alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Dewan Pers: Radar Bojonegoro Media Profesional

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dewan Pers memastikan Jawa Pos Radar Bojonegoro telah lolos verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Kepastian itu, setelah Dewan Pers memverifikasi faktual di kantor Radar Bojonegoro kemarin sore (12/3).

Proses verifikasi berlangsung gayeng. Jajaran pimpinan Radar Bojonegoro mampu menjawab dengan lugas beberapa pertanyaan yang diajukan Dewan Pers. Termasuk mengecek fisik kondisi kantor berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 39 Bojonegoro itu.

‘’Radar Bojonegoro sudah 20 tahun berdiri, tentu sudah profesional,’’ tutur Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Ahmad Djauhar saat verifikasi faktual di kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Tim Dewan Pers ditemui Direktur Radar Bojonegoro Zahidin, Wakil Direktur Jawa Pos Radar (JPR) Marsudi Nurwahid dan Baehaqi. Serta, Penanggung Jawab/ Pemimpin Redaksi Radar Bojonegoro Dwi Setyawan dan Khorij Zaenal Asrori.

Baca Juga :  Kunker Ditunda, DPRD Fokus Awasi Kinerja OPD

Menurut Djauhar, verifikasi faktual ini sangat penting untuk membuktikan keberadaan media. Terutama, saat ini jumlah media terus bertambah, namun masih banyak belum terverifikasi. Verifikasi faktual ini menjadi langkah Dewan Pers untuk menetapkan jika lembaga media itu legal. Dan dinyatakan sudah lolos verifikasi. 

‘’Media cetak (Radar Bojonegoro) sudah 20 tahun, tentu sudah dipercaya masyarakat,’’ tandas pria tinggal di Jogjakarta itu.

Dia menambahkan, verifikasi faktual lembaga pers ini tindak lanjut dari verifikasi administrasi. Dan untuk memastikan berkas yang sebelumnya telah dilengkapi. Setelah mengecek dokumen, tim Dewan Pers melihat kondisi fisik kantor hingga karyawan. Dan, memastikan  Jawa Pos Radar Bojonegoro masuk kategori media profesional.

Sebagai media cetak, tentu banyak tantangan untuk masa depan. Namun, jajaran pimpinan dari surat kabar dengan wilayah edar di Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan  Blora ini, sudah menyiapkan beberapa strategi menyuguhkan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

Baca Juga :  Pendapatan Tiga RSUD Moncer, DPRD Minta Benahi Pelayanan

Sesuai hasil verifikasi faktual, mayoritas wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro juga sudah lolos uji kompetensi jurnalis (UKJ). Sehingga, dalam menjalankan tugasnya sesuai kode etik jurnalis dan kode etik prilaku. Karena tugas sebagai jurnalis adalah tugas kenabian bisa berdampak langsung di masyarakat. 

‘’Tugas jurnalis itu tugas kenabian. Wartawan harus sudah lolos uji kompetensi,’’ jelas Djauhar.

Uji kompetensi, menurut dia, bukan bermaksud membatasi manusia untuk menjadi wartawan. Namun, dengan mengikuti uji kompetensi tersebut, bisa membedakan wartawan profesional dengan wartawan abal-abal. Karena, dalam uji kompetensi itu akan mengetahui hak dan kewajibannya. (msu/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dewan Pers memastikan Jawa Pos Radar Bojonegoro telah lolos verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Kepastian itu, setelah Dewan Pers memverifikasi faktual di kantor Radar Bojonegoro kemarin sore (12/3).

Proses verifikasi berlangsung gayeng. Jajaran pimpinan Radar Bojonegoro mampu menjawab dengan lugas beberapa pertanyaan yang diajukan Dewan Pers. Termasuk mengecek fisik kondisi kantor berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 39 Bojonegoro itu.

‘’Radar Bojonegoro sudah 20 tahun berdiri, tentu sudah profesional,’’ tutur Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Ahmad Djauhar saat verifikasi faktual di kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Tim Dewan Pers ditemui Direktur Radar Bojonegoro Zahidin, Wakil Direktur Jawa Pos Radar (JPR) Marsudi Nurwahid dan Baehaqi. Serta, Penanggung Jawab/ Pemimpin Redaksi Radar Bojonegoro Dwi Setyawan dan Khorij Zaenal Asrori.

Baca Juga :  SBY Mampir Tuban, Menyerap Aspirasi Rakyat dan Bertemu Kader

Menurut Djauhar, verifikasi faktual ini sangat penting untuk membuktikan keberadaan media. Terutama, saat ini jumlah media terus bertambah, namun masih banyak belum terverifikasi. Verifikasi faktual ini menjadi langkah Dewan Pers untuk menetapkan jika lembaga media itu legal. Dan dinyatakan sudah lolos verifikasi. 

‘’Media cetak (Radar Bojonegoro) sudah 20 tahun, tentu sudah dipercaya masyarakat,’’ tandas pria tinggal di Jogjakarta itu.

Dia menambahkan, verifikasi faktual lembaga pers ini tindak lanjut dari verifikasi administrasi. Dan untuk memastikan berkas yang sebelumnya telah dilengkapi. Setelah mengecek dokumen, tim Dewan Pers melihat kondisi fisik kantor hingga karyawan. Dan, memastikan  Jawa Pos Radar Bojonegoro masuk kategori media profesional.

Sebagai media cetak, tentu banyak tantangan untuk masa depan. Namun, jajaran pimpinan dari surat kabar dengan wilayah edar di Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan  Blora ini, sudah menyiapkan beberapa strategi menyuguhkan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

Baca Juga :  Tes GeNose Tidak Berlaku, KA Lokal Tak Beroperasi

Sesuai hasil verifikasi faktual, mayoritas wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro juga sudah lolos uji kompetensi jurnalis (UKJ). Sehingga, dalam menjalankan tugasnya sesuai kode etik jurnalis dan kode etik prilaku. Karena tugas sebagai jurnalis adalah tugas kenabian bisa berdampak langsung di masyarakat. 

‘’Tugas jurnalis itu tugas kenabian. Wartawan harus sudah lolos uji kompetensi,’’ jelas Djauhar.

Uji kompetensi, menurut dia, bukan bermaksud membatasi manusia untuk menjadi wartawan. Namun, dengan mengikuti uji kompetensi tersebut, bisa membedakan wartawan profesional dengan wartawan abal-abal. Karena, dalam uji kompetensi itu akan mengetahui hak dan kewajibannya. (msu/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Prabowo-Sandi Keok di Bojonegoro

Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov

Motor Penjual Mie Dilarikan Pencuri

Artikel Terbaru


/