alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Rakyat Senang, Akses Pengobatan Gratis Mudah

TERIMAKASIH KANG YOTO – Kesehatan merupakan masalah krusial yang juga menjadi sorotan Suyoto-Setyo Hartono. Sehingga, sejak awal pemerintahannya, masyarakat Bojonegoro bisa mendapatkan layanan gratis meskipun tidak memiliki kartu JKN-KIS. Masyarakat hanya butuh menunjukkan KTP asli Bojonegoro untuk memeroleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di puskesmas se-Bojonegoro. Apabila harus rujukan ke rumah sakit, pasien harus memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro. 

Aminah, 52, warga Kecamatan Kapas, pun pernah memanfaatkan pengobatan gratis yang diterapkan di Bojonegoro. Dia pernah berobat di Puskesmas Kapas karena sakit darah tinggi.  Dia harus rawat jalan untuk pengobatan penyakitnya. Dia mengatakan memang benar tidak dipungut biaya sepeserpun. “Saya dulu sakitnya tahun 2016, kebetulan saya belum punya BPJS Kesehatan, jadi tinggal menunjukkan KTP, saya pun bisa berobat secara gratis,” tuturnya. Terkait pelayanan puskesmas, perempuan yang merupakan ibu rumah tangga itu, dia merasa cukup puas. “Puskesmas semakin baik pelayanannya dan faslitasnya juga bagus,” tuturnya.

Suhartono, 45, warga Kecamatan Kota belum pernah mencoba pengobatan gratis yang ada di Bojonegoro. Tetapi, dia sudah tahu informasi pengobatan gratis dari rekan-rekan kerjanya. Pria yang merupakan karyawan swasta itu pun sudah ikut JKN-KIS. Tetapi dia menyambut baik adanya program tersebut. “Semoga program tersebut bisa berlanjut ke depannya, karena tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang belum terkaver JKN-KIS,” tegasnya.

Baca Juga :  Gaya Pidato Mbak Puti Membuat Hati Kiai Sepuh Tersentuh

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Moch Isnaini mengatakan bahwa program pengobatan gratis di Bojonegoro tepat sasaran. Karena, siapapun warga kurang mampu apabila sudah memiliki SKTM atau jamkesda pasti akan memeroleh pengobatan gratis di puskesmas maupun rumah sakit. “Baik rawat inap maupun rawat jalan di puskesmas, biaya pengobatan warga akan dikaver  oleh pemerintah, bahkan apabila harus rujukan ke RS dr Sutomo Surabaya juga gratis,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang dirujuk di dr Soetomo pun ada rumah singgah gratis bagi warga Bojonegoro. Rumah singgah tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi pasien dan keluarganya. 

Pemkab Bojonegoro per tahunnya untuk menanggung biaya kesehatan khusus yang rujukan rumah sakit sekitar Rp 60 miliar. Sedangkan biaya kesehatan di puskesmas, Isnaini tak bisa mengestimasi, karena fluktuatif. “Intinya kalau puskesmas, Pemkab Bojonegoro selalu mencukupi anggarannya, sehingga puskesmas tugasnya ialah memberikan pelayanan kesehatan gratis,” katanya. 

Baca Juga :  Hebat, Pianis Bersaudara Berbakat ini Mainkan Piano dengan Tutup Mata

Sementara itu, semakin bagusnya pelayanan dari tingkat puskesmas, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sangat terbukti. Tiap tahunnya jumlah kunjungan masyarakat terus bertambah. Pada 2014 sebanyak 785.835 orang,  pada 2015 sebanyak 871.217 orang, dan  2016 sebanyak 951.740 orang. “Angka tersebut tidak semuanya orang sakit yang periksa di puskesmas, tetapi ada juga warga yang periksa kehamilan, imunisasi, cek kesehatan bayi, dan sebagainya,” ujarnya. Tingginya pendidikan masyarakat juga sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kesadaran akan kesehatan.

Adapun akses pelayanan kesehatan juga semakin terbuka. Arus informasi di masyarakat juga dibarengi dengan perbaikan mutu dan fisik fasilitas kesehatan di Bojonegoro. 

Dia menyampaikan 36 puskesmas di Bojonegoro di antaranya 26 puskesmas bisa rawat inap dan 10 puskesmas masih rawat jalan. “Fasilitas puskesmas di Bojonegoro tak kalah dengan rumah sakit, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi para pasien yang hendak berobat,” pungkasnya.

