alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

DAK Pendidikan Bikin Ayem Orangtua

TERIMAKASIH KANG YOTO – Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan di Bojonegoro sangat memberikan kontribusi nyata demi kemajuan pendidikan di Bojonegoro. Tak ada alasan lagi bagi para orang tua atau anak tidak melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut ditunjukkan kenaikannya dalam salah satu kategori Sustainable Development Goals (SDGs) yakni high school enrollment. Berdasarkan data dari Dinas Kominfo Bojonegoro, pada 2008 high school enrollment hanya 53,86 persen, naik signifikan menjadi 86,26 pada 2016 lalu. 

Menurut keterangan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti, DAK Pendidikan Bojonegoro berasa dari dana bagi hasil migas (DBH). Alokasi DAK Pendidikan mulai disalurkan sejak 2015. Dia mengatakan alokasi DAK Pendidikan tiap tahunnya bertambah. “Awalnya pada 2015 hanya Rp 500 ribu per siswa, lalu 2016 menjadi Rp 2 juta per siswa, naik lagi menjadi Rp 2,1 juta per siswa pada 2017 dan 2018,” jelasnya.

Adapun rincian besaran DAK Pendidikan pada 2015 sebesar Rp 22 miliar, pada 2016 sebesar Rp 98 miliar, pada 2017 sebesar Rp  78 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp 54 miliar. Pemanfaatan DAK Pendidikan tentu sangat efektif dan efisien. Sehingga, siswa SMA bisa fokus belajar, tak perlu cemas lagi memikirkan biaya sekolah. “Mengawal anak Bojonegoro ke jenjang SMA hingga tuntas memang harus diprioritaskan demi mutu SDM agar semakin berkualitas,” katanya.

Baca Juga :  Kali Meluber, Pemukiman Terendam

Apriyani, warga Kelurahan Sumbang Kota Bojonegoro mengungkapkan bahwa DAK Pendidikan sangat membuatnya ayem. Sebab, janda dua anak itu hanya seorang asisten rumah tangga (ART). Dia biasanya hanya dibantu oleh anaknya yang pertama untuk membiayai sekolah adiknya. Anaknya sekolah di SMAN 3 Bojonegoro, sejak 2016 merasakan manfaat DAK Pendidikan. “Sangat terasa manfaatnya, beban saya jadi agak ringan,” katanya. 

Menurut dia, sistem di SMAN 3 Bojonegoro juga bijak ketika pencairan DAK Pendidikan sekarang langsung dialokasikan untuk biaya sekolah. Sebab, sebelumnya pencairan DAK Pendidikan diambil di balai desa oleh siswa. Sehingga, peruntukkanya kurang maksimal. “Untungnya anak saya dulu uangnya dibelikan sepatu basket, karena memang hobi, tetapi temannya juga ada yang dipakai untuk beli HP baru atau modifikasi motor,” terangnya. 

Baca Juga :  Parpol Mulai Menatap Pilkada 2024

Adapun komentar dari Ninik, warga Kelurahan Jetak Kota  Bojonegoro yang juga merasakan manfaat DAK Pendidikan. Dia mulai merasakan DAK Pendidikan sejak 2016. Menurut dia, DAK Pendidikan memang tepat guna untuk siswa SMA, karena bisa menjadi solusi ketika biaya sekolah yang juga semakin mahal. “Sangat bersyukur biaya sekolah anak bungsu saya bisa tercukupi, jadi saya mungkin tinggal memikirkan biaya untuk beli buku, tas, sepatu, dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, Khusnul, siswa kelas XI SMAN 3 Bojonegoro pun mengatakan DAK Pendidikan sangat membantu untuk bayar biaya sekolah. Kata dia, jumlahnya sangat cukup buatnya. “Nanti kalau memang ada sisanya, pasti uang DAK-nya dikembalikan ke siswa,” jelasnya gadis asal Desa Padang Kecamatan Trucuk itu. Syarat untuk mendapatkan DAK Pendidikan juga sangat mudah, hanya setor fotokopi KK, KTP, dan kartu pelajar. “Alhamdulillah bisa meringankan beban orang tua saya,” pungkasnya.

