alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Gunakan QRIS Bank Jatim

Bank Jatim Cabang Lamongan mendukung program pemerintah untuk mensukseskan gerakan nontunai. Bank Jatim Cabang Lamongan menggandeng Perumda Pasar Kabupaten Lamongan untuk menggalakkan pembayaran retribusi pasar secara nontunai yang dikenal dengan e-retribusi. 

Sosialisasi e-retribusi kali pertama digelar Bank Jatim Cabang Lamongan di halaman Pasar Kota Lamongan, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari alun – alun kota setempat. Kegiatan yang digelar Rabu (11/3) itu dihadiri sekitar 400 pedagang. Mereka berasal dari pedagang pasar rakyat, PKL, dan pedagang pasar tingkat. 

Selain itu, hadir Direktur Perumda Pasar Suhartono, perwakilan  dari bagian  perekonomian, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan. Juga pejabat dari Bank Jatim Cabang Lamongan. 

Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) adalah standar barcode yang dikeluarkan Bank Indonesia  sebagai salah satu metode pembayaran atau transfer yang bisa dipakai semua bank. Termasuk Bank Jatim. 

Sebagai gebrakan sekaligus mempromosikan QRIS, teknologi ini diterapkan untuk pembayaran restribusi pasar. Cara mengikuti program e-retribusi ini, pedagang cukup membuka rekening di Bank Jatim untuk memiliki akun rekening. Selanjutnya, nasabah meng-install aplikasi mobile banking Bank Jatim yang bisa di-download di playstore. Pada aplikasi mobile banking ini, terdapat berbagai layanan seperti cek saldo, transfer antarrekening, transfer ke rekening lain, pemberian pulsa, pembayaran listrik, dan salah satunya pembayaran melalui QRIS. 

Baca Juga :  Dua Remaja Desa Tewas Diseruduk Truk Molen

Apabila pedagang sudah memiliki mobile banking, maka pembayaran retribusi sangat mudah. Cukup melakukan scan barcode QRIS pada menu mobile banking. Selanjutnya, memasukkan nominal pembayaran dan memberikan keterangan pada pembayaran tersebut. 

Barcode QRIS rencananya dipasang pada lokasi-lokasi tertentu atau bisa juga dipasang pada masing-masing kios. 

Gebrakan ini disambut baik oleh Direktur Perumda Pasar Lamongan Suhartono. Dengan pembayaran e-retribusi,  diharapkan transparansi dalam pembayaran retribusi bisa dipercaya oleh masyarakat dan para pedagang. Sebab, pembayarannya masuk ke rekening Perumda Pasar. Selain itu, pedagang juga menerima struk pembayaran melalui portable printer yang dibawa petugas pungut. ‘’Jadi jangan khawatir. Pedagang akan menerima struk pembayaran dari alat yang dibawa oleh petugas pungut,’’ ujar Suhartono. 

Dalam sosialisasi tersebut terjadi tanya jawab yang membuat pedagang semakin mengetahui QRIS. 

“Untuk pedagang yang tidak punya HP canggih bagaimana?,” tanya salah satu peserta sosialisasi. 

Baca Juga :  Sehari, Tiga Laka Tunggal

‘’Bagi pedagang yang tidak punya smartphone, bisa nebeng kepada rekan pedagangnya untuk membayarkannya. Selanjutnya petugas pungut akan memberikan struk pembayarannya,” jawab Suhartono.

Dia merasa senang dengan kegiatan sosialisasi e-retribusi yang digelar Bank Jatim. Banyak manfaat yang didapat dari program ini. Baik bagi pedagang, Perumda Pasar maupun Bank Jatim. Sebab, QRIS sangat membantu serta   memudahkan pedagang dan petugas pasar dalam melakukan  pembayaran e-retribusi pasar. 

‘’Bagi pedagang, ini sangat efektif. Begitu juga dengan pegawai pasar, menjadi lebih transparan dan tertib administrasi. Karena ini akan lebih mudah dan sederhana untuk mengontrol kinerja dalam retribusi pasar. Tentunya akan mengurangi penyalahgunaan penarikan retribusi pasar,” jelasnya. 

Bank Jatim Komitmen Dukung UKMKM

Selain materi sosialisasi e-retribusi, juga disampaikan tentang materi kredit yang bisa difasilitasi Bank Jatim dalam mendukung UMKM di Lamongan. Baik pedagang atau jajaran pejabat mengharapkan adanya transparansi dan kepercayaan dalam penerimaan retribusi. 

Selain itu, kemudahan dalam pembayaran bisa dirasakan oleh pedagang karena pembayaran  bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, hanya dengan melalui smartphone.

