alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Kecamatan Sepakat Desa Soko Miliki Museum

TEMAYANG – Perhatian publik atas benda purbakala di Desa Soko, Kecamatan Temayang, terus datang. Termasuk opsi perlunya pendirian museum pubakala di desa tersebut. Hal ini membuat pihak kecamatan untuk bergerak. Camat Temayang Heri Widodo mengatakan, akan berupaya membangun komunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro. “Nanti kami komunikasikan,” katanya kamis (12/4). Dia mengakui, jika di Desa Soko cukup banyak potensi.

Selain benda purbakala, ada pula potensi gua yang bisa menarik wisatawan. Menurutnya, perlu ada kerja sama semua pihak agar pengembangan Desa Soko bisa maksimal. “Saya yakin jika dikembangkan akan bisa bagus,” ujar dia. Heri melanjutkan, Desa Soko itu ibarat mutiara yang masih terpendem. Perlu ada yang menggali agar bisa terlihat di permukaan. Dengan begitu, Soko bisa dikenal oleh masyarakat. Menurut dia, setelah terlihat di permukaan, masyarakatnya juga harus siap. Bukan berarti, cuek dan tidak ikut terlibat untuk mengelola wisata yang ada di sana. “Semua harus terlibat.

Baca Juga :  Potensi La Nina, Bisa Turunkan Angka Kekeringan

Tidak hanya pemerintah saja. Masyarakat juga,” pintanya. Dia menjelaskan, perlu ada pemahaman terhadap masyarakat jika nantinya Desa Soko sudah mulai dikonsep menjadi desa wisata. Untuk itu, pihaknya berjanji akan memfasilitasinya. “Saya sudah pernah ke sana. Dan memang bagus lokasinya,” tegasnya. Selain pengelolaan wisata gua, juga ada dorongan Desa Soko berdiri sebuah museum purbakala. Sebab, banyak ditemukan benda-benda purbakala. Apalagi, diduga Desa Soko menjadi dasar laut purba. Banyak ditemukan batuan manik. Sehingga, diperkirakan ada peradaban kerajaan di desa tersebut.

TEMAYANG – Perhatian publik atas benda purbakala di Desa Soko, Kecamatan Temayang, terus datang. Termasuk opsi perlunya pendirian museum pubakala di desa tersebut. Hal ini membuat pihak kecamatan untuk bergerak. Camat Temayang Heri Widodo mengatakan, akan berupaya membangun komunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro. “Nanti kami komunikasikan,” katanya kamis (12/4). Dia mengakui, jika di Desa Soko cukup banyak potensi.

Selain benda purbakala, ada pula potensi gua yang bisa menarik wisatawan. Menurutnya, perlu ada kerja sama semua pihak agar pengembangan Desa Soko bisa maksimal. “Saya yakin jika dikembangkan akan bisa bagus,” ujar dia. Heri melanjutkan, Desa Soko itu ibarat mutiara yang masih terpendem. Perlu ada yang menggali agar bisa terlihat di permukaan. Dengan begitu, Soko bisa dikenal oleh masyarakat. Menurut dia, setelah terlihat di permukaan, masyarakatnya juga harus siap. Bukan berarti, cuek dan tidak ikut terlibat untuk mengelola wisata yang ada di sana. “Semua harus terlibat.

Baca Juga :  Museum Soko Perlu Dukungan

Tidak hanya pemerintah saja. Masyarakat juga,” pintanya. Dia menjelaskan, perlu ada pemahaman terhadap masyarakat jika nantinya Desa Soko sudah mulai dikonsep menjadi desa wisata. Untuk itu, pihaknya berjanji akan memfasilitasinya. “Saya sudah pernah ke sana. Dan memang bagus lokasinya,” tegasnya. Selain pengelolaan wisata gua, juga ada dorongan Desa Soko berdiri sebuah museum purbakala. Sebab, banyak ditemukan benda-benda purbakala. Apalagi, diduga Desa Soko menjadi dasar laut purba. Banyak ditemukan batuan manik. Sehingga, diperkirakan ada peradaban kerajaan di desa tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Sulastri Bersihkan Bahu Jalan

Anis Belum Masuk Bapemperda

Jangan Sampai Dibenci

Artikel Terbaru


/