alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Makin Inovatif, Dandani Anak Menggunakan Batik

TUBAN – Batik kini tak lagi identik dengan pakaian dewasa untuk acara formal saja. Munculnya para desainer muda membuat batik kian inovatif. Mereka berlomba-lomba memodifikasi pakaian tradisional tersebut agar kian akrab dikenakan remaja dan anak-anak. Dikarenakan mode batik terus dimodifikasi, warisan budaya Indonesia yang diakui Unesco itu kian akrab dipakai dalam suasana apapun.

Helena Pramitha, owner salah satu butik di Tuban mengatakan, batik kini lebih inovatif. Desain dan corak warnanya pun lebih atraktif. Sasaran para produsen batik kini terus meluas. Tak hanya untuk dewasa dan remaja saja. Segmen konsumen balita dan anak-anak pun terus dibidik. Biasanya agar tidak membosankan bagi anak, batik untuk balita dimodifikasi dengan menggunakan warna mencolok agar lebih lucu dikenakan.

Baca Juga :  Baznas Lamongan Tingkatkan Kualitas Layanan & Jumlah Penerima Manfaat

Batik untuk anak biasanya didesain menjadi mini gaun, kemeja lengan panjang, atau kaus yang dikombinasi dengan batik warna-warna cerah. Mitha mengatakan, butik kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan pakaian-pakaian siap jadi. Biasanya, untuk batik balita banyak yang memesan terlebih dahulu sesuai ukuran dan model yang diinginkan konsumen. ‘’Kalau batik untuk anak modelnya lebih variatif bisa sesuai pesanan, jadi bisa lebih menarik,’’ tuturnya.

Mitha mengatakan, biasanya pemesanan batik untuk anak banyak dilakukan orang tua yang hendak mengajak ke sebuah acara pernikahan atau pesta lain. Dikarenakan bisa dipesan, batik untuk anak biasanya menggunakan batik tulis. Itu karena kualitas batik tulis terbukti lebih awet. 

Baca Juga :  Amar Akui Aqib Ketua DPD PAN

 

TUBAN – Batik kini tak lagi identik dengan pakaian dewasa untuk acara formal saja. Munculnya para desainer muda membuat batik kian inovatif. Mereka berlomba-lomba memodifikasi pakaian tradisional tersebut agar kian akrab dikenakan remaja dan anak-anak. Dikarenakan mode batik terus dimodifikasi, warisan budaya Indonesia yang diakui Unesco itu kian akrab dipakai dalam suasana apapun.

Helena Pramitha, owner salah satu butik di Tuban mengatakan, batik kini lebih inovatif. Desain dan corak warnanya pun lebih atraktif. Sasaran para produsen batik kini terus meluas. Tak hanya untuk dewasa dan remaja saja. Segmen konsumen balita dan anak-anak pun terus dibidik. Biasanya agar tidak membosankan bagi anak, batik untuk balita dimodifikasi dengan menggunakan warna mencolok agar lebih lucu dikenakan.

Baca Juga :  Akan Ada Reformulasi Dana Desa

Batik untuk anak biasanya didesain menjadi mini gaun, kemeja lengan panjang, atau kaus yang dikombinasi dengan batik warna-warna cerah. Mitha mengatakan, butik kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan pakaian-pakaian siap jadi. Biasanya, untuk batik balita banyak yang memesan terlebih dahulu sesuai ukuran dan model yang diinginkan konsumen. ‘’Kalau batik untuk anak modelnya lebih variatif bisa sesuai pesanan, jadi bisa lebih menarik,’’ tuturnya.

Mitha mengatakan, biasanya pemesanan batik untuk anak banyak dilakukan orang tua yang hendak mengajak ke sebuah acara pernikahan atau pesta lain. Dikarenakan bisa dipesan, batik untuk anak biasanya menggunakan batik tulis. Itu karena kualitas batik tulis terbukti lebih awet. 

Baca Juga :  TPA Banjarsari Overload, Pemkab BingungĀ 

 

Artikel Terkait

Most Read

Bantuan Seragam SMA/SMK Belum Turun

Manula Mati Terbakar di Kebun

Penilaian Harga Lahan GRR Per Bidang

Artikel Terbaru


/