Bank Jatim Cabang Lamongan mendukung program pemerintah untuk mensukseskan gerakan nontunai. Bank Jatim Cabang Lamongan menggandeng Perumda Pasar Kabupaten Lamongan untuk menggalakkan pembayaran retribusi pasar secara nontunai yang dikenal dengan e-retribusi. 

Sosialisasi e-retribusi kali pertama digelar Bank Jatim Cabang Lamongan di halaman Pasar Kota Lamongan, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari alun – alun kota setempat. Kegiatan yang digelar Rabu (11/3) itu dihadiri sekitar 400 pedagang. Mereka berasal dari pedagang pasar rakyat, PKL, dan pedagang pasar tingkat. 

Selain itu, hadir Direktur Perumda Pasar Suhartono, perwakilan  dari bagian  perekonomian, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan. Juga pejabat dari Bank Jatim Cabang Lamongan. 

Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) adalah standar barcode yang dikeluarkan Bank Indonesia  sebagai salah satu metode pembayaran atau transfer yang bisa dipakai semua bank. Termasuk Bank Jatim. 

Sebagai gebrakan sekaligus mempromosikan QRIS, teknologi ini diterapkan untuk pembayaran restribusi pasar. Cara mengikuti program e-retribusi ini, pedagang cukup membuka rekening di Bank Jatim untuk memiliki akun rekening. Selanjutnya, nasabah meng-install aplikasi mobile banking Bank Jatim yang bisa di-download di playstore. Pada aplikasi mobile banking ini, terdapat berbagai layanan seperti cek saldo, transfer antarrekening, transfer ke rekening lain, pemberian pulsa, pembayaran listrik, dan salah satunya pembayaran melalui QRIS. 

Baca Juga :  Renovasi Pasar Sidomulyo Batal

Apabila pedagang sudah memiliki mobile banking, maka pembayaran retribusi sangat mudah. Cukup melakukan scan barcode QRIS pada menu mobile banking. Selanjutnya, memasukkan nominal pembayaran dan memberikan keterangan pada pembayaran tersebut. 

Barcode QRIS rencananya dipasang pada lokasi-lokasi tertentu atau bisa juga dipasang pada masing-masing kios. 

Gebrakan ini disambut baik oleh Direktur Perumda Pasar Lamongan Suhartono. Dengan pembayaran e-retribusi,  diharapkan transparansi dalam pembayaran retribusi bisa dipercaya oleh masyarakat dan para pedagang. Sebab, pembayarannya masuk ke rekening Perumda Pasar. Selain itu, pedagang juga menerima struk pembayaran melalui portable printer yang dibawa petugas pungut. ‘’Jadi jangan khawatir. Pedagang akan menerima struk pembayaran dari alat yang dibawa oleh petugas pungut,’’ ujar Suhartono. 

Dalam sosialisasi tersebut terjadi tanya jawab yang membuat pedagang semakin mengetahui QRIS. 

“Untuk pedagang yang tidak punya HP canggih bagaimana?,” tanya salah satu peserta sosialisasi. 

Baca Juga :  Ditentukan Sistem, SMAN Tak Bisa Cek Jarak Rumah Pendaftar Zonasi

‘’Bagi pedagang yang tidak punya smartphone, bisa nebeng kepada rekan pedagangnya untuk membayarkannya. Selanjutnya petugas pungut akan memberikan struk pembayarannya,” jawab Suhartono.

Dia merasa senang dengan kegiatan sosialisasi e-retribusi yang digelar Bank Jatim. Banyak manfaat yang didapat dari program ini. Baik bagi pedagang, Perumda Pasar maupun Bank Jatim. Sebab, QRIS sangat membantu serta   memudahkan pedagang dan petugas pasar dalam melakukan  pembayaran e-retribusi pasar. 

‘’Bagi pedagang, ini sangat efektif. Begitu juga dengan pegawai pasar, menjadi lebih transparan dan tertib administrasi. Karena ini akan lebih mudah dan sederhana untuk mengontrol kinerja dalam retribusi pasar. Tentunya akan mengurangi penyalahgunaan penarikan retribusi pasar,” jelasnya. 

Bank Jatim Komitmen Dukung UKMKM

Selain materi sosialisasi e-retribusi, juga disampaikan tentang materi kredit yang bisa difasilitasi Bank Jatim dalam mendukung UMKM di Lamongan. Baik pedagang atau jajaran pejabat mengharapkan adanya transparansi dan kepercayaan dalam penerimaan retribusi. 

Selain itu, kemudahan dalam pembayaran bisa dirasakan oleh pedagang karena pembayaran  bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, hanya dengan melalui smartphone.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/