alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Sukai Seni Dari Kecil, Gadis ini Kepincut Musik Jazz

SHE – DEA Dini Fajria sejak kecil menyukai seni tari dan musik. Termasuk suka bernyanyi, sehingga ketika masih duduk di bangku sekolah, dia kerap ikut lomba menyanyi atau tampil dari panggung ke panggung. “Tetapi ketika masih kecil, saya tipe orang pemalu. Jadi kalau dilihat banyak orang, saya malu,” jelas dara asal Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota itu.  

Bahkan, kata dia, pada saat Dea, sapaan akrabnya, mengikuti lomba kali pertama, dia malu dan sembunyi di ketiak mamanya. “Namun mama saya dengan sabar menanggapi kelakuan saya dan justru memberi saya dukungan,” ucap gadis kelahiran 1997 itu. 

Bagi Dea, mamanya merupakan orang sangat berjasa. Sebab tak pernah mengeluh tentang kelakuan gadis berjilbab itu yang sangat bandel. “Mama saya juga tak kenal lelah untuk selalu memberi saya dukungan.

Baca Juga :  Giliran Harga Daging Ayam Naik

Menuntun saya saat susah untuk berjalan dan membangunkan saya di saat sedang terjatuh. Sehingga bagi saya mama adalah hidup saya,” katanya. Dea merupakan orang sangat suka belajar hal baru, apalagi di bidang musik.

“Saat SMA, saya pun bergabung dengan Jazz Community Bojonegoro, lalu saat kuliah saya masuk ke dalam paduan suara di kampus saya,” jelas mahasiwi semester enam UPN Surabaya. 

Tentunya Dea banyak belajar dan mendapat banyak ilmu seperti menyanyi dengan genre jazz atau klasik. Tak hanya pengetahuan tentang musik saja yang saya dapatkan dari paduan suara ataupun di komunitas jazz.

Saya juga belajar solidaritas dan menemukan keluarga baru. “Banyak pengalaman tak terlupakan dengan bergabungnya saya di paduan suara maupun komunitas jazz,” tuturnya. 

Baca Juga :  Gadis ini Buktikan, Lulusan SMA Mampu Berkarir

Mulai latihan intensif, lomba nyanyi dari panggung ke panggung, mulai dari panggung kecil hingga besar. “Itu merupakan hal luar biasa dalam hidup saya,” katanya. 

Kalau akhir pekan, biasanya Dea juga kerap mendapat job menyanyi di kafe, acara pernikahan, dan acara lainnya di wilayah Bojonegoro.

SHE – DEA Dini Fajria sejak kecil menyukai seni tari dan musik. Termasuk suka bernyanyi, sehingga ketika masih duduk di bangku sekolah, dia kerap ikut lomba menyanyi atau tampil dari panggung ke panggung. “Tetapi ketika masih kecil, saya tipe orang pemalu. Jadi kalau dilihat banyak orang, saya malu,” jelas dara asal Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota itu.  

Bahkan, kata dia, pada saat Dea, sapaan akrabnya, mengikuti lomba kali pertama, dia malu dan sembunyi di ketiak mamanya. “Namun mama saya dengan sabar menanggapi kelakuan saya dan justru memberi saya dukungan,” ucap gadis kelahiran 1997 itu. 

Bagi Dea, mamanya merupakan orang sangat berjasa. Sebab tak pernah mengeluh tentang kelakuan gadis berjilbab itu yang sangat bandel. “Mama saya juga tak kenal lelah untuk selalu memberi saya dukungan.

Baca Juga :  Guru Harus Berjiwa Muda

Menuntun saya saat susah untuk berjalan dan membangunkan saya di saat sedang terjatuh. Sehingga bagi saya mama adalah hidup saya,” katanya. Dea merupakan orang sangat suka belajar hal baru, apalagi di bidang musik.

“Saat SMA, saya pun bergabung dengan Jazz Community Bojonegoro, lalu saat kuliah saya masuk ke dalam paduan suara di kampus saya,” jelas mahasiwi semester enam UPN Surabaya. 

Tentunya Dea banyak belajar dan mendapat banyak ilmu seperti menyanyi dengan genre jazz atau klasik. Tak hanya pengetahuan tentang musik saja yang saya dapatkan dari paduan suara ataupun di komunitas jazz.

Saya juga belajar solidaritas dan menemukan keluarga baru. “Banyak pengalaman tak terlupakan dengan bergabungnya saya di paduan suara maupun komunitas jazz,” tuturnya. 

Baca Juga :  Giliran Harga Daging Ayam Naik

Mulai latihan intensif, lomba nyanyi dari panggung ke panggung, mulai dari panggung kecil hingga besar. “Itu merupakan hal luar biasa dalam hidup saya,” katanya. 

Kalau akhir pekan, biasanya Dea juga kerap mendapat job menyanyi di kafe, acara pernikahan, dan acara lainnya di wilayah Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/