alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Pengeroyokan Sukadi Terungkap dari Video

- Advertisement -

TUBAN – Tak lama setelah Sukadi dikeroyok, beredar video pembantaiannya. Video sadis tersebut menayangkan adegan miris manula pencuri setandan pisang ini jadi bulan-bulanan dua pemuda yang memergokinya mencuri pisang di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Minggu (3/6) sekitar pukul 02.30.

Video yang tersebar melalui pesan berantai tersebut menjadi petunjuk penting Satreskrim Polres Tuban untuk mengamankan dua pemuda desa setempat, Onny Meuliade Rolando dan Simadhe Setiyawan. Video berdurasi sekitar satu menit tersebut direkam salah satu saksi yang melihat pengeroyokan terhadap lansia yang terkena stroke pada tangan kiri dan kaki kirinya tersebut.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto mengakui, rekaman tersebut menjadi petunjuk penting diamankannya duet pelaku pengeroyokan tersebut. Video tersebut direkam saksi berinisial MM, 15, yang kebetulan lewat. Setelah video tersebut berada di tangan polisi, tak lama kemudian duo pemuda tersebut diciduk. ‘’Dari video tersebut kami jadi lebih mudah mengamankan pelaku sekaligus tahu penganiayaan yang dilakukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Etalase Kaca Ambruk, Kepala Disnakertrans Minta Ganti Baru

Dari tayangan tersebut diketahui lansia asal Desa/Kecamatan Semanding itu dipukul kepala dan badannya. Setelah terkapar, tubuhnya diinjak-injak. Kedua matanya juga dipukuli hingga rusak. ‘’Dugaan mabuk belum kami dalami. Kami masih fokus penganiayaan yang dilakukan dua pelaku itu,’’ terang mantan kasatreskrim Polres Gresik itu.

Agar tidak memunculkan opini yang liar, Iwan menginstruksikan jajarannya untuk memusnahkan video tersebut. Tujuannya agar tidak menimbulkan trauma dari keluarga korban. Dia juga berjanji untuk menindak tegas kedua pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

- Advertisement -

Di bagian lain, perwira berpangkat balok tiga di pundak ini mengimbau agar tindakan main hakim sendiri tidak lagi terjadi di masyarakat. Terlebih, dalam kurun waktu tiga hari, dua nyawa pelaku pencurian melayang hanya karena barang curian yang tidak seberapa. Dia berharap masyarakat responsif dengan melaporkannya kepada petugas. ‘’Kalau menangkap pelaku kejahatan, amankan saja dulu sampai petugas datang. Jangan dihakimi sendiri,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Perbaiki Dua Saluran Pembuangan

Diberitakan sebelumnya, di usia senja 62 tahun, Sukadi masih harus menanggung hidup istri dan satu anaknya. Karena tidak mempunyai keahlian dan dalam kondisi stroke, dia memilih menghidupi keluarganya dengan mencuri pisang.

Pada aksi terakhirnya di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Minggu (3/6) sekitar pukul 02.30, dia dipergoki sekelompok pemuda yang mabuk. Mereka inilah yang mengeroyok Sukadi hingga kritis. Sabtu (9/6) sekitar pukul 13.30, dia mengembuskan napas terakhir di RSUD dr R. Koesma Tuban.

TUBAN – Tak lama setelah Sukadi dikeroyok, beredar video pembantaiannya. Video sadis tersebut menayangkan adegan miris manula pencuri setandan pisang ini jadi bulan-bulanan dua pemuda yang memergokinya mencuri pisang di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Minggu (3/6) sekitar pukul 02.30.

Video yang tersebar melalui pesan berantai tersebut menjadi petunjuk penting Satreskrim Polres Tuban untuk mengamankan dua pemuda desa setempat, Onny Meuliade Rolando dan Simadhe Setiyawan. Video berdurasi sekitar satu menit tersebut direkam salah satu saksi yang melihat pengeroyokan terhadap lansia yang terkena stroke pada tangan kiri dan kaki kirinya tersebut.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto mengakui, rekaman tersebut menjadi petunjuk penting diamankannya duet pelaku pengeroyokan tersebut. Video tersebut direkam saksi berinisial MM, 15, yang kebetulan lewat. Setelah video tersebut berada di tangan polisi, tak lama kemudian duo pemuda tersebut diciduk. ‘’Dari video tersebut kami jadi lebih mudah mengamankan pelaku sekaligus tahu penganiayaan yang dilakukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Siap Mudik Bersama Toyota Auto 2000 Tuban

Dari tayangan tersebut diketahui lansia asal Desa/Kecamatan Semanding itu dipukul kepala dan badannya. Setelah terkapar, tubuhnya diinjak-injak. Kedua matanya juga dipukuli hingga rusak. ‘’Dugaan mabuk belum kami dalami. Kami masih fokus penganiayaan yang dilakukan dua pelaku itu,’’ terang mantan kasatreskrim Polres Gresik itu.

Agar tidak memunculkan opini yang liar, Iwan menginstruksikan jajarannya untuk memusnahkan video tersebut. Tujuannya agar tidak menimbulkan trauma dari keluarga korban. Dia juga berjanji untuk menindak tegas kedua pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

- Advertisement -

Di bagian lain, perwira berpangkat balok tiga di pundak ini mengimbau agar tindakan main hakim sendiri tidak lagi terjadi di masyarakat. Terlebih, dalam kurun waktu tiga hari, dua nyawa pelaku pencurian melayang hanya karena barang curian yang tidak seberapa. Dia berharap masyarakat responsif dengan melaporkannya kepada petugas. ‘’Kalau menangkap pelaku kejahatan, amankan saja dulu sampai petugas datang. Jangan dihakimi sendiri,’’ tegas dia.

Baca Juga :  12 Anjal keroyok Supir Truk

Diberitakan sebelumnya, di usia senja 62 tahun, Sukadi masih harus menanggung hidup istri dan satu anaknya. Karena tidak mempunyai keahlian dan dalam kondisi stroke, dia memilih menghidupi keluarganya dengan mencuri pisang.

Pada aksi terakhirnya di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Minggu (3/6) sekitar pukul 02.30, dia dipergoki sekelompok pemuda yang mabuk. Mereka inilah yang mengeroyok Sukadi hingga kritis. Sabtu (9/6) sekitar pukul 13.30, dia mengembuskan napas terakhir di RSUD dr R. Koesma Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/