alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Motor Sport Diburu Komunitas

BISNIS – Kebutuhan motor sport masih mengandalkan komunitas menyusul sulitnya diler menjajaki pasar lain. Ketika intensitas klub menurun, permintaan motor ini pun ikut lesu. Mahfud, PIC diler mengungkapkan, penjualan motor selalu mengikuti perkembangan zaman. Ketika banyak motor jenis matik berseliweran di jalan, berarti pasar otomotif masih dikuasai tipe tersebut.

Begitu juga ketika jalanan banyak mobile komunitas motor sport, permintaan motor tipe tersebut juga terdongkrak. “Saat ini kebutuhan motor sport cenderung lesu, terjadi penurunan dibandingkan bulan lalu,” ungkapnya. 

Menurut Mahfud, bulan lalu penjualan motor masih baik. Per bulan dilernya mampu melepas lima unit. Bulan ini, justru belum ada permintaan, meski sekarang ini memasuki musim panen raya padi.

Baca Juga :  Selektif Memilih Bahan dan Motif Seprai 

Karena itu, diler mulai menerapkan strategi down payment (DP) rendah dan berbagai paket promo lainnya. “Agar konsumen mulai tertarik dan membeli,” ujarnya. 

Sementara, Lusi, karyawan diler lainnya mengatakan, kebutuhan kendaraan jenis sport memang kurang prospektif. Hal itu dipicu karena segmentasinya terbatas, sehingga penjualan tidak bisa seimbang setiap bulannya.

Permintaan motor tipe ini, menurut dia, musiman. Ketika keluar produk terbaru, permintaan sontak bertambah. “Apalagi kalau desain dan cc-nya ditambah, pasti kebutuhannya tinggi,” imbuhnya. 

BISNIS – Kebutuhan motor sport masih mengandalkan komunitas menyusul sulitnya diler menjajaki pasar lain. Ketika intensitas klub menurun, permintaan motor ini pun ikut lesu. Mahfud, PIC diler mengungkapkan, penjualan motor selalu mengikuti perkembangan zaman. Ketika banyak motor jenis matik berseliweran di jalan, berarti pasar otomotif masih dikuasai tipe tersebut.

Begitu juga ketika jalanan banyak mobile komunitas motor sport, permintaan motor tipe tersebut juga terdongkrak. “Saat ini kebutuhan motor sport cenderung lesu, terjadi penurunan dibandingkan bulan lalu,” ungkapnya. 

Menurut Mahfud, bulan lalu penjualan motor masih baik. Per bulan dilernya mampu melepas lima unit. Bulan ini, justru belum ada permintaan, meski sekarang ini memasuki musim panen raya padi.

Baca Juga :  Game Online Tak Geser Pasar PS 

Karena itu, diler mulai menerapkan strategi down payment (DP) rendah dan berbagai paket promo lainnya. “Agar konsumen mulai tertarik dan membeli,” ujarnya. 

Sementara, Lusi, karyawan diler lainnya mengatakan, kebutuhan kendaraan jenis sport memang kurang prospektif. Hal itu dipicu karena segmentasinya terbatas, sehingga penjualan tidak bisa seimbang setiap bulannya.

Permintaan motor tipe ini, menurut dia, musiman. Ketika keluar produk terbaru, permintaan sontak bertambah. “Apalagi kalau desain dan cc-nya ditambah, pasti kebutuhannya tinggi,” imbuhnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/