, dia paling suka mendongeng.

Sejumlah anak asyik bersepeda di salah satu perumahan di Kecamatan Lamongan. Namun, seorang bocah perempuan memilih duduk santai di halaman rumah.

 ‘’Ya saya ini Mas, Carrissa Eugina Wibowo,’’ ujarnya saat Jawa Pos Radar Lamongan menanyakan namanya.

Di rumahnya, beberapa piala berjejer rapi. Piala – piala itu bukan milik Carrissa semuanya. Sebagian milik kakaknya.

‘’Kalau saya ikut lomba baca puisi, mendongeng dan sempoa. Semuanya pernah juara 1 di Surabaya,’’ ujar siswa kelas 3 SD tersebut.

Baca Juga :  Disdik Lamongan Dukung Mewarnai Kaligrafi Radar Bojonegoro

Carrissa belajar mendongeng sejak duduk di bangku TK. Dia mengikuti perlombaan di level Lamongan.

Saat melihat kakaknya mendapatkan piala setelah menjuarai lomba sempoa di Lamongan, Carrissa tertarik. Mulai kelas 1, dia belajar sempoa. ‘’Untuk mendongeng dan baca puisi, diajari ayah di rumah pada malam hari. Sedangkan sempoa belajar kepada orang lain,’’ ujar bocah kelahiran 19 Juli 2011 itu.

Jika diminta memilih, maka Carissa  lebih senang saat mengikuti perlombaan mendongeng. Meskipun harus memerankan suara seperti kakek, nenek, anak muda, atau ibu – ibu, dia tidak kesulitan. Dia bisa mengatur napasnya.

Jika membaca puisi, maka Carrissa harus menjaga suara agar tidak pecah. ‘’Menjaga suara besar terus, itu paling susah. Apalagi sampai selesai, serta dinamika kocal,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Anggaran Jembatan Rp 1,1 M Dialihkan

Karena itu, dia lebih sering mengikuti lomba mendongeng. Carrissa pernah mendongeng Andansari Andanwangi, pusaka keris mbah Jimat dan ikan lele. Dia menceritakan sejarah kota kelahiran agar semua mengetahui asal usulnya. Prestasi yang baru diraihnya juara 1 lomba mendongeng tingkat SD/MI Se-Jawa Timur 2019 di Surabaya.

Sementara juara sempoa diraihnya tahun lalu saat mengikuti kategori basic di Surabaya. Dalam perlombaan itu, ada 80 soal yang harus dikerjakan menggunakan hitungan sempoa dengan waktu 5 menit.

‘’Di waktu itu, baru bisa menyelesaikan 45 soal dalam waktu 5 menit. Namun lainnya rata – rata menyelesaikan 40 soal,’’ ceritanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/