alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Butuh Sosok Kompeten Peduli Persibo

Radar Bojonegoro – Ulang tahun ke-72 Persibo kemarin (12/3) menjadi momentum untuk bangkit. Sejumlah klub internal dan sekolah sepak bola (SSB) memiliki pendapat berbeda terkait baiknya nasib Persibo ke depan. Antara amatir maupun profesional. Namun, dasarnya mereka ingin Persibo segera bangkit memiliki sosok layak menjadi manajemen.

Laji pengurus klub internal PS Perkeja menuturkan, prinsipnya Persibo harus ikut berlaga di Liga 3 nanti. Namun sebelum itu, Persibo harus memiliki manajemen dulu. Mendapat dukungan pemkab setempat serta elemen suporter.

‘’Tapi yang jelas poinya begini, kalau ada inisiatif dari pemkab menggelar diskusi dan mendatangkan manajemen lama, saya kira mungkin akan segera selesai kok,” katanya kemarin (12/3).

Juga bergantung pada intensitas koordinasi dari pihak manajemen lama setelah menyerahkan ke Askab PSSI Bojonegoro. Namun sedianya askab PSSI tidak mungkin memiliki dua tim. Jika Persibo berstatus amatir.

‘’Karena sudah ada Bojonegoro FC. Sedangkan anggaran askab PSSI juga sedikit dari KONI, jadi tidak mungkin. Sehingga otomatis Persibo tetap di profesional,” jelasnya.

Hal paling utama saat ini, tutur Laji, yakni muncul orang berkompeten peduli dengan Persibo. Karena manajemen kuat, prestasi akan ikut mencuat. Namun, hal itu juga memerlukan dukungan dari pemkab setempat.

Baca Juga :  Penggunaan BBM Kapal Nelayan Didata 

‘’Ujungnya tetap ke pemkab, khususnya Bupati. Karena bagaimana pun peran pemkab tidak bisa lepas dari Persibo. Kebijakankebijakannya akan bersinggungan,” tandas dia.

Selama ini, ia miris adanya saling lempar tanggung jawab antara dispora, KONI, hingga askab PSSI. Kalau selalu begitu, nasib Persibo mengambang tidak akan selesai dan ada perkembangan. Dan kembali berharap ada sosok-sosok peduli dan mau berjuang untuk Persibo.

‘’Mau tidak mau Persibo harus aktif. Tidak boleh vakum dengan kondisi seperti ini,” ujar Purwanto pengurus SSB Sekar Langit kemarin (12/3). Purwanto mengatakan, jumlah SSB di Bojonegoro cukup banyak dibanding Tuban. Seharusnya, kalau pihak manajemen lama hingga pemkab menangkap animo masyarakat. Khususnya pemain usia dini. Sehingga berharap agar pihak terkait yang berjuang tetap semangat.

‘’Jika kondisi seperti ini, mereka tidak tahu akan ke mana kedepannya. Karena target mereka tentu Persibo yang paling dekat,” ujar dia. Ia menyampaikan tidak tahu menahu permasalahan di balik Persibo. Juga tidak mempermasalhkan status Persibo antara amatir maupun profesional.

Baca Juga :  Tiga Pikap Dilarang Masuk Pasar Hewan Bojonegoro

Purwanto percaya pihak terkait memiliki rencana dan pertimbangan agar Persibo bangkit. ‘’Tapi kalau belum memungkinkan (statu profesional), amatir dulu tidak apa-apa. Sambil menaikkan bendera untuk daya jual Persibo kedepan,” tuturnya.

Pengurus klub internal PS Bintang Sembilan Asiar Gatut Amansari mengatakan, baiknya Persibo berstatus amatir dulu. Mengingat wadah liganya juga level amatir. Karena jika berstatus mandiri atau profesional membutuhkan usaha lebih menggandeng pendanaan dari luar.

‘’Sementara tangguhkan dulu lisensi (status) profesionalnya,” katanya. Menurut dia, status amatir dan bera da di bawah naungan pemkab setempat, setidaknya Persibo bisa mendapat pendanaan dari APBD. Terpenting fokus berjalan dulu kompetisi selanjutnya dan lolos ke Liga 2.

‘’Nanti setelah naik ke Liga 2, baru mandiri profesional,” ujar dia. Sementara itu, Ketua Askab PSSI Bojonegoro Akhyar belum bisa dimintai pendapat. Ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui sambungan telepon terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Pesan singkat via WhatsApp juga belum direspons.

