alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tanyakan Izin, Pemkab Klaim Sudah Izin Gubernur

BUPATI Bojonegoro Anna Mu’awanah beserta rombongannya hingga saat ini masih di London, Inggris. Bupati didampingi Ali Duppa suaminya, sekaligus anggota Dewan Riset Daerah (DRD). Juga, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Yayan Rohman, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Herry Sudjarwo, dan Rachmad Farokhi, sekretaris pribadi (sekpri) bupati. Rencananya bupati tiba di tanah air pada 19 Juni.

Namun, kalangan DPRD mempertanyakan izin rombongan pemkab menuju ke Inggris. “Saya tidak tahu apakah sudah mengantongi izin atau tidak. Jika tak mengantongi izin, itu sudah jelas melanggar aturan,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Anam Warsito kemarin (12/6).

Baca Juga :  Pemkab Jangan Tebang Pilih

Menurut dia, kegiatan tersebut dinilai melanggar aturan jika bupati tidak mengantongi izin dari menteri dalam negeri (Mendagri). Apalagi, saat ini bertepatan pembahasan raperda tentang pertanggungjawaban bupati atas penyerapan APBD 2018 lalu.

Anam mengatakan, kegiatan ke luar negeri yang belum jelas agendanya itu dinilai kegiatan kurang bermanfaat. Padahal, saat ini bertepatan pembahasan raperda tentang laporan pertanggungjawaban APBD 2018.

Karena sesuai undang-undang tentang pemerintah daerah, usulan raperda tersebut harus disampaikan langsung kepala daerah kepada DPRD. Selama kepala daerah tidak memiliki alasan yang krusial dan harus diwakilkan.

“Dia (bupati) pergi ke luar negeri tanpa ada alasan yang jelas. Ini bentuk penyelewengan institusi DPRD,” ujarnya.

Baca Juga :  Bebaskan Perizinan Lingkungan

Dia menambahkan, saat ini masih banyak program pemkab belum berjalan dan membutuhkan keputusan tertulis berupa surat keputusan (SK) dari bupati. Namun, karena kepala daerah tugas luar negeri, sejumlah program terhambat. Terbukti serapan anggaran APBD masih di bawah 20 persen, padahal sudah memasuki satu semester.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Heru Sugiharto mengatakan, Bupati ke Inggris untuk menghadiri undangan Young International Profesional Asosation (YIPA). Sebelum berangkat, dia mengatakan sudah mengajukan izin ke Mendagri dan Gubernur Jawa Timur. Namun, pihaknya tak bisa menunjukkan izin tersebut. “Yang jelas sudah izin,” klaimnya.

BUPATI Bojonegoro Anna Mu’awanah beserta rombongannya hingga saat ini masih di London, Inggris. Bupati didampingi Ali Duppa suaminya, sekaligus anggota Dewan Riset Daerah (DRD). Juga, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Yayan Rohman, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Herry Sudjarwo, dan Rachmad Farokhi, sekretaris pribadi (sekpri) bupati. Rencananya bupati tiba di tanah air pada 19 Juni.

Namun, kalangan DPRD mempertanyakan izin rombongan pemkab menuju ke Inggris. “Saya tidak tahu apakah sudah mengantongi izin atau tidak. Jika tak mengantongi izin, itu sudah jelas melanggar aturan,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Anam Warsito kemarin (12/6).

Baca Juga :  Kebijakan Kemensos Bikin Kelabakan, Penerima Bansos Turun Drastis

Menurut dia, kegiatan tersebut dinilai melanggar aturan jika bupati tidak mengantongi izin dari menteri dalam negeri (Mendagri). Apalagi, saat ini bertepatan pembahasan raperda tentang pertanggungjawaban bupati atas penyerapan APBD 2018 lalu.

Anam mengatakan, kegiatan ke luar negeri yang belum jelas agendanya itu dinilai kegiatan kurang bermanfaat. Padahal, saat ini bertepatan pembahasan raperda tentang laporan pertanggungjawaban APBD 2018.

Karena sesuai undang-undang tentang pemerintah daerah, usulan raperda tersebut harus disampaikan langsung kepala daerah kepada DPRD. Selama kepala daerah tidak memiliki alasan yang krusial dan harus diwakilkan.

“Dia (bupati) pergi ke luar negeri tanpa ada alasan yang jelas. Ini bentuk penyelewengan institusi DPRD,” ujarnya.

Baca Juga :  Dirazia, Penjual Petasan Tunjukkan Izin dari Gresik

Dia menambahkan, saat ini masih banyak program pemkab belum berjalan dan membutuhkan keputusan tertulis berupa surat keputusan (SK) dari bupati. Namun, karena kepala daerah tugas luar negeri, sejumlah program terhambat. Terbukti serapan anggaran APBD masih di bawah 20 persen, padahal sudah memasuki satu semester.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Heru Sugiharto mengatakan, Bupati ke Inggris untuk menghadiri undangan Young International Profesional Asosation (YIPA). Sebelum berangkat, dia mengatakan sudah mengajukan izin ke Mendagri dan Gubernur Jawa Timur. Namun, pihaknya tak bisa menunjukkan izin tersebut. “Yang jelas sudah izin,” klaimnya.

Artikel Terkait

Most Read

Pangsa Android Tak Pernah Sepi Pembeli

Usai Jual Tanah, Uang Dirampok

Belajar Berbisnis Kaus

Artikel Terbaru


/