alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Dibahas Maraton, RTRW Bojonegoro Sesuaikan Proyek Strategis Nasional

Radar Bojonegoro – Pembahasan raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW) benar-benar dikebut. Jeda libur sehari kemarin (12/3), anggota DPRD dan Pemkab Bojonegoro maraton menggelar rapat pembahasan raperda. Yakni rapat paripurna, pembentukan pansus, dan pembahasan subtansi raperda.

Pembahasan perubahan raperda RTRW nantinya akan menyesuaikan dengan sejumlah proyek stratagis nasional (PSN) di Bojonegoro. Baik yang sudah ada maupun yang akan dilaksanakan. Ketua Pansus Raperda RTRW DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto menjelaskan, raperda RTRW harus menyesuaikan dengan PSN. Seperti proyek migas dan rencana pem bangunan tol yang akan masuk Bojonegoro.

Setidaknya, Bojonegoro juga masuk dalam kawasan-kawasan tertentu. Seperti kawasan Gerbangkertosusila dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa. ‘’Karena itu raperda RTRW ini harus menyesuaikan dengan PSN itu,’’ jelasnya kemarin.

Sigit menjelaskan, pembahasan raperda RTRW sangat panjang. Bahkan, sudah diajukan sejak 2019 lalu. Namun, baru bisa dibahas saat ini. Itu karena harus ada rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Retno Wulandari menjelaskan, perubahan perda RTRW itu nantinya akan mencakup beberapa perubahan jalan.

Baca Juga :  Figur Penyayang Keluarga dan Mencintai Masyarakat 

Salah satunya peningkatan jalan desa men jadi jalan kabupaten. Saat ini pihaknya masih mendata desa-desa mengajukan peningkatan jalan itu. Sehingga, pada 2022 mendatang jalan-jalan desa yang diajukan itu bisa menjadi jalan kabupaten. ‘’Banyak yang mengajukan peningkatan jalan,’’ jelasnya.

Pengajuan rekomendasi raperda RTRW dilakukan pada 2020 lalu. Namun, Kementerian ATR baru mengeluarkan izin pada 1 Maret lalu. Pembahasan harus dilakukan segera karena hanya diberikan waktu dua bulan setelah reko mendasi terbit. ‘’Rekomendasi dari kementerian ATR memang menya takan demikian,’’ ujarnya.

Maria Christina Endarwati, konsultan raperda RTRW dari Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang mengatakan, pembahasan raperda RTRW harus cepat. Jika pembahasan raperda ini molor dari dua bulan, pemerintah pusat akan membuatkan peraturan menteri (permen).

Baca Juga :  Kontribusi Winger belum Maksimal

Jika dimuat dalam permen, RTRW di Bojo negoro sepenuhnya akan diken dalikan pusat. ‘’Tentunya ini tidak diinginkan. Karena itu, pertengahan Mei harus selesai,’’ jelasnya.

Perda RTRW ini nantinya akan mencakup banyak hal. Mulai pendidikan, pembangunan, kawasan industri, perumahan, dan lainnya. Sehingga, pembahasannya harus dilakukan mendetail. ‘’Selain itu, juga menetapkan kawasan strategis. Terutama soal kawasan rawan bencana,’’ jelasnya.

Diakui Maria, Bojonegoro memang banyak PSN. Sehingga, raperda RTRW itu nantinya harus menyesuaikan dengan proyek-propyek itu. Sejumlah PSN di Bojonegoro adalah proyek kilang gas Jambatan Tiung Biru, pengeboran Lapangan Migas Banyu Urip, pembangunan Waduk Gongseng, rencana pembangunan Waduk Karang nongko hingga rencana pemba ngunan jalan tol.

Radar Bojonegoro – Pembahasan raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW) benar-benar dikebut. Jeda libur sehari kemarin (12/3), anggota DPRD dan Pemkab Bojonegoro maraton menggelar rapat pembahasan raperda. Yakni rapat paripurna, pembentukan pansus, dan pembahasan subtansi raperda.

Pembahasan perubahan raperda RTRW nantinya akan menyesuaikan dengan sejumlah proyek stratagis nasional (PSN) di Bojonegoro. Baik yang sudah ada maupun yang akan dilaksanakan. Ketua Pansus Raperda RTRW DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto menjelaskan, raperda RTRW harus menyesuaikan dengan PSN. Seperti proyek migas dan rencana pem bangunan tol yang akan masuk Bojonegoro.

Setidaknya, Bojonegoro juga masuk dalam kawasan-kawasan tertentu. Seperti kawasan Gerbangkertosusila dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa. ‘’Karena itu raperda RTRW ini harus menyesuaikan dengan PSN itu,’’ jelasnya kemarin.

Sigit menjelaskan, pembahasan raperda RTRW sangat panjang. Bahkan, sudah diajukan sejak 2019 lalu. Namun, baru bisa dibahas saat ini. Itu karena harus ada rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Retno Wulandari menjelaskan, perubahan perda RTRW itu nantinya akan mencakup beberapa perubahan jalan.

Baca Juga :  Kontribusi Winger belum Maksimal

Salah satunya peningkatan jalan desa men jadi jalan kabupaten. Saat ini pihaknya masih mendata desa-desa mengajukan peningkatan jalan itu. Sehingga, pada 2022 mendatang jalan-jalan desa yang diajukan itu bisa menjadi jalan kabupaten. ‘’Banyak yang mengajukan peningkatan jalan,’’ jelasnya.

Pengajuan rekomendasi raperda RTRW dilakukan pada 2020 lalu. Namun, Kementerian ATR baru mengeluarkan izin pada 1 Maret lalu. Pembahasan harus dilakukan segera karena hanya diberikan waktu dua bulan setelah reko mendasi terbit. ‘’Rekomendasi dari kementerian ATR memang menya takan demikian,’’ ujarnya.

Maria Christina Endarwati, konsultan raperda RTRW dari Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang mengatakan, pembahasan raperda RTRW harus cepat. Jika pembahasan raperda ini molor dari dua bulan, pemerintah pusat akan membuatkan peraturan menteri (permen).

Baca Juga :  Ring Road Akan Dibangun 2020

Jika dimuat dalam permen, RTRW di Bojo negoro sepenuhnya akan diken dalikan pusat. ‘’Tentunya ini tidak diinginkan. Karena itu, pertengahan Mei harus selesai,’’ jelasnya.

Perda RTRW ini nantinya akan mencakup banyak hal. Mulai pendidikan, pembangunan, kawasan industri, perumahan, dan lainnya. Sehingga, pembahasannya harus dilakukan mendetail. ‘’Selain itu, juga menetapkan kawasan strategis. Terutama soal kawasan rawan bencana,’’ jelasnya.

Diakui Maria, Bojonegoro memang banyak PSN. Sehingga, raperda RTRW itu nantinya harus menyesuaikan dengan proyek-propyek itu. Sejumlah PSN di Bojonegoro adalah proyek kilang gas Jambatan Tiung Biru, pengeboran Lapangan Migas Banyu Urip, pembangunan Waduk Gongseng, rencana pembangunan Waduk Karang nongko hingga rencana pemba ngunan jalan tol.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/