alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Anggaran UNBK Kejar Paket Dihilangkan, Jangan Bergantung Pusat 

BOJONEGORO – Ketiadaan anggaran biaya ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kejar paket harusnya tidak membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro pusing. Sebab, terkait anggaran operasional ujian, disdik tidak boleh terlalu bergantung pada pemerintah pusat. Itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Sri Minarti, Kamis (12/4). 

Ketiadaan anggaran UNBK bagi paket C, dikhawatirkan berujung pada kebijakan melaksanakan ujian berbayar. Para peserta ujian paket C dikenakan biaya untuk mengikuti ujian. Sebab, membebankan biaya pada peserta ujian, bisa berdampak pada hilangnya semangat para peserta ujian. Apalagi ujian kejar paket.

“Disdik tidak boleh terlalu bergantung pada anggaran pusat. Harusnya bisa menganggarkan sendiri,” kata Sri Minarti.

Dia mengatakan, saat ini kesannya disdik terlalu bergantung pada pemerintah hanya karena anggaran dari pusat tidak turun. Seharusnya, kata dia, disdik bisa menganggarkan sendiri. 

Baca Juga :  SMAN 1 Kasiman Unggul di Olahraga Volley dan Optimalkan Double Track

Dia menegaskan, jika hanya menganggarkan biaya operasional UNBK kejar paket, tentu disdik punya anggaran sendiri. Sehingga, tidak perlu bingung jika memang tidak ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat.  “Ya, memang seharusnya dianggarkan disdik sendiri,” imbuh dia. 

Jika memang direncanakan dengan matang, dia yakin jika disdik tidak bakal kebingungan hanya karena tidak ada alokasi anggaran dari pusat untuk menggelar UNBK kejar paket. Bahkan, kata dia, seharusnya daerah juga memiliki anggaran sendiri. Sehingga, tidak ada alasan pelaksanaan UNBK terganggu hanya karena tidak ada kucuran anggaran dari pusat. 

“Yang jelas, seharusnya disdik punya anggaran sendiri,” imbuh dia. 

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi menambahkan, andai kata memang anggaran dari pusat tidak turun, harusnya disdik mengetahuinya. Nah, jika sudah tahu, tentu bisa dianggarkan sendiri. Sebab, tidak mungkin kabar tidak turunnya anggaran itu tiba-tiba. Tentu ada pemberitahuan sebelumnya. Karena itu, dia mengimbau agar disdik jeli mengetahuinya.  “Kalau memang tidak turun, harusnya tahu dan bisa dipersiapkan,” pungkas dia.

Baca Juga :  Daun Harus Impor dari Tiongkok  

BOJONEGORO – Ketiadaan anggaran biaya ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kejar paket harusnya tidak membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro pusing. Sebab, terkait anggaran operasional ujian, disdik tidak boleh terlalu bergantung pada pemerintah pusat. Itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Sri Minarti, Kamis (12/4). 

Ketiadaan anggaran UNBK bagi paket C, dikhawatirkan berujung pada kebijakan melaksanakan ujian berbayar. Para peserta ujian paket C dikenakan biaya untuk mengikuti ujian. Sebab, membebankan biaya pada peserta ujian, bisa berdampak pada hilangnya semangat para peserta ujian. Apalagi ujian kejar paket.

“Disdik tidak boleh terlalu bergantung pada anggaran pusat. Harusnya bisa menganggarkan sendiri,” kata Sri Minarti.

Dia mengatakan, saat ini kesannya disdik terlalu bergantung pada pemerintah hanya karena anggaran dari pusat tidak turun. Seharusnya, kata dia, disdik bisa menganggarkan sendiri. 

Baca Juga :  Empat Pelamar Kadisdik Gagal

Dia menegaskan, jika hanya menganggarkan biaya operasional UNBK kejar paket, tentu disdik punya anggaran sendiri. Sehingga, tidak perlu bingung jika memang tidak ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat.  “Ya, memang seharusnya dianggarkan disdik sendiri,” imbuh dia. 

Jika memang direncanakan dengan matang, dia yakin jika disdik tidak bakal kebingungan hanya karena tidak ada alokasi anggaran dari pusat untuk menggelar UNBK kejar paket. Bahkan, kata dia, seharusnya daerah juga memiliki anggaran sendiri. Sehingga, tidak ada alasan pelaksanaan UNBK terganggu hanya karena tidak ada kucuran anggaran dari pusat. 

“Yang jelas, seharusnya disdik punya anggaran sendiri,” imbuh dia. 

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi menambahkan, andai kata memang anggaran dari pusat tidak turun, harusnya disdik mengetahuinya. Nah, jika sudah tahu, tentu bisa dianggarkan sendiri. Sebab, tidak mungkin kabar tidak turunnya anggaran itu tiba-tiba. Tentu ada pemberitahuan sebelumnya. Karena itu, dia mengimbau agar disdik jeli mengetahuinya.  “Kalau memang tidak turun, harusnya tahu dan bisa dipersiapkan,” pungkas dia.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel Menunggu Izin BBWS

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/