alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Resepsi Masih Dilarang, Akad Nikah Bisa di Rumah Saja

Radar Bojonegoro – Calon pengantin bisa sedikit lega. Kini bisa melaksanakan pernikahan di luar kantor urusan agama (KUA). Kantor Kemenag Bojonegoro memastikan kebolehan ini karena sudah memasuki new normal.

Namun, terkait resepsi atau haja tan pernikahan, Pemkab Bojonegoro belum membolehkan. ‘’Sejak 10 Juni lalu Dirjen Pendis menerbitan surat edaran tentang menikah di luar kantor,’’ ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Bojonegoro Muhlisin Mufa kemarin (12/6).

Muhlisin melanjutkan, diperbolehkannya menikah di luar KUA itu karena saat ini sudah memasuki new normal. Namun, prosesi akad nikah di luar KUA itu tetap harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

‘’Saat dilaksanakan di rumah, jumlah mengikuti jalannya prosesi akad nikah maksimal 10 orang,’’ ujarnya. Jika akad nikah di gedung atau masjid, lanjut Muhlisin, jumlah yang menghadiri tidak boleh lebih 30 orang.

Baca Juga :  Pedagang Beralih di Areal Parkir Pasar

Sehingga, potensi penularan Covid-19 bisa dicegah. ‘’Jika tidak memenuhi aturan itu, penghulu bisa membatalkan pernikahan,’’ jelas pria asli Tuban itu.

Pelaksanaan akad nikah di luar KUA bisa dilakukan oleh calon pengantin sudah mendaftar atau belum. Pasangan calon pengantin sudah mendaftar bisa memilih di KUA atau di luar.

‘’Sebelumnya kan harus di KUA. Saat ini bisa di ubah,’’ tuturnya. Bulan ini, ada ratusan pasangan calon akan melangsungkan pernikahan. Mereka sudah melakukan pendaftaran sejak Mei lalu.

Saat ini, pelaksanaan nikah dalam sehari hanya dibatasi 8 pasangan pengantin. Jika lebih, pasangan calon ke 9 dan selanjutnya harus mengurus surat keterangan.

‘’Biasanya pada hari-hari tertentu banyak dipilih untuk melangsungkan akad nikah,’’ jelasnya. Paling banyak biasanya adalah malam 29 Ramadan. Namun, pada hari-hari tertentu juga masih ada yang dipilih.

Baca Juga :  Galakkan Kesadaran dan Ketertiban Pengelolaan Kearsipan Lamongan

‘’Jadi, harus memperhatikan aturan yang diberikan itu. Sehingga, pelaksanaan berjalan dengan aman,’’ terangnya. Terkait dengan pesta pernikahan atau resepsi? Muhlisin memastikan, hal itu tidak menjadi ranah Kantor Kemenag setempat. Kemenag hanya sebatas akad nikah. ‘’Kalau itu tergantung daerah masing-masing boleh atau tidaknya,’’ jelas dia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penang gulangan Covid-19 Bojonegoro Masirin mengatakan, hingga kini belum ada edaran lebih lanjut mengenai kebolehan resepsi di masa pandemi. Sehingga, acara hajatan, resepsi, atau sejenisnya masih belum diper bolehkan. ‘’Belum ada perubahan. Masih seperti sebelumnya,’’ ujarnya. 

Radar Bojonegoro – Calon pengantin bisa sedikit lega. Kini bisa melaksanakan pernikahan di luar kantor urusan agama (KUA). Kantor Kemenag Bojonegoro memastikan kebolehan ini karena sudah memasuki new normal.

Namun, terkait resepsi atau haja tan pernikahan, Pemkab Bojonegoro belum membolehkan. ‘’Sejak 10 Juni lalu Dirjen Pendis menerbitan surat edaran tentang menikah di luar kantor,’’ ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Bojonegoro Muhlisin Mufa kemarin (12/6).

Muhlisin melanjutkan, diperbolehkannya menikah di luar KUA itu karena saat ini sudah memasuki new normal. Namun, prosesi akad nikah di luar KUA itu tetap harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

‘’Saat dilaksanakan di rumah, jumlah mengikuti jalannya prosesi akad nikah maksimal 10 orang,’’ ujarnya. Jika akad nikah di gedung atau masjid, lanjut Muhlisin, jumlah yang menghadiri tidak boleh lebih 30 orang.

Baca Juga :  Ujian Paket C Diduga Disusupi Joki

Sehingga, potensi penularan Covid-19 bisa dicegah. ‘’Jika tidak memenuhi aturan itu, penghulu bisa membatalkan pernikahan,’’ jelas pria asli Tuban itu.

Pelaksanaan akad nikah di luar KUA bisa dilakukan oleh calon pengantin sudah mendaftar atau belum. Pasangan calon pengantin sudah mendaftar bisa memilih di KUA atau di luar.

‘’Sebelumnya kan harus di KUA. Saat ini bisa di ubah,’’ tuturnya. Bulan ini, ada ratusan pasangan calon akan melangsungkan pernikahan. Mereka sudah melakukan pendaftaran sejak Mei lalu.

Saat ini, pelaksanaan nikah dalam sehari hanya dibatasi 8 pasangan pengantin. Jika lebih, pasangan calon ke 9 dan selanjutnya harus mengurus surat keterangan.

‘’Biasanya pada hari-hari tertentu banyak dipilih untuk melangsungkan akad nikah,’’ jelasnya. Paling banyak biasanya adalah malam 29 Ramadan. Namun, pada hari-hari tertentu juga masih ada yang dipilih.

Baca Juga :  Pemuda Serang Kyai Pondok, Tunggu Hasil Tes Kejiwaan

‘’Jadi, harus memperhatikan aturan yang diberikan itu. Sehingga, pelaksanaan berjalan dengan aman,’’ terangnya. Terkait dengan pesta pernikahan atau resepsi? Muhlisin memastikan, hal itu tidak menjadi ranah Kantor Kemenag setempat. Kemenag hanya sebatas akad nikah. ‘’Kalau itu tergantung daerah masing-masing boleh atau tidaknya,’’ jelas dia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penang gulangan Covid-19 Bojonegoro Masirin mengatakan, hingga kini belum ada edaran lebih lanjut mengenai kebolehan resepsi di masa pandemi. Sehingga, acara hajatan, resepsi, atau sejenisnya masih belum diper bolehkan. ‘’Belum ada perubahan. Masih seperti sebelumnya,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/