alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Komitmen Bu Anna Tingkatkan Kualitas SDM Bojonegoro

Radar Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati (Wabup) Budi Irawanto berkomitmen meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) masyarakat Bojonegoro.

Sebab, untuk meningkatkan kesejah teraan masyarakat, sumber daya manusia (SDM) masyarakat menjadi fondasinya. Karena itu, Bu Anna dan Mas Wawan sapaan akrabnya menggulirkan program Satu Desa Dua Sarjana.

Terobosan jempol ini agar semua generasi penerus bisa mera sakan pendidikan di perguruan tinggi. ‘’Satu desa dua sarjana ini bentuk perhatian kami tentang pentingnya meningkatkan IPM,’’ kata Bu Anna.

Menurut dia, program Satu Desa Dua Sarjana yang digulirkan Pemkab Bojonegoro ini untuk pemerataan pendidikan, khususnya bagi warga miskin agar tetap bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi negeri (PTN).

Selain itu, program pendidikan ini untuk peningkatan SDM agar berdaya saing. Juga mencetak generasi berkualitas di era digitalisasi.

‘’Tujuannya (program beasiswa satu desa dua sarjana) itu untuk mewujudkan pemerataan ilmu pengetahuan dan keterampilan,’’ tandas Bupati.

Selama ini, tutur Bu Anna, banyak masyarakat atau lulusan siswa SMA/SMK dan MA yang memerlukan sentuhan pemerintah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Tentu, kehadiran program Satu Desa Dua Sarjana ini diharapkan mengurangi jumlah mahasiswa putus kuliah karena keterbatasan biaya pendidikan.

Beasiswa ini juga merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi bagi mahasiswa Bojonegoro untuk lebih berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik.

Baca Juga :  Dua Pengedar Carnopen Ditangkap

‘’Program ini bisa diakses untuk mahasiswa prestasi dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu,’’ ujar bupati sebelumnya menjabat anggota DPR RI itu.

Prosedur pengajuan beasiswa Satu Desa Dua Sarjana ini melalui beberapa tahapan. Dimulai dari sosialisasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro kepada warga kurang mampu terkait program Satu Desa Dua Sarjana.

Sosialisasi melalui korwil pendidikan kecamatan, sekolah, dan website. Kemudian, calon penerima beasiswa mendaftar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dengan melampirkan persyaratan, di antaranya surat permohonan mendapatkan beasiswa program Satu Desa Dua Sarjana.

Selanjutnya, surat keterangan menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri tempat mahasiswa belajar (bagi yang sudah kuliah).

Calon penerima juga diwajibkan melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK), fotokopi KTP, foto kartu PKH, atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Petani Mandiri (KPM) dan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

‘’Bisa juga fotokopi KHS atau piagam akademik, bagi yang sudah kuliah,’’ lanjutnya. Setelah itu, tim seleksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menyeleksi usulan yang telah masuk.

Berikutnya diterbitkan SK tentang penetapan calon penerima beasiswa yang memenuhi syarat dari Bupati Bojonegoro. Penentuan penerima ini bersifat terbuka dan adil.

Jika jumlah pemohon beasiswa yang memenuhi syarat melebihi pagu yang terpasang di pagu anggaran dinas pendidikan, penetapan penerima didasarkan pada ranking IP mahasiswa atau ranking nilai ujian sekolah berda sarkan desa tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Meriah, Masyarakat Antusias

‘’Sudah dianggarkan sekitar Rp 24 miliar untuk satu desa dua sarjana ini,’’ ujar Bu Anna. Anggaran itu untuk dua program beasiswa. Yakni beasiswa scientist atau prestasi.

Dan beasiswa satu desa dua sarjana. Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, program Satu Desa Dua Sarjana ini sudah berjalan.

Sesuai data yang diterima disdik setempat, mahasiswa mengajukan beasiswa scientist atau prestasi sebanyak 174 proposal. Dari berkas itu sebanyak 72 proposal sudah lolos.

Kemudian untuk beasiswa Satu Desa Dua Sarjana, sudah 76 proposal masuk di meja disdik. Dari jumlah itu yang lolos sebanyak 31 proposal.

‘’Data ini terus bergerak, ini masih verifikasi berkas,’’ ujar Dandi. Dia memastikan, peminat program satu desa dua sarjana ini cukup banyak. Ini membuktikan program bupati sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bahkan, sejumlah calon mahasiswa yang masih proses seleksi di perguruan tinggi, sudah mengajukan proposal. Beraks itu tetap diterima disdik, namun baru bisa diloloskan setelah lolos seleksi proses SBMPTN. ‘’Bukan hanya maha siswa, calon mahasiswa juga sudah banyak yang mengajukan,‘’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati (Wabup) Budi Irawanto berkomitmen meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) masyarakat Bojonegoro.

