alexametrics
22.8 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Penjual Miras Oplosan Bakal Ditindak Tegas

KOTA – Santer diberitakan di wilayah Jawa Barat banyak jatuh korban tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan tentu menjadi perhatian Polres Bojonegoro. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat minuman haram tersebut. “Kami terus melakukan operasi maupun razia terhadap para penjual miras. Sebab tahun lalu kami juga telah meringkus dua produsen arak di wilayah Gayam dan Baureno,” kata Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro kamis (12/4). Dia mengatakan, jajaran polsek juga dikerahkan untuk melakukan patroli terhadap wilayahwilayah ditengarai menjual miras.

Para penjual miras tersebut akan dijerat pidana, dengan sangkaan tindak pidana ringan (tipiring). Berdasarkan data 2016, barang bukti miras sebanyak 998 liter dan mengalami penurunan pada 2017 sebanyak 580 liter. “Jumlah kasus dan tersangkanya pada 2016 sebanyak 200. Sedangkan pada 2017 turun menjadi 107,” ujar Kapolres. Saat operasi miras, kepolisian terlebih dahulu memantau dan mendata warung mana saja yang masih menjual miras.

Baca Juga :  Ibu Lima Anak Produksi Miras 

Lalu, bisa berdasarkan informasi warga dan pantauan petugas, didapati warung yang menjual miras. “Kami lakukan lidik dulu, kami tentukan mana yang masih menjual miras. Baru kita lakukan penindakan,” tegasnya. Adapun miras yang beredar dan dikonsumsi masyarakat bisa menyebabkan tindak kriminal. Karena miras bisa membuat orang hilang kesadaran. Bahkan, miras oplosan bisa mengganggu dan merusak kesehatan hingga berujung kematian. “Komitmen kami tentu terus berupaya memberantas peredaran miras di Bojonegoro,” ucapnya. 

KOTA – Santer diberitakan di wilayah Jawa Barat banyak jatuh korban tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan tentu menjadi perhatian Polres Bojonegoro. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat minuman haram tersebut. “Kami terus melakukan operasi maupun razia terhadap para penjual miras. Sebab tahun lalu kami juga telah meringkus dua produsen arak di wilayah Gayam dan Baureno,” kata Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro kamis (12/4). Dia mengatakan, jajaran polsek juga dikerahkan untuk melakukan patroli terhadap wilayahwilayah ditengarai menjual miras.

Para penjual miras tersebut akan dijerat pidana, dengan sangkaan tindak pidana ringan (tipiring). Berdasarkan data 2016, barang bukti miras sebanyak 998 liter dan mengalami penurunan pada 2017 sebanyak 580 liter. “Jumlah kasus dan tersangkanya pada 2016 sebanyak 200. Sedangkan pada 2017 turun menjadi 107,” ujar Kapolres. Saat operasi miras, kepolisian terlebih dahulu memantau dan mendata warung mana saja yang masih menjual miras.

Baca Juga :  Ibu Lima Anak Produksi Miras 

Lalu, bisa berdasarkan informasi warga dan pantauan petugas, didapati warung yang menjual miras. “Kami lakukan lidik dulu, kami tentukan mana yang masih menjual miras. Baru kita lakukan penindakan,” tegasnya. Adapun miras yang beredar dan dikonsumsi masyarakat bisa menyebabkan tindak kriminal. Karena miras bisa membuat orang hilang kesadaran. Bahkan, miras oplosan bisa mengganggu dan merusak kesehatan hingga berujung kematian. “Komitmen kami tentu terus berupaya memberantas peredaran miras di Bojonegoro,” ucapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/