Radar Bojonegoro – Ulang tahun ke-72 Persibo kemarin (12/3) menjadi momentum untuk bangkit. Sejumlah klub internal dan sekolah sepak bola (SSB) memiliki pendapat berbeda terkait baiknya nasib Persibo ke depan. Antara amatir maupun profesional. Namun, dasarnya mereka ingin Persibo segera bangkit memiliki sosok layak menjadi manajemen.

Laji pengurus klub internal PS Perkeja menuturkan, prinsipnya Persibo harus ikut berlaga di Liga 3 nanti. Namun sebelum itu, Persibo harus memiliki manajemen dulu. Mendapat dukungan pemkab setempat serta elemen suporter.

‘’Tapi yang jelas poinya begini, kalau ada inisiatif dari pemkab menggelar diskusi dan mendatangkan manajemen lama, saya kira mungkin akan segera selesai kok,” katanya kemarin (12/3).

Juga bergantung pada intensitas koordinasi dari pihak manajemen lama setelah menyerahkan ke Askab PSSI Bojonegoro. Namun sedianya askab PSSI tidak mungkin memiliki dua tim. Jika Persibo berstatus amatir.

‘’Karena sudah ada Bojonegoro FC. Sedangkan anggaran askab PSSI juga sedikit dari KONI, jadi tidak mungkin. Sehingga otomatis Persibo tetap di profesional,” jelasnya.

Hal paling utama saat ini, tutur Laji, yakni muncul orang berkompeten peduli dengan Persibo. Karena manajemen kuat, prestasi akan ikut mencuat. Namun, hal itu juga memerlukan dukungan dari pemkab setempat.

Baca Juga :  Penggunaan BBM Kapal Nelayan Didata 

‘’Ujungnya tetap ke pemkab, khususnya Bupati. Karena bagaimana pun peran pemkab tidak bisa lepas dari Persibo. Kebijakankebijakannya akan bersinggungan,” tandas dia.

Selama ini, ia miris adanya saling lempar tanggung jawab antara dispora, KONI, hingga askab PSSI. Kalau selalu begitu, nasib Persibo mengambang tidak akan selesai dan ada perkembangan. Dan kembali berharap ada sosok-sosok peduli dan mau berjuang untuk Persibo.

‘’Mau tidak mau Persibo harus aktif. Tidak boleh vakum dengan kondisi seperti ini,” ujar Purwanto pengurus SSB Sekar Langit kemarin (12/3). Purwanto mengatakan, jumlah SSB di Bojonegoro cukup banyak dibanding Tuban. Seharusnya, kalau pihak manajemen lama hingga pemkab menangkap animo masyarakat. Khususnya pemain usia dini. Sehingga berharap agar pihak terkait yang berjuang tetap semangat.

‘’Jika kondisi seperti ini, mereka tidak tahu akan ke mana kedepannya. Karena target mereka tentu Persibo yang paling dekat,” ujar dia. Ia menyampaikan tidak tahu menahu permasalahan di balik Persibo. Juga tidak mempermasalhkan status Persibo antara amatir maupun profesional.

Baca Juga :  Piala Dunia untuk Celeng

Purwanto percaya pihak terkait memiliki rencana dan pertimbangan agar Persibo bangkit. ‘’Tapi kalau belum memungkinkan (statu profesional), amatir dulu tidak apa-apa. Sambil menaikkan bendera untuk daya jual Persibo kedepan,” tuturnya.

Pengurus klub internal PS Bintang Sembilan Asiar Gatut Amansari mengatakan, baiknya Persibo berstatus amatir dulu. Mengingat wadah liganya juga level amatir. Karena jika berstatus mandiri atau profesional membutuhkan usaha lebih menggandeng pendanaan dari luar.

‘’Sementara tangguhkan dulu lisensi (status) profesionalnya,” katanya. Menurut dia, status amatir dan bera da di bawah naungan pemkab setempat, setidaknya Persibo bisa mendapat pendanaan dari APBD. Terpenting fokus berjalan dulu kompetisi selanjutnya dan lolos ke Liga 2.

‘’Nanti setelah naik ke Liga 2, baru mandiri profesional,” ujar dia. Sementara itu, Ketua Askab PSSI Bojonegoro Akhyar belum bisa dimintai pendapat. Ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui sambungan telepon terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Pesan singkat via WhatsApp juga belum direspons.

Artikel Terkait

Most Read

Kembali Anggarkan Perbaikan Gedung 

Setor dan Tarik PDAM

Kelas Rusak SMP Diusulkan Rp 3,9 miliar

Artikel Terbaru


/