alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

26 SMPN Kekurangan Pagu

BOJONEGORO – Jumlah SMPN yang tidak memenuhi pagu dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) online cukup banyak. Data Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, dari 49 SMPN ternyata sebanyak 26 SMP tidak berhasil memenuhi pagu.

“Yang berhasil memenuhi pagu hanya 23 sekolah,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Disdik Sugiharto kemarin (12/6).

Sugi menjelaskan, sekolah-sekolah yang tidak berhasil memenuhi pagu tersebar di semua zona. Rata-rata adalah sekolah pinggiran. Ada juga di kawasan perkotaan, seperti SMPN 4 Bojonegoro.

“SMPN 1 Kapas dan SMPN Sukosewu juga tidak berhasil memenuhi pagu,” jelasnya.

Sugi menjelaskan, SMPN yang tidak berhasil memenuhi pagu tidak bisa lagi membuka pendaftaran. Sebab, pendaftaran sudah ditutup. Sehingga, sekolah-sekolah itu akan tetap kekurangan siswa.

Baca Juga :  Elpiji Bocor, Sambar Bensin, Satu Korban Luka Bakar

“kekurangannya beragam. Mulai satu kelas hingga dua kelas,” jelasnya.

Tahun ini penentuan diterima tidaknya siswa bukan dari nilai ujian nasional (unas). Namun, dari jarak rumah ke sekolah. Sehingga, sekolah yang kekurangan siswa itu memang sudah tidak ada lagi siswa yang rumahnya dekat atau satu zona.

“Bisa juga mereka sudah mendaftar ke sekolah swasta,” jelasnya.

Kepala Disdik Hanafi menuturkan, tahun ini PPDB memang murni menggunakan zona dalam penerimaan. Bahkan, PPDB sudah dimulai sebelum nilai unas diumumkan. Sebab, nilai unas baru diumumkan kemarin (12/6). Sedangkan, PPDB sudah dilaksanakan pada 27 Mei lalu.

Hanafi menjelaskan, tahun ini jumlah kekurangan pagu berkurang dibanding tahun lalu. Tahun lalu jumlah sekolah yang kekurangan pagu lebih dari 26 sekolah. “Tentu semua ada plus dan minusnya,” terangnya.

Baca Juga :  Unggul Pengetahuan, Unggul Religi

Hanafi menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi pelaksanaan PPDB tahun ini. Berbagai kekurangan nantinya akan disempurnakan tahun depan. Namun, dia memastikan tahun depan pelaksanaan PPDB akan tetap mengacu sistem zonasi.

“Kita akan terus konsisten. Jadi, tahun depan tetap pakai zona,” tutur dia.

Sementara itu, hasil PPDB baru diumumkan kemarin siang. Sebanyak 324 siswa dipastikan tidak diterima dalam PPDB. Mereka harus mendaftar ke sekolah swasta. Siswa yang diterima langsung melakukan daftar ulang hingga 15 Juni besok.

BOJONEGORO – Jumlah SMPN yang tidak memenuhi pagu dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) online cukup banyak. Data Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, dari 49 SMPN ternyata sebanyak 26 SMP tidak berhasil memenuhi pagu.

“Yang berhasil memenuhi pagu hanya 23 sekolah,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Disdik Sugiharto kemarin (12/6).

Sugi menjelaskan, sekolah-sekolah yang tidak berhasil memenuhi pagu tersebar di semua zona. Rata-rata adalah sekolah pinggiran. Ada juga di kawasan perkotaan, seperti SMPN 4 Bojonegoro.

“SMPN 1 Kapas dan SMPN Sukosewu juga tidak berhasil memenuhi pagu,” jelasnya.

Sugi menjelaskan, SMPN yang tidak berhasil memenuhi pagu tidak bisa lagi membuka pendaftaran. Sebab, pendaftaran sudah ditutup. Sehingga, sekolah-sekolah itu akan tetap kekurangan siswa.

Baca Juga :  Waduh, Kenaikan Tunjangan Terancam Hangus

“kekurangannya beragam. Mulai satu kelas hingga dua kelas,” jelasnya.

Tahun ini penentuan diterima tidaknya siswa bukan dari nilai ujian nasional (unas). Namun, dari jarak rumah ke sekolah. Sehingga, sekolah yang kekurangan siswa itu memang sudah tidak ada lagi siswa yang rumahnya dekat atau satu zona.

“Bisa juga mereka sudah mendaftar ke sekolah swasta,” jelasnya.

Kepala Disdik Hanafi menuturkan, tahun ini PPDB memang murni menggunakan zona dalam penerimaan. Bahkan, PPDB sudah dimulai sebelum nilai unas diumumkan. Sebab, nilai unas baru diumumkan kemarin (12/6). Sedangkan, PPDB sudah dilaksanakan pada 27 Mei lalu.

Hanafi menjelaskan, tahun ini jumlah kekurangan pagu berkurang dibanding tahun lalu. Tahun lalu jumlah sekolah yang kekurangan pagu lebih dari 26 sekolah. “Tentu semua ada plus dan minusnya,” terangnya.

Baca Juga :  Distribusi Naskah Tuntas, Sisakan Pengerjaan

Hanafi menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi pelaksanaan PPDB tahun ini. Berbagai kekurangan nantinya akan disempurnakan tahun depan. Namun, dia memastikan tahun depan pelaksanaan PPDB akan tetap mengacu sistem zonasi.

“Kita akan terus konsisten. Jadi, tahun depan tetap pakai zona,” tutur dia.

Sementara itu, hasil PPDB baru diumumkan kemarin siang. Sebanyak 324 siswa dipastikan tidak diterima dalam PPDB. Mereka harus mendaftar ke sekolah swasta. Siswa yang diterima langsung melakukan daftar ulang hingga 15 Juni besok.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/