Sebab, untuk meningkatkan kesejah teraan masyarakat, sumber daya manusia (SDM) masyarakat menjadi fondasinya. Karena itu, Bu Anna dan Mas Wawan sapaan akrabnya menggulirkan program Satu Desa Dua Sarjana.

Terobosan jempol ini agar semua generasi penerus bisa mera sakan pendidikan di perguruan tinggi. ‘’Satu desa dua sarjana ini bentuk perhatian kami tentang pentingnya meningkatkan IPM,’’ kata Bu Anna.

Menurut dia, program Satu Desa Dua Sarjana yang digulirkan Pemkab Bojonegoro ini untuk pemerataan pendidikan, khususnya bagi warga miskin agar tetap bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi negeri (PTN).

Selain itu, program pendidikan ini untuk peningkatan SDM agar berdaya saing. Juga mencetak generasi berkualitas di era digitalisasi.

‘’Tujuannya (program beasiswa satu desa dua sarjana) itu untuk mewujudkan pemerataan ilmu pengetahuan dan keterampilan,’’ tandas Bupati.

Selama ini, tutur Bu Anna, banyak masyarakat atau lulusan siswa SMA/SMK dan MA yang memerlukan sentuhan pemerintah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Tentu, kehadiran program Satu Desa Dua Sarjana ini diharapkan mengurangi jumlah mahasiswa putus kuliah karena keterbatasan biaya pendidikan.

Beasiswa ini juga merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi bagi mahasiswa Bojonegoro untuk lebih berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Akan Sidak Sekolah Penerima DAK

‘’Program ini bisa diakses untuk mahasiswa prestasi dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu,’’ ujar bupati sebelumnya menjabat anggota DPR RI itu.

Prosedur pengajuan beasiswa Satu Desa Dua Sarjana ini melalui beberapa tahapan. Dimulai dari sosialisasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro kepada warga kurang mampu terkait program Satu Desa Dua Sarjana.

Sosialisasi melalui korwil pendidikan kecamatan, sekolah, dan website. Kemudian, calon penerima beasiswa mendaftar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dengan melampirkan persyaratan, di antaranya surat permohonan mendapatkan beasiswa program Satu Desa Dua Sarjana.

Selanjutnya, surat keterangan menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri tempat mahasiswa belajar (bagi yang sudah kuliah).

Calon penerima juga diwajibkan melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK), fotokopi KTP, foto kartu PKH, atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Petani Mandiri (KPM) dan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

‘’Bisa juga fotokopi KHS atau piagam akademik, bagi yang sudah kuliah,’’ lanjutnya. Setelah itu, tim seleksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menyeleksi usulan yang telah masuk.

Berikutnya diterbitkan SK tentang penetapan calon penerima beasiswa yang memenuhi syarat dari Bupati Bojonegoro. Penentuan penerima ini bersifat terbuka dan adil.

Jika jumlah pemohon beasiswa yang memenuhi syarat melebihi pagu yang terpasang di pagu anggaran dinas pendidikan, penetapan penerima didasarkan pada ranking IP mahasiswa atau ranking nilai ujian sekolah berda sarkan desa tempat tinggalnya.

Baca Juga :  PPDB MAN Bojonegoro Tersisa Jalur Reguler

‘’Sudah dianggarkan sekitar Rp 24 miliar untuk satu desa dua sarjana ini,’’ ujar Bu Anna. Anggaran itu untuk dua program beasiswa. Yakni beasiswa scientist atau prestasi.

Dan beasiswa satu desa dua sarjana. Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, program Satu Desa Dua Sarjana ini sudah berjalan.

Sesuai data yang diterima disdik setempat, mahasiswa mengajukan beasiswa scientist atau prestasi sebanyak 174 proposal. Dari berkas itu sebanyak 72 proposal sudah lolos.

Kemudian untuk beasiswa Satu Desa Dua Sarjana, sudah 76 proposal masuk di meja disdik. Dari jumlah itu yang lolos sebanyak 31 proposal.

‘’Data ini terus bergerak, ini masih verifikasi berkas,’’ ujar Dandi. Dia memastikan, peminat program satu desa dua sarjana ini cukup banyak. Ini membuktikan program bupati sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bahkan, sejumlah calon mahasiswa yang masih proses seleksi di perguruan tinggi, sudah mengajukan proposal. Beraks itu tetap diterima disdik, namun baru bisa diloloskan setelah lolos seleksi proses SBMPTN. ‘’Bukan hanya maha siswa, calon mahasiswa juga sudah banyak yang mengajukan,‘’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/