alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Berkas Belum Beres

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rumah susun warga (rusunawa) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lamongan sudah rampung. Namun, proyek senilai Rp 13 miliar itu tak kunjung ditempati. Alasannya, pengurusan berkas belum rampung. 

‘’Beberapa waktu lalu sudah sempat dirapatkan di Jogjakarta. Kami mendapatkan informasi, sekarang masih menyelesaikan berkas di pusat,’’ tutur Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Dinas PRKP Lamongan, Siti Zulkha, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/8).

Dia menjelaskan, berkas yang kini diselesaikan terkait sertifikat tanah hingga izin mendirikan bangunan (IMB). Menurut Zulkha, berkas tak bisa cepat dirampungkan karena tidak hanya rusunawa di Lamongan. Juga sejumlah rusunawa lainnya di beberapa daerah di Indonesia. 

Baca Juga :  Terima Hibah dari Dirjen Dikti Ristek

‘’Intinya penyiapan berkas untuk serah terima sudah dalam proses,’’ ujar Zulkha saat dikonfirmasi via ponsel. 

Rusunawa tiga lantai itu awalnya diusulkan 48 unit hunian. Setelah rampung seratus persen, ternyata hanya tersedia 41 unit. Dia mengatakan, bangunan itu proyek rusunawa pertama di Lamongan. Tidak menutup kemungkinan bila masih dibutuhkan, maka bisa diajukan kembali. 

‘’Untuk bangunan sudah siap untuk ditempati. Asetnya nanti kan yang memelihara kita kalau sudah diserahterimakan,’’ jelasnya. 

Rusunawa tersebut untuk ASN golongan I dan golongan II di Lamongan. ‘’Kita prioritaskan ASN yang belum memiliki rumah,’’ ujar perempuan berjilbab tersebut.

Saat ini, sejumlah ASN sudah antri mendaftar. Namun, jumlah mereka masih di bawah unit yang tersedia di rusunawa. 

Baca Juga :  WBL Sudah Dibuka, Pengunjung Turun 50 Persen

‘’Karena anggaran yang digunakan kan tahun ini, jadi kita perkirakan serah terima tidak sampai tahun depan,’’ ujarnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rumah susun warga (rusunawa) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lamongan sudah rampung. Namun, proyek senilai Rp 13 miliar itu tak kunjung ditempati. Alasannya, pengurusan berkas belum rampung. 

‘’Beberapa waktu lalu sudah sempat dirapatkan di Jogjakarta. Kami mendapatkan informasi, sekarang masih menyelesaikan berkas di pusat,’’ tutur Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Dinas PRKP Lamongan, Siti Zulkha, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/8).

Dia menjelaskan, berkas yang kini diselesaikan terkait sertifikat tanah hingga izin mendirikan bangunan (IMB). Menurut Zulkha, berkas tak bisa cepat dirampungkan karena tidak hanya rusunawa di Lamongan. Juga sejumlah rusunawa lainnya di beberapa daerah di Indonesia. 

Baca Juga :  Bupati Ajak Perempuan Berpikir Modern

‘’Intinya penyiapan berkas untuk serah terima sudah dalam proses,’’ ujar Zulkha saat dikonfirmasi via ponsel. 

Rusunawa tiga lantai itu awalnya diusulkan 48 unit hunian. Setelah rampung seratus persen, ternyata hanya tersedia 41 unit. Dia mengatakan, bangunan itu proyek rusunawa pertama di Lamongan. Tidak menutup kemungkinan bila masih dibutuhkan, maka bisa diajukan kembali. 

‘’Untuk bangunan sudah siap untuk ditempati. Asetnya nanti kan yang memelihara kita kalau sudah diserahterimakan,’’ jelasnya. 

Rusunawa tersebut untuk ASN golongan I dan golongan II di Lamongan. ‘’Kita prioritaskan ASN yang belum memiliki rumah,’’ ujar perempuan berjilbab tersebut.

Saat ini, sejumlah ASN sudah antri mendaftar. Namun, jumlah mereka masih di bawah unit yang tersedia di rusunawa. 

Baca Juga :  Kartini Masa Kini, Sukses Rumah Tangga dan Organisasi

‘’Karena anggaran yang digunakan kan tahun ini, jadi kita perkirakan serah terima tidak sampai tahun depan,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Sekolah Kehidupan

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/