alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Layak Diproyeksi Dander Kota Baru

DANDER – Menjadi kecamatan berdekatan dengan kota membuat Kecamatan Dander menjadi daerah memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa jalur menuju Kecamatan Dander sudah mulai ada perbaikan dan dilebarkan. Misalnya, jalan poros dari Bundaran Jetak hingga ke Perempatan Dander. Kalangan pelaku usaha sangat atensi bila Kecamatan Dander menjadi penyangga kota. Setidaknya, bisa diarahkan konsep sebagai Dander Kota Baru (DKB). ‘’Bagi pebisnis tentu sangat berpotensi menjadi kecamatan (Dander) maju,’’ kata Fahrul Riza salah satu developer hunian di Kecamatan Dander kamis (12/4).

Dari segi tata letak, menurut Fahrul, potensi ekonomi masih terbuka. Selain dekat dengan perkotaan, masih banyak lahan berada di Kecamatan Dander. Tak heran, banyak pelaku usaha sektor properti menyasar kecamatan memiliki 16 desa tersebut. ‘’Yang perlu ditata terkait proses perizinan agar lebih mudah. Tak lama dan efi sien. Sehingga mempermudah sektor ekonomi untuk bisa berkembang,’’ ucap pebisnis muda ini kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  GDK Lirik Kelola Tirtawana Dander

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto tak keberatan jika Kecamatan Dander memiliki julukan sebagai Dander Kota Baru. Bukan berarti Dander menjadi kabupaten tersendiri. Tapi, Kecamatan Dander perlu ditata menjadi daerah perkotaan. ‘’Saya tidak keberatan jika ada sebutan seperti itu (Dander Kota Baru),’’ kata dia. Menurut Sukur, sudah waktunya pemkab melakukan pengembangan di daerah selatan kota tersebut. Untuk itu, lanjut dia, bila nanti pada penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan pimpinan yang baru, tentu akan didorong untuk mengawal daerah tersebut.

Sehingga, kawasan perkotaan tidak jadi penuh sesak. ‘’Tata kota memang harus diperhatikan,’’ ujarnya. Politikus Partai Demokrat itu melanjutkan, untuk menjadikan daerah sebagai penyangga perkotaan setidaknya fasilitas publik harus mulai didorong dikembangkan. Sehingga, masyarakat tinggal di daerah berdekatan dengan Kecamatan Dander turut merasakan atas perubahannya. Diketahui, beberapa fasilitas publik sudah mulai berdiri di Kecamatan Dander. Misalkan ragam sekolah dan fasilitas kesehatan. Hanya, pemkab masih belum serius menata Kecamatan Dander sebagai kota.

Baca Juga :  Okupansi Hotel Belum Ditopang Sektor Wisata

DANDER – Menjadi kecamatan berdekatan dengan kota membuat Kecamatan Dander menjadi daerah memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa jalur menuju Kecamatan Dander sudah mulai ada perbaikan dan dilebarkan. Misalnya, jalan poros dari Bundaran Jetak hingga ke Perempatan Dander. Kalangan pelaku usaha sangat atensi bila Kecamatan Dander menjadi penyangga kota. Setidaknya, bisa diarahkan konsep sebagai Dander Kota Baru (DKB). ‘’Bagi pebisnis tentu sangat berpotensi menjadi kecamatan (Dander) maju,’’ kata Fahrul Riza salah satu developer hunian di Kecamatan Dander kamis (12/4).

Dari segi tata letak, menurut Fahrul, potensi ekonomi masih terbuka. Selain dekat dengan perkotaan, masih banyak lahan berada di Kecamatan Dander. Tak heran, banyak pelaku usaha sektor properti menyasar kecamatan memiliki 16 desa tersebut. ‘’Yang perlu ditata terkait proses perizinan agar lebih mudah. Tak lama dan efi sien. Sehingga mempermudah sektor ekonomi untuk bisa berkembang,’’ ucap pebisnis muda ini kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  APBD Bojonegoro Tahun Depan Diproyeksi Capai Rp 4,5 Triliun

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto tak keberatan jika Kecamatan Dander memiliki julukan sebagai Dander Kota Baru. Bukan berarti Dander menjadi kabupaten tersendiri. Tapi, Kecamatan Dander perlu ditata menjadi daerah perkotaan. ‘’Saya tidak keberatan jika ada sebutan seperti itu (Dander Kota Baru),’’ kata dia. Menurut Sukur, sudah waktunya pemkab melakukan pengembangan di daerah selatan kota tersebut. Untuk itu, lanjut dia, bila nanti pada penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan pimpinan yang baru, tentu akan didorong untuk mengawal daerah tersebut.

Sehingga, kawasan perkotaan tidak jadi penuh sesak. ‘’Tata kota memang harus diperhatikan,’’ ujarnya. Politikus Partai Demokrat itu melanjutkan, untuk menjadikan daerah sebagai penyangga perkotaan setidaknya fasilitas publik harus mulai didorong dikembangkan. Sehingga, masyarakat tinggal di daerah berdekatan dengan Kecamatan Dander turut merasakan atas perubahannya. Diketahui, beberapa fasilitas publik sudah mulai berdiri di Kecamatan Dander. Misalkan ragam sekolah dan fasilitas kesehatan. Hanya, pemkab masih belum serius menata Kecamatan Dander sebagai kota.

Baca Juga :  Tak Banding, Syamsul Terima Pidana 5 Tahun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/