TERIMAKASIH KANG YOTO – Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan di Bojonegoro sangat memberikan kontribusi nyata demi kemajuan pendidikan di Bojonegoro. Tak ada alasan lagi bagi para orang tua atau anak tidak melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut ditunjukkan kenaikannya dalam salah satu kategori Sustainable Development Goals (SDGs) yakni high school enrollment. Berdasarkan data dari Dinas Kominfo Bojonegoro, pada 2008 high school enrollment hanya 53,86 persen, naik signifikan menjadi 86,26 pada 2016 lalu. 

Menurut keterangan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti, DAK Pendidikan Bojonegoro berasa dari dana bagi hasil migas (DBH). Alokasi DAK Pendidikan mulai disalurkan sejak 2015. Dia mengatakan alokasi DAK Pendidikan tiap tahunnya bertambah. “Awalnya pada 2015 hanya Rp 500 ribu per siswa, lalu 2016 menjadi Rp 2 juta per siswa, naik lagi menjadi Rp 2,1 juta per siswa pada 2017 dan 2018,” jelasnya.

Adapun rincian besaran DAK Pendidikan pada 2015 sebesar Rp 22 miliar, pada 2016 sebesar Rp 98 miliar, pada 2017 sebesar Rp  78 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp 54 miliar. Pemanfaatan DAK Pendidikan tentu sangat efektif dan efisien. Sehingga, siswa SMA bisa fokus belajar, tak perlu cemas lagi memikirkan biaya sekolah. “Mengawal anak Bojonegoro ke jenjang SMA hingga tuntas memang harus diprioritaskan demi mutu SDM agar semakin berkualitas,” katanya.

Baca Juga :  Relaunching: Kono Kone Kafe Tampil dengan Menu Baru

Apriyani, warga Kelurahan Sumbang Kota Bojonegoro mengungkapkan bahwa DAK Pendidikan sangat membuatnya ayem. Sebab, janda dua anak itu hanya seorang asisten rumah tangga (ART). Dia biasanya hanya dibantu oleh anaknya yang pertama untuk membiayai sekolah adiknya. Anaknya sekolah di SMAN 3 Bojonegoro, sejak 2016 merasakan manfaat DAK Pendidikan. “Sangat terasa manfaatnya, beban saya jadi agak ringan,” katanya. 

Menurut dia, sistem di SMAN 3 Bojonegoro juga bijak ketika pencairan DAK Pendidikan sekarang langsung dialokasikan untuk biaya sekolah. Sebab, sebelumnya pencairan DAK Pendidikan diambil di balai desa oleh siswa. Sehingga, peruntukkanya kurang maksimal. “Untungnya anak saya dulu uangnya dibelikan sepatu basket, karena memang hobi, tetapi temannya juga ada yang dipakai untuk beli HP baru atau modifikasi motor,” terangnya. 

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Petani Tambak Akan Dicabut

Adapun komentar dari Ninik, warga Kelurahan Jetak Kota  Bojonegoro yang juga merasakan manfaat DAK Pendidikan. Dia mulai merasakan DAK Pendidikan sejak 2016. Menurut dia, DAK Pendidikan memang tepat guna untuk siswa SMA, karena bisa menjadi solusi ketika biaya sekolah yang juga semakin mahal. “Sangat bersyukur biaya sekolah anak bungsu saya bisa tercukupi, jadi saya mungkin tinggal memikirkan biaya untuk beli buku, tas, sepatu, dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, Khusnul, siswa kelas XI SMAN 3 Bojonegoro pun mengatakan DAK Pendidikan sangat membantu untuk bayar biaya sekolah. Kata dia, jumlahnya sangat cukup buatnya. “Nanti kalau memang ada sisanya, pasti uang DAK-nya dikembalikan ke siswa,” jelasnya gadis asal Desa Padang Kecamatan Trucuk itu. Syarat untuk mendapatkan DAK Pendidikan juga sangat mudah, hanya setor fotokopi KK, KTP, dan kartu pelajar. “Alhamdulillah bisa meringankan beban orang tua saya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/