alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Awas, Sayap Jembatan Ngasem-Dander Ambles

Radar Bojonegoro – Jembatan di perbatasan Desa/ Kecamatan Ngasem dan Desa Sendangharjo kecamatan setempat rusak. Sayap jembatan di sisi timur ambles. Terdapat lubang menganga membahayakan pengendara. Sisi timur Jembatan Ngasem mendadak ramai kemarin pagi. Beberapa warga tampak bergerombol.

Berbincang, sesekali menunjuk sayap jembatan menghubungkan Kecamatan Dander dan Ngasem itu. Warga lainnya berada di atas jembatan dibangun 2014 lalu itu melihat ke bawah. Mengecek tiang jembatan dan derasnya aliran sungai. Memicu pengendara melintas ikut berhenti, karena penasaran. Tak lama, mobil berpelat merah berhenti.

Keluar dua pria dengan kemeja putih dan celana hitam. Membawa kamera digital di tangan, dengan cekatan mengecek kondisi jembatan. Memotret kedua sisi jembatan. “Dari Dinas PU, kebetulan lewat,” ungkap salah satunya.

Baca Juga :  Target Pajak Restoran Akan Direvisi

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro sayap jembatan sisi timur atau di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem ambles. Membuat jembatan dengan panjang sekitar 52 meter itu miring ke timur.

Kemiringan di sisi timur terdapat celah pada sambungan badan jembatan. Tepatnya di atas tiang jembatan. Lalu lintas kendaraan terganggu, harus mengurangi kecepatan. Dan bergantian melintas karena hanya satu lajur bisa dilewati. Beradasarkan keterangan warga berkumpul di jembatan, retakan sayap jembatan terjadi kemarin (12/3) pagi. Namun semakin siang, bertambah lebar. Akibat intensitas dan beban kendaraan melintas juga bertambah.

Warga menjelaskan amblesnya sayap jembatan karena hujan deras mengguyur pada Kamis (11/3 ) malam. Namun, tidak langsung mengakibatkan keretakan. Dan baru pagi terjadi retakan. “Khawatir, apalagi ada celah di badan jembatan. Takut ketika ada yang lewat, jembatan roboh,” ungkap salah satu pria di lokasi.

Baca Juga :  Elf Rombongan Manten Terguling¬†

Kepala Desa Sendangharjo Yus Karyanto mengatakan, tidak tahu waktu pertama jembatan rusak. Ketika siang baru mendapat laporan dari warga. Yus sapaan akrabnya mengaku langsung mengutus perangkat desa dan Babinsa untuk memeriksa kerusakan. Kemudian mengambil foto dan melaporkannya ke gruop siaga bencana di WhatsApp.

“Pak mudin langsung ke jembatan,” ujarnya. Selain itu menugaskan untuk berjaga di lokasi. Mendung gelap menyeliputi Kecamatan Ngasem memunculkan kekhawatiran hujan akan turun. Memperparah kondisi jembatan. (irv)

Radar Bojonegoro – Jembatan di perbatasan Desa/ Kecamatan Ngasem dan Desa Sendangharjo kecamatan setempat rusak. Sayap jembatan di sisi timur ambles. Terdapat lubang menganga membahayakan pengendara. Sisi timur Jembatan Ngasem mendadak ramai kemarin pagi. Beberapa warga tampak bergerombol.

Berbincang, sesekali menunjuk sayap jembatan menghubungkan Kecamatan Dander dan Ngasem itu. Warga lainnya berada di atas jembatan dibangun 2014 lalu itu melihat ke bawah. Mengecek tiang jembatan dan derasnya aliran sungai. Memicu pengendara melintas ikut berhenti, karena penasaran. Tak lama, mobil berpelat merah berhenti.

Keluar dua pria dengan kemeja putih dan celana hitam. Membawa kamera digital di tangan, dengan cekatan mengecek kondisi jembatan. Memotret kedua sisi jembatan. “Dari Dinas PU, kebetulan lewat,” ungkap salah satunya.

Baca Juga :  BPK Tidak Menghambat Penyetoran PAD BUMD

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro sayap jembatan sisi timur atau di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem ambles. Membuat jembatan dengan panjang sekitar 52 meter itu miring ke timur.

Kemiringan di sisi timur terdapat celah pada sambungan badan jembatan. Tepatnya di atas tiang jembatan. Lalu lintas kendaraan terganggu, harus mengurangi kecepatan. Dan bergantian melintas karena hanya satu lajur bisa dilewati. Beradasarkan keterangan warga berkumpul di jembatan, retakan sayap jembatan terjadi kemarin (12/3) pagi. Namun semakin siang, bertambah lebar. Akibat intensitas dan beban kendaraan melintas juga bertambah.

Warga menjelaskan amblesnya sayap jembatan karena hujan deras mengguyur pada Kamis (11/3 ) malam. Namun, tidak langsung mengakibatkan keretakan. Dan baru pagi terjadi retakan. “Khawatir, apalagi ada celah di badan jembatan. Takut ketika ada yang lewat, jembatan roboh,” ungkap salah satu pria di lokasi.

Baca Juga :  Kunker Ditunda, DPRD Fokus Awasi Kinerja OPD

Kepala Desa Sendangharjo Yus Karyanto mengatakan, tidak tahu waktu pertama jembatan rusak. Ketika siang baru mendapat laporan dari warga. Yus sapaan akrabnya mengaku langsung mengutus perangkat desa dan Babinsa untuk memeriksa kerusakan. Kemudian mengambil foto dan melaporkannya ke gruop siaga bencana di WhatsApp.

“Pak mudin langsung ke jembatan,” ujarnya. Selain itu menugaskan untuk berjaga di lokasi. Mendung gelap menyeliputi Kecamatan Ngasem memunculkan kekhawatiran hujan akan turun. Memperparah kondisi jembatan. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/