TERIMAKASIH KANG YOTO – Kesehatan merupakan masalah krusial yang juga menjadi sorotan Suyoto-Setyo Hartono. Sehingga, sejak awal pemerintahannya, masyarakat Bojonegoro bisa mendapatkan layanan gratis meskipun tidak memiliki kartu JKN-KIS. Masyarakat hanya butuh menunjukkan KTP asli Bojonegoro untuk memeroleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di puskesmas se-Bojonegoro. Apabila harus rujukan ke rumah sakit, pasien harus memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro. 

Aminah, 52, warga Kecamatan Kapas, pun pernah memanfaatkan pengobatan gratis yang diterapkan di Bojonegoro. Dia pernah berobat di Puskesmas Kapas karena sakit darah tinggi.  Dia harus rawat jalan untuk pengobatan penyakitnya. Dia mengatakan memang benar tidak dipungut biaya sepeserpun. “Saya dulu sakitnya tahun 2016, kebetulan saya belum punya BPJS Kesehatan, jadi tinggal menunjukkan KTP, saya pun bisa berobat secara gratis,” tuturnya. Terkait pelayanan puskesmas, perempuan yang merupakan ibu rumah tangga itu, dia merasa cukup puas. “Puskesmas semakin baik pelayanannya dan faslitasnya juga bagus,” tuturnya.

Suhartono, 45, warga Kecamatan Kota belum pernah mencoba pengobatan gratis yang ada di Bojonegoro. Tetapi, dia sudah tahu informasi pengobatan gratis dari rekan-rekan kerjanya. Pria yang merupakan karyawan swasta itu pun sudah ikut JKN-KIS. Tetapi dia menyambut baik adanya program tersebut. “Semoga program tersebut bisa berlanjut ke depannya, karena tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang belum terkaver JKN-KIS,” tegasnya.

Baca Juga :  Hebat, Pianis Bersaudara Berbakat ini Mainkan Piano dengan Tutup Mata

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Moch Isnaini mengatakan bahwa program pengobatan gratis di Bojonegoro tepat sasaran. Karena, siapapun warga kurang mampu apabila sudah memiliki SKTM atau jamkesda pasti akan memeroleh pengobatan gratis di puskesmas maupun rumah sakit. “Baik rawat inap maupun rawat jalan di puskesmas, biaya pengobatan warga akan dikaver  oleh pemerintah, bahkan apabila harus rujukan ke RS dr Sutomo Surabaya juga gratis,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang dirujuk di dr Soetomo pun ada rumah singgah gratis bagi warga Bojonegoro. Rumah singgah tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi pasien dan keluarganya. 

Pemkab Bojonegoro per tahunnya untuk menanggung biaya kesehatan khusus yang rujukan rumah sakit sekitar Rp 60 miliar. Sedangkan biaya kesehatan di puskesmas, Isnaini tak bisa mengestimasi, karena fluktuatif. “Intinya kalau puskesmas, Pemkab Bojonegoro selalu mencukupi anggarannya, sehingga puskesmas tugasnya ialah memberikan pelayanan kesehatan gratis,” katanya. 

Baca Juga :  Sunah Tak Dapat Pensiun

Sementara itu, semakin bagusnya pelayanan dari tingkat puskesmas, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sangat terbukti. Tiap tahunnya jumlah kunjungan masyarakat terus bertambah. Pada 2014 sebanyak 785.835 orang,  pada 2015 sebanyak 871.217 orang, dan  2016 sebanyak 951.740 orang. “Angka tersebut tidak semuanya orang sakit yang periksa di puskesmas, tetapi ada juga warga yang periksa kehamilan, imunisasi, cek kesehatan bayi, dan sebagainya,” ujarnya. Tingginya pendidikan masyarakat juga sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kesadaran akan kesehatan.

Adapun akses pelayanan kesehatan juga semakin terbuka. Arus informasi di masyarakat juga dibarengi dengan perbaikan mutu dan fisik fasilitas kesehatan di Bojonegoro. 

Dia menyampaikan 36 puskesmas di Bojonegoro di antaranya 26 puskesmas bisa rawat inap dan 10 puskesmas masih rawat jalan. “Fasilitas puskesmas di Bojonegoro tak kalah dengan rumah sakit, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi para pasien yang hendak berobat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Mantapkan Skema Away 

Jalan Dibeton, Kabel Tanam Rusak

Artikel Terbaru


/