alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

49 Pegawai Inspektorat Akan Dihadirkan di Sidang

BOJONEGORO – Sejumlah pihak akan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi audit internal Inspektorat 2015-2017. Terutama 49 pegawai inspektorat. Mereka akan dimintai keterangan atas perkara yang menyeret Inspektur Bojonegoro (nonaktif) Syamsul Hadi itu.

Kepastian ini setelah Syamsul Hadi telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/7). Berdasar sidang perdana itu, jaksa penuntut umum (JPU) menyebut 49 pegawai inspektorat ini. Mereka telah mengembalikan dana honorarium.

Dekri Wahyudi, salah satu tim JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro memastikan, akan menghadirkan 49 pegawai inspektorat sebagai saksi. Sekaligus 6 saksi ahli. ’’Rencana semua kita panggil mas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (12/7).

Baca Juga :  Ayo Ramai-Ramai Berantas Hoaks 

Berdasarkan penghitungan, kerugian negara perkara ini sebanyak Rp 1,7 miliar. Namun hanya sekitar Rp 500 juta yang dinikmati oleh terdakwa. Sedangkan, sisanya Rp 1,2 miliar dinikmati 49 staf inspektorat.

Tetapi, status 49 saksi itu sebagai saksi dan semuanya telah mengembalikan uang tersebut. Sebab, kerugian negara itu diakibatkan oleh kebijakan yang dibuat terdakwa. Kejari juga telah menyita lahan milik terdakwa.

Sementara itu, Syamsul Hadi juga menjalani sidang praperadilan. Sidang di PN Bojonegoro ini sudah mendekati akhir. Setelah kemarin, agenda pembuktian dilaksanakan oleh pemohon dan termohon. Menyisakan sidang putusan berlangsung Senin (15/7).

Indra Lesmana, putra Syamsul Hadi tak banyak berkomentar usai menjalani agenda pembuktian. Ia mengatakan memang hanya melampirkan surat-surat, salah satunya putusan PTUN yang menyatakan bahwa pemohon telah diputus tidak bersalah.

Baca Juga :  Para Pemain Persibo Bojonegoro Sudah Tinggalkan Mes

“Iya, hanya surat-surat saja sebagai alat bukti kami,” tuturnya.

Terpisah, pihak termohon hadirkan enam saksi dan surat-surat. Enam saksi di antaranya kasi pidsus, dua jaksa penyidik, dua petugas, dan satu sopir.

Aditya Okto Tohari, salah satu jaksa kejari menerangkan, keenam saksi dinilai bisa membuktikan segala proses peradilan yang telah ditempuh. Dan sudah sesuai prosedur. Jadi, pihaknya pun optimistis bisa menang.

’’Ada foto-fotonya juga, serta administrasi berupa surat-surat kami juga lampirkan lengkap, seperti surat perintah penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga pelimpahan perkara,’’ tuturnya.

BOJONEGORO – Sejumlah pihak akan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi audit internal Inspektorat 2015-2017. Terutama 49 pegawai inspektorat. Mereka akan dimintai keterangan atas perkara yang menyeret Inspektur Bojonegoro (nonaktif) Syamsul Hadi itu.

Kepastian ini setelah Syamsul Hadi telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/7). Berdasar sidang perdana itu, jaksa penuntut umum (JPU) menyebut 49 pegawai inspektorat ini. Mereka telah mengembalikan dana honorarium.

Dekri Wahyudi, salah satu tim JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro memastikan, akan menghadirkan 49 pegawai inspektorat sebagai saksi. Sekaligus 6 saksi ahli. ’’Rencana semua kita panggil mas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (12/7).

Baca Juga :  Penumpang Kereta Api Lokal Penuh

Berdasarkan penghitungan, kerugian negara perkara ini sebanyak Rp 1,7 miliar. Namun hanya sekitar Rp 500 juta yang dinikmati oleh terdakwa. Sedangkan, sisanya Rp 1,2 miliar dinikmati 49 staf inspektorat.

Tetapi, status 49 saksi itu sebagai saksi dan semuanya telah mengembalikan uang tersebut. Sebab, kerugian negara itu diakibatkan oleh kebijakan yang dibuat terdakwa. Kejari juga telah menyita lahan milik terdakwa.

Sementara itu, Syamsul Hadi juga menjalani sidang praperadilan. Sidang di PN Bojonegoro ini sudah mendekati akhir. Setelah kemarin, agenda pembuktian dilaksanakan oleh pemohon dan termohon. Menyisakan sidang putusan berlangsung Senin (15/7).

Indra Lesmana, putra Syamsul Hadi tak banyak berkomentar usai menjalani agenda pembuktian. Ia mengatakan memang hanya melampirkan surat-surat, salah satunya putusan PTUN yang menyatakan bahwa pemohon telah diputus tidak bersalah.

Baca Juga :  Antusias Warga Sambut Bintang Satu di Lokasi TMMD

“Iya, hanya surat-surat saja sebagai alat bukti kami,” tuturnya.

Terpisah, pihak termohon hadirkan enam saksi dan surat-surat. Enam saksi di antaranya kasi pidsus, dua jaksa penyidik, dua petugas, dan satu sopir.

Aditya Okto Tohari, salah satu jaksa kejari menerangkan, keenam saksi dinilai bisa membuktikan segala proses peradilan yang telah ditempuh. Dan sudah sesuai prosedur. Jadi, pihaknya pun optimistis bisa menang.

’’Ada foto-fotonya juga, serta administrasi berupa surat-surat kami juga lampirkan lengkap, seperti surat perintah penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga pelimpahan perkara,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/