alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Latihan Mandiri

Sejak merantau di Surabaya untuk kuliah, Suryani, 20, ingin benar-benar mandiri. Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengaku tak ingin terlalu merepotkan orang tua. Sekaligus ingin menimba ilmu sebanyak mungkin. Maka dari itu, Yani sapaan akrabnya, memilih menjadi guru les privat untuk siswa-siswi SMP.

Dara asal Desa/Kecamatan Rengel ini mengatakan, tujuannya menjadi guru les privat bukan semata-mata untuk mencari rupiah. Melainkan mencari pengalaman untuk bekal sebelum kerja. Apalagi, jurusannya saat ini fokus di bidang pendidikan.

‘’Mengajar tidak menghitung untung atau rugi, yang penting bisa untuk pengalaman dan melatih mandiri,’’ ujarnya.

Dengan mempunyai tanggung jawab untuk mengajar, Yani punya kesibukan agar tidak sering pulang kampung ke Tuban. Pengalaman-pengalaman itulah yang diyakini akan bermanfaat ketika menghadapi dunia kerja. Menurut mahasiswi pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS) ini, mengajar les privat juga melatihnya agar terus belajar. ‘’Jadi rutin belajar, untuk tugas kuliah dan untuk mengajar siswa didik,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia! Tuban Ekspor Benih Jagung Hibrida ke Thailand

Untuk menggali pengalaman, alumnus MAN 2 Tuban ini rela menempuh jarak belasan kilometer dari rumah kos ke rumah siswanya dua kali sepekan. Tak jarang dia juga harus menembus hujan angin saat musim penghujan agar sampai ke lokasi tujuan. ‘’Terkadang kalau lupa jalan sering lihat google maps,’’ kenang dia.

Sejak merantau di Surabaya untuk kuliah, Suryani, 20, ingin benar-benar mandiri. Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengaku tak ingin terlalu merepotkan orang tua. Sekaligus ingin menimba ilmu sebanyak mungkin. Maka dari itu, Yani sapaan akrabnya, memilih menjadi guru les privat untuk siswa-siswi SMP.

Dara asal Desa/Kecamatan Rengel ini mengatakan, tujuannya menjadi guru les privat bukan semata-mata untuk mencari rupiah. Melainkan mencari pengalaman untuk bekal sebelum kerja. Apalagi, jurusannya saat ini fokus di bidang pendidikan.

‘’Mengajar tidak menghitung untung atau rugi, yang penting bisa untuk pengalaman dan melatih mandiri,’’ ujarnya.

Dengan mempunyai tanggung jawab untuk mengajar, Yani punya kesibukan agar tidak sering pulang kampung ke Tuban. Pengalaman-pengalaman itulah yang diyakini akan bermanfaat ketika menghadapi dunia kerja. Menurut mahasiswi pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS) ini, mengajar les privat juga melatihnya agar terus belajar. ‘’Jadi rutin belajar, untuk tugas kuliah dan untuk mengajar siswa didik,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kapolda Jatim, Kapolres Tuban, dan PT Semen Indonesia Peduli Pesantren

Untuk menggali pengalaman, alumnus MAN 2 Tuban ini rela menempuh jarak belasan kilometer dari rumah kos ke rumah siswanya dua kali sepekan. Tak jarang dia juga harus menembus hujan angin saat musim penghujan agar sampai ke lokasi tujuan. ‘’Terkadang kalau lupa jalan sering lihat google maps,’’ kenang dia.

Artikel Terkait

Most Read

Mencoba Geluti Hidroponik

UMM Ngaji Bareng Gus Baha

Artikel Terbaru


/